Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia

- Penulis

Kamis, 15 Agustus 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Santoso Mengangkat Martabat Dunia Penerbangan Indonesia

[ad_1]

Dr.Ir. Agus Santoso, MSc., lahir di Solo pada 4 Agustus 1958, adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah larangan penerbangan Indonesia. Dengan dedikasinya, ia telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan reputasi dunia penerbangan nasional di mata internasional.

Memulai karirnya setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus langsung terjun ke dunia penerbangan kebersamaan dengan berkembangnya industri teknologi tinggi di Indonesia serta kerja sama erat antara ITB dan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dalam memajukan kedirgantaraan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketertarikan Agus terhadap dunia penerbangan tidak lepas dari pengaruh mantan Presiden RI, Profesor BJ Habibie, yang memelopori program berteknologi tinggi di Indonesia. Hal ini mendorong Agus untuk mendalami bidang tersebut
struktur pesawat terbang, di mana ia berperan sebagai analis struktur dan insinyur pengujian struktur pesawat. Kontribusinya pada pengembangan pesawat N 212 dan CN 235 menjadi salah satu tidak penting dalam karier awalnya.

Agus kemudian dapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan studi magister di Ecole Nationale de l'Aviation Civile (ENAC) dan ENSICA di Prancis, sebuah langkah yang membuka karakteristik barunya dalam dunia penerbangan. Sepanjang masa studi di Eropa, ia tidak hanya memperdalam ilmunya namun juga menjalin koneksi dengan para mahir teknologi tinggi.


Jerih payahnya menimba ilmu di negeri orang semakin tersemangati ketika kemudian ia dibantu rekan kuliahnya di Ecole yang sama yang berlatar belakang ilmu komputer lulusan teknik Informatika ITB, sinergi profesional ini menghasilkan kebijakan kebijakan dalam konsep keselamatan penerbangan Indonesia. Rekan seprofesi ini dia yang kelak menjadi pendamping hidupnya.

Baca Juga:  Gol Tunggal Jens Raven Antar Garuda Muda Juara Kedua Kalinya di Piala AFF U-19 2024

Setelah menghentikan studinya di Prancis, Agus kembali ke Indonesia dengan semangat baru dan wawasan yang lebih luas. Ia diberi kepercayaan oleh Prof. Habibie untuk berperan sebagai regulator penerbangan, bukan sebagai produsen lagi. Kariernya sebagai regulator berawal dari posisi Inspektur Kelaikudaraan Pesawat, yang kemudian berkembang menjadi Kepala Seksi, Kepala Bagian Perencanaan, Direktur Bandar Udara, Kepala Badan Kebijakan Transportasi, mencapai sampai puncak jabatan regulator yaitu sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Udara di Kementerian Perhubungan, maka dari itu ia disebut sebagai pejabat karir.

Sebagai Dirjen Perhubungan Udara, Agus bertekad pada tantangan besar untuk meningkatkan keselamatan dan reputasi penerbangan Indonesia. Dengan ketelatenan dan dedikasinya, ia melakukan inspeksi lapangan secara langsung, yang membantu menemukan solusi tepat untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Hasilnya adalah peningkatan yang signifikan dalam nilai ICAO kepatuhan keselamatan Indonesia dari di bawah 50 menjadi di atas 80, sebuah pencapaian yang fantastis.

Prestasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi Indonesia di mata internasional namun juga menghasilkan hasil konkret berupa sanksi sanksi dari Uni Eropa, yang sepanjang 11 tahun melarang maskapai penerbangan Indonesia yang terbang di wilayahnya. Agus menerima penghargaan dari Uni Eropa ketika itu dengan sebutan “Pencapaian Tertinggi dalam Keselamatan Penerbangan” dan dari Presiden ICAO yang berkantor di Kanada atas prestasinya dalam menciptakan “Mengakhiri Keselamatan Penerbangan“dan “Kecelakaan deadly tanpa penumpang” sepanjang masa jabatannya tak ada penumpang meninggal sebab kecelakaan. Keberhasilan ini diakui oleh Presiden Joko Widodo yang menyebutkan sanksi pencabutan Uni Eropa sebagai “Kado Terindah Lebaran untuk Indonesia di tahun 2018” dalam unggahannya di Instagram Kepresidenan.

Baca Juga:  Jangan Lupa! Tiket Kereta API Lebaran 2025 Suda Mulai Dapat Dipesan Setiap Pukul 00.00 Wib

Setelah pensiun dari jabatan Dirjen pada usia 60 tahun, Agus terus menerus berkontribusi bagi dunia penerbangan. Ia masih aktif sebagai Komisaris Utama di beberapa BUMN, termasuk PT Garuda Indonesia, Airnav Indonesia, Angkasa Pura II, dan Bandara Angkasa Pura I.

Perannya kini di tahun 2024 sebagai Dewan Komisaris di InJourney Aviation Services and products, sebuah lembaga baru yang bertindak sebagai penyelenggara layanan penerbangan untuk rutinitas penerbangan di Indonesia, menegaskan komitmennya dalam memajukan industri penerbangan darat. Dalam jangka panjang di BUMN ia bekerja dalam Komite Audit sebab dia ingin menerapkan Efisiensi dan efektivitas di BUMN melalui jargon kombinasi “Pemimpin Biaya dalam Kepatuhan terhadap Regulasi” Menjadikan investasi terarah yang optimum bagi BUMN.

Selain itu, Agus juga aktif menulis dan berbagi pemikirannya mengenai dunia penerbangan. Salah satu tulisannya yang menarik di penghujung pemerintahan Jokowi tahun 2024 dengan isu penutupan 17 Bandara Internasional di Indonesia adalah artikel opininya di majalah GATRA berjudul “Membaca Arah Presiden tentang Pembatasan Jumlah Bandara Internasional di Indonesia,” yang diterbitkan pada 11 Agustus 2021 membuat orang faham terhadap kebijakan pemerintah yang kadang-kadang terlihat kontroversial walaupun tujuannya benar. Melalui tulisan-tulisannya, Agus berusaha untuk terus menyumbangkan wawasan dan pemikirannya mendorong kemajuan industri penerbangan nasional.

Alternatifnya, Agus juga menaruh perhatian pada keselamatan penerbangan, mengutip dari majalah GATRA yang terbit 22 Agustus 2018 berjudul “Keselamatan Penerbangan Kawal Konektivitas”. Agus menyampaikan bagaimana menerapkan strategi yang tepat dalam menghadapi EU yang berawal dari memperbaiki pekerjaan rumah dengan Amerika dari sisi 3 Annexes dan Indonesia akan naik ke FAA Kategori 1. Lalu, juga dengan cara merombak secara pesat dari berbagai lini seperti peraturan peraturan-undangan (legislasi dan regulasi) diperbaiki menyesuaikan standar internasional. Hal ini tentu saja akan mengacu pada keselamatan penumpang utama dengan demikian maka akan memberikan dampak berganda bagi pertumbuhan di sektor ekonomi, industri pariwisata, perdagangan dan investasi.

Baca Juga:  Surga Kolektor Kartu Koleksi di Indonesia

Di balik kesibukannya yang padat, Agus mempunyai kegemaran membantu istri memasak, sebuah hobi sampingan sang istri sejak masa studinya di Eropa. Ia menikmati bereksperimen dengan berbagai resep masakan, mulai dari kuliner Italia dan Prancis mencapai makanan khas Indonesia seperti bakso Wonogiri. Hobi ini tidak hanya memberikan kesenangan pribadi namun juga menjadi cara baginya untuk menyampaikan kreativitas di luar dunia penerbangan tetapi tetap terhubung sebab ide awalnya ingin melengkapi menu dalam penerbangan sepanjang penerbangan maupun front room di terminal bandara dengan menu ketimuran yang digemari yakni bakso.

Dengan segudang prestasi dan dedikasinya, Agus Santoso telah mengukir namanya dalam sejarah dunia penerbangan Indonesia, membawa industri ini menuju era baru yang lebih berkeselamatan, aman, nyaman, maju, dan terpercaya. Warisannya sebagai seorang pemimpin visioner dan pelopor keselamatan penerbangan akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

[ad_2]
Sumber:
https://vritimes.com/{id}/articles/fc9290e3-238d-11ed-800e-0a58a9feac02/0ec8f339-5ab5-11ef-81cd-0a58a9feac02



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru