SEKITARKITA.id – Kelalaian saat melintas di jalur kereta api kembali memakan korban.
Seorang pemuda berusia 21 tahun tertemper Kereta Rel Diesel (KRD) Lokal jurusan Padalarang-Bandung di kawasan rel kereta api Jalan Panembakan Utara, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Selasa (7/7/2026) malam.
Korban diketahui bernama Rifandy (21), warga Kampung Cibodas, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan. Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami patah tulang pada tangan kiri dan kini menjalani perawatan intensif di RS Cibabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Cimahi Kompol Donny Irawan menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 21.50 WIB. Berdasarkan keterangan saksi Eko Febrianto (35), warga Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, korban saat itu berjalan dan hendak menyeberangi rel kereta api.
Pada saat bersamaan, KRD Lokal jurusan Padalarang-Bandung melintas sehingga korban diduga tidak menyadari kedatangan kereta.
“Korban diduga tidak mendengar datangnya kereta sehingga tertemper. Benturan mengenai tangan kiri korban,” ujar Donny kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan pertama setelah melihat korban terjatuh akibat benturan keras. Polisi bersama tim medis kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Petugas yang datang ke lokasi terdiri dari Pawas Polsek Cimahi AKP Budi Purwanto bersama personel piket fungsi Polsek Cimahi serta tim PMI Kota Cimahi. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI menuju RS Cibabat untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami patah tulang pada tangan kiri. Meski mengalami luka yang cukup serius, nyawa korban berhasil diselamatkan dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat, termasuk warga Bandung Barat dan sekitarnya, bahwa jalur rel kereta api memiliki risiko kecelakaan yang tinggi apabila dilintasi tanpa kewaspadaan.
Menurut Donny, aktivitas menyeberang rel tanpa memastikan kondisi aman masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan di kawasan perlintasan maupun jalur rel terbuka.
“Aktivitas menyeberang tanpa memastikan kondisi aman kerap menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di kawasan perlintasan maupun jalur rel terbuka,” terangnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berada di sekitar jalur kereta api.
Sebelum menyeberang, masyarakat diminta memastikan kondisi benar-benar aman dengan melihat ke kanan dan kiri serta tidak menggunakan earphone maupun telepon genggam yang dapat mengurangi konsentrasi.
“Pastikan kondisi aman sebelum menyeberang rel, tengok kanan dan kiri, serta hindari penggunaan earphone maupun telepon genggam yang dapat mengurangi konsentrasi,” jelas Donny.
Polsek Cimahi menegaskan akan terus mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dan berhati-hati saat melintasi jalur kereta api demi mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kelalaian sesaat berujung pada kecelakaan yang dapat mengancam nyawa,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








