KBB | SEKITARKITA.id – Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Cabang Kabupaten Bandung Barat resmi memiliki kepengurusan baru masa bakti 2026–2030.
Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet karate sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin dan berkarakter.
Pelantikan pengurus KKI Bandung Barat digelar di Gedung B, Ballroom Lantai 4, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (10/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengurus KKI Bandung Barat dilantik oleh Ketua Umum KKI Jawa Barat, Asep Dedi Setiawan, dan disaksikan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail yang hadir mewakili Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
Ketua KKI Cabang Kabupaten Bandung Barat terpilih periode 2026–2030, Edy Syafrudin, menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak hanya membidik prestasi berupa medali, tetapi juga menjadikan disiplin dan pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembinaan karateka.
Menurut Edy, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari tingkat dojo hingga kejuaraan tingkat nasional.
“Bagi kami, sebelum berbicara tentang prestasi dan mencetak atlet juara, hal pertama yang harus dibangun adalah disiplin dan pendidikan karakter. Ketika kedisiplinan sudah terbentuk dan karakter atlet semakin kuat, kami berharap prestasi akan mengikuti,” ungkap Edy.
Edy menjelaskan, karate tidak hanya mengajarkan kemampuan teknik dalam pertandingan. Lebih dari itu, olahraga bela diri tersebut harus menjadi sarana untuk membentuk sikap tanggung jawab, sportivitas, menghormati orang lain, serta membiasakan generasi muda menghargai waktu.
Karena itu, KKI Bandung Barat akan memprioritaskan pembenahan sistem pembinaan dari tingkat paling dasar, yakni dojo sebagai tempat latihan para karateka.
Peningkatan kualitas pelatih menjadi salah satu agenda utama kepengurusan periode 2026–2030. Dengan pelatih yang semakin kompeten, proses latihan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan mampu mengembangkan potensi setiap atlet.
Setelah kualitas pelatih diperkuat, KKI Bandung Barat akan melakukan pemetaan serta seleksi terhadap atlet-atlet yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi karateka berprestasi.
Pembinaan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat pelajar dan kejuaraan daerah, kemudian diarahkan menuju kompetisi tingkat provinsi hingga membuka peluang tampil di tingkat nasional.
“Pelatih harus kita tingkatkan kualitasnya terlebih dahulu. Setelah itu, atlet-atlet yang memiliki potensi akan kita bina secara serius. Kita mulai dari tingkat dojo, kemudian daerah, provinsi, dan mudah-mudahan ke depan bisa berbicara di tingkat nasional,” jelasnya.
Selain meningkatkan kualitas pembinaan atlet, KKI Bandung Barat juga menargetkan perluasan basis latihan karate di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Edy menyebut saat ini KKI Bandung Barat memiliki 10 dojo yang menjadi tempat pembinaan karateka.
Jumlah tersebut dinilai masih perlu ditambah agar pembinaan karate dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar di berbagai wilayah.
Dari total 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, KKI menargetkan penambahan enam dojo baru dalam periode kepengurusan 2026–2030.
Rencana tersebut akan diawali dengan inventarisasi dan pemetaan wilayah untuk melihat potensi pembentukan dojo baru. Sejumlah aspek seperti ketersediaan calon peserta, kesiapan pelatih, hingga dukungan lingkungan akan menjadi pertimbangan.
“Kami ingin menambah enam dojo, sehingga ke depan pembinaan bisa semakin merata. Namun, tentu harus didahului dengan pendataan dan melihat kesiapan masing-masing wilayah. Harapannya, setiap kecamatan memiliki kesempatan untuk mengembangkan karate melalui KKI,” ujarnya.
Perluasan dojo diharapkan tidak hanya menambah tempat latihan, tetapi juga menjadi sarana penjaringan atlet potensial sejak usia dini.
Dengan semakin banyaknya dojo, proses regenerasi karateka di Bandung Barat diharapkan dapat berjalan lebih terencana dan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
KKI Bandung Barat juga akan memperkuat sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi para pelatih.
Edy mengatakan pihaknya akan melakukan inventarisasi jumlah karateka di masing-masing dojo, termasuk atlet yang telah mencapai tingkatan sabuk cokelat hingga cokelat tua.
Pendataan tersebut diperlukan untuk memetakan calon-calon karateka yang berpotensi melanjutkan pembinaan menuju tingkatan sabuk hitam.
Menurut Edy, tingkatan sabuk menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan karateka untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan pelatih tertentu.
Karena itu, pemetaan atlet dan kaderisasi pelatih harus dilakukan secara terencana agar KKI Bandung Barat memiliki sumber daya manusia yang mampu melanjutkan pembinaan di setiap dojo.
Program tersebut tentunya membutuhkan waktu, proses, serta dukungan dari seluruh jajaran organisasi, termasuk para ketua dojo yang berada langsung di lapangan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengapresiasi pelantikan pengurus KKI Bandung Barat masa bakti 2026–2030.
Asep menilai kedisiplinan merupakan salah satu nilai penting yang harus terus ditanamkan, bukan hanya dalam olahraga, tetapi juga dalam dunia pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pelantikan yang berlangsung sesuai jadwal dan tahapan yang telah disampaikan kepada para undangan.
Menurutnya, ketepatan waktu merupakan bagian dari budaya disiplin yang perlu diterapkan secara konsisten.
“Kedisiplinan dan menghargai waktu merupakan kunci utama kesuksesan. Saya melihat pelaksanaan kegiatan ini berjalan sesuai dengan tahapan yang telah dijadwalkan. Hal seperti ini patut menjadi contoh,” ungkap Asep.
Asep juga mengaku bangga melihat keterlibatan anak-anak mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam olahraga bela diri menunjukkan bahwa pembinaan olahraga dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter.
Ia berharap kepengurusan baru KKI Bandung Barat mampu menerjemahkan semangat tersebut melalui program pembinaan yang nyata dan terukur.
Terlebih, pemerintah daerah terus berupaya mendorong peningkatan prestasi olahraga melalui koordinasi dengan berbagai cabang olahraga.
Komunikasi antara pemerintah daerah dengan organisasi olahraga dinilai penting agar berbagai kebutuhan, kendala, serta persoalan yang dihadapi atlet dan pengurus dapat dibicarakan dan dicarikan solusi bersama.
Dengan kepengurusan baru tersebut, KKI Bandung Barat diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan, melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus mencetak generasi muda yang disiplin, berkarakter dan menjunjung tinggi sportivitas.
Edy Syafrudin pun mengajak seluruh keluarga besar KKI Bandung Barat menjaga kekompakan dan bersama-sama menjalankan program kerja selama periode 2026–2030.
Target tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membawa prestasi karate Bandung Barat semakin bersaing di tingkat Jawa Barat hingga nasional.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







