Dulu Kerja Serabutan, Kini Petani KBB Nikmati Panen Jagung Program Polri: “Orang Desa Rezeki Kota”

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senyum sumringah petani di Cikalongwetan KBB usai panen program Polri didampingi Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra (foto: Humas Polres Cimahi)

i

Senyum sumringah petani di Cikalongwetan KBB usai panen program Polri didampingi Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra (foto: Humas Polres Cimahi)

SEKITARKITA.id – Di bawah terik matahari yang menyinari hamparan kebun jagung di Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), senyum bahagia terpancar dari wajah Ita Sumitra (60).

Tangannya menggenggam tongkol jagung hibrida yang siap dipanen, hasil kerja keras yang kini menjadi sumber harapan baru bagi kehidupannya.

“Orang desa rezeki kota,” ucap Ita sambil tersenyum. Kalimat sederhana itu menggambarkan perubahan besar yang ia rasakan setelah terlibat dalam program ketahanan pangan yang digagas Polres Cimahi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama bertahun-tahun, Ita menjalani hidup dengan pekerjaan serabutan. Penghasilannya tidak menentu dan sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun dalam empat bulan terakhir, kehidupannya mulai berubah.

Senyum sumringah petani di Cikalongwetan KBB usai panen program Polri didampingi Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra (foto: Humas Polres Cimahi)
Senyum sumringah petani di Cikalongwetan KBB usai panen program Polri didampingi Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra (foto: Humas Polres Cimahi)

Lahan-lahan yang sebelumnya terbengkalai dan tidak produktif kini disulap menjadi perkebunan jagung yang menghasilkan. Bersama puluhan warga lainnya, Ita mendapatkan kesempatan untuk belajar dan terlibat langsung dalam budidaya jagung hibrida.

“Sebelumnya saya kerja serabutan, apa saja yang penting halal. Sebelum ikut bertani kami diberi pelatihan dulu. Menanam jagung seperti ini jujur baru pertama kali bagi saya. Alhamdulillah, orang desa seperti kami sekarang bisa punya penghasilan seperti orang kota,” kata Ita, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga:  Empat Tersangka Korupsi Dana Desa Sumberjaya Ditahan Kejari Bekasi, Rugikan Negara Rp 2,6 Miliar

Ita hanyalah satu dari banyak warga Desa Kanangasari yang kini menggantungkan harapan pada sektor pertanian. Di balik jutaan batang jagung yang mulai menguning, tersimpan cerita tentang perjuangan masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Related Posts

Program ketahanan pangan yang dijalankan Polres Cimahi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi jagung, tetapi juga pada pemberdayaan petani. Para petani mendapatkan pelatihan, pendampingan, serta dukungan sarana pertanian agar mampu mengelola lahan secara mandiri dan berkelanjutan.

Senyum sumringah petani di Cikalongwetan KBB usai panen program Polri didampingi Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra (foto: Humas Polres Cimahi)
Senyum sumringah petani di Cikalongwetan KBB usai panen program Polri didampingi Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra (foto: Humas Polres Cimahi)

Langkah tersebut menjadi upaya nyata dalam mengangkat derajat petani sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.

Untuk memastikan hasil panen memberikan keuntungan yang layak bagi petani, Polres Cimahi juga menjembatani kerja sama dengan Bulog sebagai penyerap hasil produksi.

Baca Juga:  Seratus Anak Lebih di KBB Ikuti Sunatan Massal Eksklusif dari Kang Ace Menggunakan Teknologi Modern

Hingga Juni 2026, pengelolaan lahan jagung seluas 334,50 hektare di wilayah Bandung Barat telah menghasilkan sekitar 377,5 ton jagung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 ton telah diserap Bulog karena memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Selain itu, para petani juga mendapatkan dukungan berupa traktor bajak, pupuk NPK, serta bibit jagung hibrida unggul untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra didampingi jajaran polres Cimahi panen jagung di Cikalongwetan KBB (foto: Humas Polres Cimahi)
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra didampingi jajaran polres Cimahi panen jagung di Cikalongwetan KBB (foto: Humas Polres Cimahi)

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Polri hadir untuk berkontribusi langsung pada program strategis pemerintah. Namun yang terpenting, lewat panen raya ini kita ingin ekonomi petani bergerak naik. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan mereka,” ujar Niko.

Dengan target pengembangan lahan mencapai 1.700 hektare dan proyeksi produksi hingga 2.500 ton jagung, program ini menjadi bukti bahwa lahan tidur dapat diubah menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.

Bagi Ita Sumitra dan para petani lainnya, panen jagung bukan hanya tentang hasil pertanian. Lebih dari itu, panen menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat desa yang kini memiliki kesempatan untuk hidup lebih sejahtera.

Baca Juga:  Dadang M Naser Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Tahap VII di Ciparay, Serap Aspirasi Warga

Dari perbukitan Cikalongwetan, harapan itu tumbuh bersama batang-batang jagung yang menjulang tinggi, membuktikan bahwa ketika masyarakat diberdayakan dan lahan dimanfaatkan secara optimal, ketahanan pangan dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan.

Senyum sumringah petani di Cikalongwetan KBB usai panen program Polri didampingi Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra (foto: Humas Polres Cimahi)
Senyum sumringah petani di Cikalongwetan KBB usai panen program Polri didampingi Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra (foto: Humas Polres Cimahi)



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta
Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme
DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan
IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
P4KBB Sentil Pemkab Bandung Barat: Tekanan Fiskal Jangan Jadi Alasan Abaikan Layanan Publik

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan

Berita Terbaru