Perkuat Peran Masyarakat, Dispernakan KBB Gencarkan Edukasi Cegah Zoonosis

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) terus memperkuat langkah pencegahan melalui Pembekalan Kader Siaga Zoonosis (Kasizo). Foto: istimewa

i

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) terus memperkuat langkah pencegahan melalui Pembekalan Kader Siaga Zoonosis (Kasizo). Foto: istimewa

SEKITARKITA.id – Dalam upaya mengantisipasi penyebaran penyakit zoonosis pada hewan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) terus memperkuat langkah pencegahan melalui Pembekalan Kader Siaga Zoonosis (Kasizo).

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan Kasizo ini digelar di Aula Kecamatan Cipatat, Rabu (12/11/2025), dan diikuti oleh para kader dari empat kecamatan, yakni Cikalongwetan, Cipeundeuy, Cipatat, dan Saguling.

Program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengendalian penyakit menular dari hewan ke manusia atau zoonosis berbasis masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, drh. Wiwin Aprianti, M.Si, menjelaskan bahwa pembentukan Kader Siaga Zoonosis (Kasizo) merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam melibatkan masyarakat untuk mencegah penularan penyakit seperti rabies, antraks, leptospirosis, brucellosis, dan avian influenza.

“Kader Zoonosis diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Mereka juga berperan sebagai ujung tombak dalam mendeteksi dan melaporkan indikasi kasus secara dini,” ujar Wiwin.

Baca Juga:  50 Cent Menyebut Danielle Fishel 'Menguntungkan Selamanya' Setelah Pertemuan Di Vegas
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) terus memperkuat langkah pencegahan melalui Pembekalan Kader Siaga Zoonosis (Kasizo). Foto: istimewa
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) terus memperkuat langkah pencegahan melalui Pembekalan Kader Siaga Zoonosis (Kasizo). Foto: istimewa

Lebih lanjut, Wiwin menambahkan bahwa program Kasizo ini memperkuat pendekatan One Health, yakni sinergi antara sektor kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan penanggulangan zoonosis dapat dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Acep Rohimat, M.Tr.AP, menjelaskan bahwa pelatihan Kasizo tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pembekalan teknis kepada para kader.

“Materi yang diberikan meliputi, pengenalan jenis-jenis penyakit zoonosis, teknik pencegahan dan pengendalian penyakit, komunikasi dasar dan penyusunan strategi edukasi masyarakat. Pemanfaatan media edukatif seperti flipchart, serta prosedur pelaporan kasus zoonosis,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) agar mampu menyampaikan pesan kesehatan secara efektif kepada masyarakat luas.

“Kami ingin para Kader Zoonosis menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat jejaring kewaspadaan dini. Dengan pelaporan cepat dan akurat, setiap potensi kasus zoonosis bisa segera ditangani,” jelas Acep.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (KESMAVET), Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Agus Jaelani, M.Si, serta dihadiri oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan perangkat daerah terkait.

Baca Juga:  Netizen Ramai Bagikan Gambar Garuda Biru di Media Sosial: Apa Maknanya?

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat yang tangguh, sadar kesehatan, dan peduli terhadap kesejahteraan hewan serta lingkungan, sesuai dengan visi daerah menuju Bandung Barat Sehat dan Berdaya Saing.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Nobar Final Pildun 2026 Spanyol vs Argentina di Padalarang Dipadati Ratusan Warga
Dukung Program MBG, APPMBGI Jabar dan PT Migas Utama Perkuat Rantai Pasok Pangan Bergizi
Relokasi Korban Bencana di Cipongkor dan Rongga Dipastikan Masuk APBD 2027, DPRD KBB Kawal Realisasinya
Diduga Tertipu Gadai Sawah 1,5 Hektare, Warga Tulang Bawang Lampung Laporkan Kasus ke Polisi
Hadapi Porprov Jabar 2026, PBVSI KBB Genjot Pembinaan Atlet Meski Sarpras Masih Terbatas
DPRD KBB Imam Tunggara Fokus Kawal Pembangunan 2026, Posyandu hingga Stunting Jadi Perhatian
Di Tengah Keterbatasan Anggaran, 74 Atlet NPCI KBB Sukses Lolos Klasifikasi Peparda VII Jabar 2026
Ariandra Cityville KBB Disorot DPRD, Pengembang Buka Suara Soal Legalitas Proyek dan Isu Sengketa Lahan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 01:45 WIB

Nobar Final Pildun 2026 Spanyol vs Argentina di Padalarang Dipadati Ratusan Warga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:12 WIB

Dukung Program MBG, APPMBGI Jabar dan PT Migas Utama Perkuat Rantai Pasok Pangan Bergizi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:51 WIB

Relokasi Korban Bencana di Cipongkor dan Rongga Dipastikan Masuk APBD 2027, DPRD KBB Kawal Realisasinya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:45 WIB

Diduga Tertipu Gadai Sawah 1,5 Hektare, Warga Tulang Bawang Lampung Laporkan Kasus ke Polisi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:32 WIB

Hadapi Porprov Jabar 2026, PBVSI KBB Genjot Pembinaan Atlet Meski Sarpras Masih Terbatas

Berita Terbaru