BNPB Pastikan Penanganan Longsor di KBB Dilakukan Menyeluruh, Warga Disiapkan Huntara hingga Relokasi

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto

i

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto

SEKITARKITA.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fase tanggap darurat hingga pascabencana.

“Pemerintah pusat melalui BNPB memastikan seluruh masyarakat terdampak, baik korban langsung maupun warga yang kehilangan anggota keluarga, sanak saudara, tempat tinggal, dan mata pencaharian, akan ditangani secara menyeluruh,” kata Suharyanto saat meninjau Posko Pengungsian Desa Pasirlangu, Ahad (25/1/2026).

Suharyanto menjelaskan, penanganan bencana longsor di Pasirlangu saat ini difokuskan pada pencarian korban yang masih belum ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, BNPB bersama pemerintah daerah memastikan para pengungsi mendapatkan bantuan logistik serta pendampingan psikososial.

Tim SAR Gabungan dibantu relawan tengah melakukan pencarian korban tertimbun longsor di dua wilayah, yakni Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11 dan Kampung Pasirkuda RT 01 RW 10, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Tim SAR Gabungan dibantu relawan tengah melakukan pencarian korban tertimbun longsor di dua wilayah, yakni Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11 dan Kampung Pasirkuda RT 01 RW 10, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

“Penanganan tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga kondisi psikologis para korban agar mereka bisa pulih secara mental,” ujarnya.

Skema Pascabencana: Huntara hingga Relokasi

Pada tahap pascabencana, pemerintah telah menyiapkan skema penanganan jangka menengah bagi warga terdampak longsor di Cisarua KBB.

Baca Juga:  Even Sepatu Roda Nasional Goyang Karawang Oven 2024

Terdapat dua opsi utama, yakni pembangunan hunian sementara (huntara) atau penempatan warga di rumah kerabat.

“Sebagaimana yang telah diterapkan pada penanganan bencana di daerah lain, termasuk yang saat ini masih berlangsung di Sumatera,” ucap Suharyanto.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat konfrensi pers di Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema relokasi permanen bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Relokasi dapat dilakukan secara terpusat oleh pemerintah atau secara mandiri dengan pendampingan.

Suharyanto menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk segera mencari lahan yang aman sebagai lokasi relokasi rumah warga terdampak longsor.

“Pemerintah daerah bertugas mencari lahan yang benar-benar aman. Wakil Presiden secara khusus menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penentuan lokasi relokasi guna menghindari risiko bencana di kemudian hari,” imbuhnya.

Dalam proses relokasi, BNPB akan melibatkan Badan Geologi serta Pusat Mitigasi Bencana Geologi untuk melakukan kajian teknis terkait kelayakan lahan.

“Tidak hanya warga yang terdampak langsung oleh longsor, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan meskipun belum terkena longsor juga akan ditindaklanjuti. Jika wilayah tersebut dinilai berpotensi tinggi mengalami bencana, maka relokasi akan dilakukan sebagai langkah pencegahan,” jelas Suharyanto.

Baca Juga:  Bertolak ke Tiongkok, Prabowo Gaet Investasi Rp 157 T Antar Pelaku Usaha di Kedua Negara

Data Korban Longsor Pasirlangu

Berdasarkan laporan Posko Desa Pasirlangu, longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tersebut menerjang sekitar 30 rumah yang dihuni 34 kepala keluarga (KK) dengan total 113 jiwa.

Korban tersebar di dua wilayah, yakni Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11 dan Kampung Pasirkuda RT 01 RW 10, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun material longsor.

Pemerintah memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban ditemukan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB