SEKITARKITA.id – Genap satu tahun memimpin Kabupaten Bandung Barat, Bupati Jeje Ritchie Ismail memaparkan berbagai capaian kinerja pembangunan tahun 2025 sekaligus target strategis 2026 dalam acara syukuran yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Masjid Asyidiq, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (23/02/2026).
Momentum satu tahun kepemimpinan bertajuk “Bandung Barat AMANAH” (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis) ini menjadi ajang refleksi sekaligus evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Dalam pemaparannya, Bupati Jeje menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada peletakan fondasi pembangunan yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung Barat meningkat menjadi 71,65 poin. Cakupan Jaminan Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah menjangkau sekitar 95 persen masyarakat.
Tak hanya itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,87 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,6 persen. Capaian ini disebut sebagai hasil sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, serta dukungan masyarakat.
Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat membangun dan merehabilitasi jalan sepanjang 28 kilometer yang tersebar di 12 ruas jalan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar aktivitas ekonomi warga.
Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) juga menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 176 unit rumah diperbaiki di luar kawasan kumuh dan 101 unit di dalam kawasan kumuh. Selain itu, dilakukan peremajaan kawasan kumuh seluas 26,04 hektare.
Pada bidang pendidikan, Pemkab Bandung Barat merehabilitasi 82 Sekolah Dasar (SD) dan 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP) guna meningkatkan kualitas sarana belajar mengajar.
Di sektor kesehatan, dilakukan rehabilitasi RS Lembang dan RS Cikalongwetan, perbaikan 35 puskesmas, serta pengadaan 644 unit alat kesehatan. Langkah ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan dasar yang merata dan berkualitas.
Dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa, pemerintah menyalurkan 72.150 ekor bibit ternak kepada 184 kelompok serta memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada 184 kelompok tani.
Selain itu, insentif bagi guru ngaji juga terus diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap sektor keagamaan dan pendidikan nonformal. Penguatan pembangunan jalan desa turut dilakukan guna menunjang konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Target Pembangunan Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, Pemkab Bandung Barat menargetkan percepatan pembangunan dengan sejumlah program strategis.
Di antaranya, Penanganan jalan sepanjang 29 kilometer, Pembangunan 249 unit Rutilahu di luar kawasan kumuh dan 118 unit di dalam kawasan kumuh, Peremajaan kawasan kumuh seluas 3 hektare
Penyediaan 900 unit penerangan jalan umum (PJU), Pengadaan 154 unit alat kesehatan, Rehabilitasi RSUD dan 35 puskesmas, Pembangunan serta rehabilitasi ruang kelas dan sarana pendidikan
“Seluruh program diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Bupati Jeje.
Momentum genap setahun kepemimpinan ini juga menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi. Pemerintah daerah menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan demi perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan.
Bupati Jeje turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, seluruh ASN, serta elemen masyarakat atas sinergi yang terbangun selama satu tahun terakhir.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis visi ‘Bandung Barat AMANAH’ dapat diwujudkan secara bertahap dan terukur,” tutupnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








