SEKITARKITA.id – Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada 14 Juni 2026. Agenda tersebut dirangkai dengan pengukuhan ketua terpilih serta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dalam Mubes tersebut, Yacob Anwar Leuwi kembali dipercaya memimpin P4KBB untuk periode 2026–2031. Terpilihnya kembali Yacob menjadi momentum bagi organisasi untuk memperkuat peran dalam mengawal pembangunan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Ketua Panitia Penjaringan P4KBB, Eber NH Simbolon, mengatakan proses penjaringan calon ketua telah dibuka sejak 16 hingga 22 Mei 2026. Namun hingga batas akhir pendaftaran, hanya terdapat satu nama yang mendaftar dan memenuhi persyaratan, yakni Yacob Anwar Leuwi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penjaringan sudah kami buka selama enam hari dan ditutup pada 22 Mei. Hasilnya hanya ada satu calon, yaitu Pak Yacob Anwar. Atas usulan para pengurus dan anggota, beliau kembali didorong untuk memimpin P4KBB periode kedua,” kata Eber di sekretariat P4KBB, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kamis (11/6/2026).
Menurut Eber, Mubes akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB dengan mengusung tema “Restrukturisasi sebagai Perwujudan Visi dan Misi Organisasi dalam Rangka Menjadi Mitra Strategis dan Kontrol Sosial Pemerintahan KBB yang Amanah.”
Ia menyebut, selain musyawarah besar, kegiatan tersebut juga akan menjadi momentum pengukuhan ketua terpilih dan peringatan HUT ke-19 Kabupaten Bandung Barat.
Eber menegaskan, P4KBB selama ini tidak hanya menjadi wadah para pejuang pemekaran Kabupaten Bandung Barat, tetapi juga ruang berhimpun bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
“Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial demi kemajuan Bandung Barat,” ujarnya.
Saat ini, P4KBB memiliki sekitar 80 anggota yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi hingga profesional. Organisasi tersebut bersifat independen dan fokus pada pembangunan Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, Sekretaris P4KBB, Daswan Muda, menegaskan pihaknya akan terus konsisten mengawal pembangunan daerah dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, sektor kesehatan hingga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Kita masih melihat beberapa ruas jalan dalam kondisi rusak. Selain itu, sektor kesehatan dan pelayanan pendidikan juga masih memerlukan pembenahan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Daswan menambahkan, P4KBB memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan cita-cita pemekaran Kabupaten Bandung Barat tetap berjalan sesuai harapan masyarakat.
Sebagai organisasi kontrol sosial, P4KBB berkomitmen terus menyuarakan aspirasi warga dan mengawal kebijakan pemerintah agar berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Harapan kami menginjak usia ke-19 KBB, pemerintah daerah dan DPRD lebih terbuka mendengarkan suara masyarakat. Pembangunan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bandung Barat, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan,” tegasnya.
“Dengan kepemimpinan kembali Yacob Anwar Leuwi, P4KBB optimistis dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus kontrol sosial dalam mengawal pembangunan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








