SEKITARKITA.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Tadabur Alam (Green Party) di kawasan Gunung Burangrang, Minggu (26/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen PKB Bandung Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
Mengusung semangat politik hijau (Green Party), peringatan Harlah ke-28 PKB tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Berbagai aksi nyata dilakukan, mulai dari penanaman pohon, pelepasan burung ke habitatnya, penebaran benih ikan, hingga Gerakan Sapu Bersih atau aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Gunung Burangrang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai perjuangan PKB yang menempatkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan.
Menurutnya, konsep ekonomi yang berpihak kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 harus menjadi ruh pembangunan nasional.
“Saya memahami bahwa ekonomi yang berpihak kepada masyarakat merupakan ruh sebuah negara. Amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 harus benar-benar dijalankan. Negara harus hadir untuk memberdayakan masyarakat karena tanpa masyarakat yang sejahtera, negara tidak akan kuat,” kata Sandi saat ditemui Sekitarkita.id dilokasi.
Sandi menilai kondisi ekonomi masyarakat, khususnya petani dan buruh tani, masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, pemerintah dinilai perlu semakin serius menjalankan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Ia menyebut petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan. Namun hingga kini, kesejahteraan mereka dinilai masih perlu terus diperjuangkan.
“Kita masih merasa miris melihat kehidupan petani dan buruh tani. Mereka adalah orang-orang yang hidup berdampingan dengan alam, tetapi kesejahteraannya masih harus terus diperjuangkan. Negara harus hadir sesuai amanat konstitusi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, penanaman pohon menjadi simbol kepedulian terhadap alam sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Sandi menegaskan bahwa pohon tidak hanya berfungsi menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi generasi mendatang.
“Kita menanam pohon sebagai bentuk kecintaan kepada alam. Dari alam pula masyarakat memperoleh kehidupan dan penghasilan. Menjaga alam berarti menjaga masa depan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Pada kegiatan simbolis di Gunung Burangrang, DPC PKB Bandung Barat menanam lebih dari 150 bibit pohon bersama kader dan masyarakat.
Selain itu, sekitar 1.000 bibit pohon juga telah didistribusikan kepada seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB di setiap kecamatan untuk ditanam secara serentak di berbagai wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Tak hanya penghijauan, DPC PKB Bandung Barat juga melepas 28 ekor burung sebagai simbol usia ke-28 PKB. Kegiatan dilanjutkan dengan penebaran 28 kantong benih ikan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan Gunung Burangrang.
Menurut Sandi, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan sebagai sumber kehidupan masyarakat.
Melalui momentum Harlah ke-28 PKB, DPC PKB Kabupaten Bandung Barat berharap semangat menjaga alam dapat menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat sehingga pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







