KBB | SEKITARKITA.id – Keributan terjadi saat karnaval peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tagog Apu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (17/8/2026).
Ketua Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Tagog Apu, Willy Hardiansyah, membenarkan adanya keributan di tengah berlangsungnya karnaval yang diikuti peserta dari 24 RW.
“Kejadian betul, kejadiannya dipicu salah paham antar peserta karnaval sekitar pukul 10.00 WIB saat berlangsung,” kata Willy saat dihubungi redaksi, Selasa (18/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Willy, keributan tersebut diduga dipicu oleh salah satu peserta yang berada dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol. Situasi kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman antar peserta.
Willy juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait adanya dugaan pembacokan dalam keributan tersebut.
“Kalau isu yang beredar katanya ada pembacokan, padahal sebetulnya tidak ada. Yang saya perhatikan sekitar pukul 10.00 WIB, pemicunya diduga karena minuman alkohol. Memang awalnya orang tersebut terlihat oleng,” jelasnya.
Ia menyebut, panitia kemudian menghentikan dan membereskan rangkaian karnaval untuk mencegah keributan meluas.
Dikatakan dia, kedua pihak yang terlibat juga langsung dipertemukan bersama unsur RT dan RW untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
“Setelah acara karnaval dibereskan dan dihentikan, kita langsung menyelesaikan persoalan. Kedua belah pihak bersama RT dan RW langsung dipertemukan untuk berdamai,” ungkap Willy.
Ia menegaskan, dalam kejadian tersebut terdapat anak kecil yang mengalami luka akibat terkena pukulan. Sementara itu, sejumlah orang dewasa juga terlibat dalam aksi kejar-kejaran.
“Kalau yang luka-luka ada anak kecil yang kena pukul. Untuk yang terlibat kejar-kejaran orang dewasa sekitar enam orang. Sekarang sudah pulih,” katanya.
Willy menegaskan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui perdamaian secara kekeluargaan.
Ia berharap kejadian tersebut tidak kembali terulang dan menjadi evaluasi bagi seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat.
“Klarifikasi ini saya sampaikan, sudah dilakukan perdamaian secara kekeluargaan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tandasnya.
Sebelumnya, video keributan saat karnaval HUT RI ke-81 di Desa Tagog Apu sempat beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga tampak panik dan berhamburan meninggalkan lokasi untuk menghindari keributan.
Panitia berharap kejadian tersebut tidak mengurangi makna perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan menjadi evaluasi agar kegiatan masyarakat ke depan dapat berlangsung lebih aman dan tertib.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







