Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Tower BTS di Bekasi, 10 Orang Tewas 20 Diantaranya Luka

- Penulis

Rabu, 31 Agustus 2022 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 10 orang tewas dan 20 alami luka pada peristiwa kecelakaan maut yang melibatkan truk tronton menabrak tower BTS di Kranji, Bekasi. Rabu (31/08/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bekasi, SekitarKita.net,- Dikabarkan sebanyak 10 orang tewas dan 20 orang alami luka akibat kecelakaan yang melibatkan truk trailer menabrak tiang tower BTS di jalan Sultan Agung, Kranji, Bekasi Barat.

Dirlantas Polda Metro Kombes Latief Usman mengatakan, dugaan sementara truk alami rem blong.

“Diduga rem blong,” ujar Kombes Latief Usman kepada wartawan, Rabu (31/8/2022).

Data yang dihimpun, jumlah korban sampai saat ini secara keseluruhan ada 30 orang, untuk korban yang meninggal dunia 10 orang.

Saat ini korban sudah dievakuasi dan petugas kepolisian tengah berada di lokasi guna mengamankan situasi.

Sementara itu, TMC Polda Metro Jaya sebelumnya menginformasikan peristiwa kecelakaan maut tersebut yang merona tiang tower BTS.

Proses evakuasi kendaraan yang tertimpa tower BTS 

“Terjadi kecelakaan truk mengalami rem blong dan menabrak tiang BTS roboh dan menimpa kendaraan di JI. Sultan Agung Kota Baru Bekasi Barat. Saat ini sedang dalam penanganan petugas laka lantas Kota Bekasi,” tulis pada keterangan TMC Polda Metro.

Baca Juga:  Gagal dicalonkan kembali Bupati KBB, Hengky Kurniawan pilih pulang kampung ke Blitar

Kecelakaan maut melibatkan truk trailer terjadi tepat di depan SDN Kota Baru II dan Ill Bekasi Barat, pada Rabu (31/8) sempat alami kemacetan panjang didua arah.

Saat ini seluruh korban, baik korban luka maupun meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Ananda dan RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.***(Abdul)

Sumber: TMC Polda Metro Jaya

copyright by Sekitar Kita



Berita Terkait

Fenomena Hujan Kapur Viral di Cipatat, DLH KBB Mulai Periksa Perusahaan Penghasil Debu
Fraksi PDIP KBB Semprot Kinerja SKPD, Minta Bupati Jeje Larang Kadis Mangkir Rapat Paripurna
Realisasi APBD Bandung Barat 2025 Tembus 98,58 Persen, Pendapatan Rp3,39 Triliun Berbuah Opini WTP BPK
Eceng Gondok Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali, Bupati Bandung Barat Dukung Aksi PLN Indonesia Power
Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:22 WIB

Fenomena Hujan Kapur Viral di Cipatat, DLH KBB Mulai Periksa Perusahaan Penghasil Debu

Senin, 29 Juni 2026 - 20:29 WIB

Fraksi PDIP KBB Semprot Kinerja SKPD, Minta Bupati Jeje Larang Kadis Mangkir Rapat Paripurna

Senin, 29 Juni 2026 - 15:12 WIB

Realisasi APBD Bandung Barat 2025 Tembus 98,58 Persen, Pendapatan Rp3,39 Triliun Berbuah Opini WTP BPK

Senin, 29 Juni 2026 - 13:59 WIB

Eceng Gondok Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali, Bupati Bandung Barat Dukung Aksi PLN Indonesia Power

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Berita Terbaru