Puluhan Siswa Keracunan MBG, Oknum Kepala SPPG Diduga Menghindari Jurnalis di SMK Cihampelas KBB

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan siswa SMK 1 Cihampelas KBB keracunan makanan santap program MBG (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Puluhan siswa SMK 1 Cihampelas KBB keracunan makanan santap program MBG (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id– Insiden tidak mengenakkan kembali dialami sejumlah jurnalis saat melakukan peliputan kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Para wartawan yang hendak meminta keterangan Kepala SPPG Desa Mekarmukti di SMKN 1 Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, diduga dihalang-halangi oleh tiga rekannya.

Situasi sempat memanas di tengah lalu-lalang ambulans dan tenaga medis yang sibuk menangani puluhan siswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oknum Kepala SPPG yang awalnya mencoba menghindari wawancara, akhirnya berhasil dicegat wartawan. Namun, keterangannya masih terbatas.

Diduga Kepala SPPG Desa Mekarmukti yang belum disebutkan namanya, Rabu (24/9/2025).
Diduga oknum Kepala SPPG Desa Mekarmukti yang belum disebutkan namanya, Rabu (24/9/2025).

“Bukan bungkam, nanti saja keterangan lengkapnya. Masih evaluasi, dan untuk sementara kegiatan MBG dihentikan dulu sampai menunggu hasil laboratorium keluar,” ujar Oknum Kepala SPPG yang belum disebutkan namanya, Rabu (24/9/2025).

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan massal kembali terjadi dan menimpa 65 siswa SMKN 1 Cihampelas KBB. Para siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG.

Asep, Kasubag TU Puskesmas Cihampelas, mengungkapkan bahwa dari total korban, 36 siswa dilarikan ke RSUD Cililin, puskesmas, dan klinik terdekat. Sementara sisanya dirawat di posko kesehatan sekolah atau dibawa pulang.

Baca Juga:  Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Related Posts

“Total terdampak ada 70 siswa, dan 35 di antaranya sudah bisa pulang dari posko,” jelas Asep.

Puluhan siswa SMK 1 Cihampelas KBB keracunan makanan santap program MBG (foto: Abdul Kholilulloh)
Puluhan siswa SMK 1 Cihampelas KBB keracunan makanan santap program MBG (foto: Abdul Kholilulloh)

Namun, kapasitas RSUD Cililin terbatas sehingga sebagian korban harus dirujuk ke rumah sakit lain, yakni RS Karisma (15 bed), RSUD Cibabat (30 bed), dan RSIA Azahra. RSUD Dustira juga menyatakan siap menampung pasien tambahan.

“Kami juga menanyakan kepada orang tua korban, mereka ingin anaknya dirujuk ke rumah sakit mana supaya lebih cepat penanganannya,” lanjutnya.

Jumlah korban keracunan terus bertambah. Beberapa siswa yang sempat dipulangkan kembali dibawa ke posko darurat karena kondisi memburuk.

Bahkan, sejumlah siswa mengalami gejala berat seperti kejang-kejang, sesak napas, hingga menangis kesakitan.

Kepala SMKN 1 Cihampelas, Sudirman, menyatakan kekecewaannya terhadap kualitas makanan MBG yang seharusnya menyehatkan, namun justru menimbulkan insiden massal.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Listrik, Ratusan Rumah Terbakar Satu Korban Meninggal Dunia di Jakarta

“Kami sangat prihatin dan kecewa, makanan yang seharusnya menyehatkan malah membuat anak-anak sakit,” tegasnya.

Kasus ini menambah panjang daftar insiden keracunan massal akibat program MBG di Bandung Barat.

Masyarakat menilai pelaksanaan program tersebut minim pengawasan dan belum menjamin kualitas makanan yang aman untuk dikonsumsi siswa.

“Anak saya jadi korban (MBG), kapok kalau kayak gini mending bawa makanan dari rumah,” singkat Fitri, orang tua siswi SMK 1 Cihampelas.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi
Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung
BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat
Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya
Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:07 WIB

IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:18 WIB

IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Berita Terbaru