Bandung Barat | SekitarKita.id,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui, Dinas Sosial (Dinsos) KBB memberikan bantuan sepuluh ekor ayam untuk dipelihara oleh Sukiman (34) beserta keluarganya. Hal itu dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga tersebut.
Pasca video viral di jejaring media sosial (medsos) Sukiman dan Siti Sopiah warga kampung Legoknangka, RT02/RW09, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) tinggal satu atap dengan kandang domba, kini bantuan terus mengalir.
Kepala Dinas Sosial KBB, Ridwan Abdullah mengatakan, usai mendapatkan informasi kondisi rumah yang bersangkutan pihaknya langsung menurunkan tim ke rumah Sukiman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami setelah mendapatkan informasi tentang rumah pak Sukiman. Pada Minggu, langsung menurunkan tim ke lokasi dan mengecek kondisi rumah Sukiman yang tinggal di kandang domba,” kata Ridwan saat ditemui SekitarKita.id usai kunjungan dikediaman Sukiman, Selasa (6/2/2024).
Ridwan menyebut, selanjutnya pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disperkim KBB sesuai arahan dari Pj Bupati Bandung Barat (Arsan Latif) untuk menangani rumah milik Sukiman tersebut.
“Tentu kita tidak tinggal diam karena harus ada prosedur-prosedur yang harus di tempuh, terkecuali bencana (darurat),” katanya.
“Kalau ini kan sifatnya insidentil maka harus ada proses yang harus dilalui, kemarin sempat turun tim dari Disperkim KBB, Dinsos KBB, Kemensos RI, tim PKH,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya saat ini memberikan bantuan sepuluh ekor ayam untuk dikembangkan yang terdiri dari dua ayam jantan dan delapan betina beserta kandangnya.
“Kemudian bantuan untuk alat rumah tangga, seperti kasur, lemari, alat sekolah untuk anaknya dan juga memberikan bantuan usaha untuk ibu membuat usaha kue basah. Kami dari Dinsos KBB terus berkomitmen untuk membantu permasalahan yang ada di masyarakat khususnya kepada keluarga Sukiman. Kami berharap kedepannya bisa mandiri dalam menjalankan usahanya,” tegasnya.
Sementara itu, dirinya menyinggung terkait bantuan rutilahu sudah diupayakan dan diurus oleh Disperkim KBB. Namun demikian, ada prosedur-prosedur yang harus ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Kami akan terus mendampingi keluarga Sukiman agar bisa mandiri dan memiliki usaha yang nantinya bisa dikembangkan.Pak Sukiman baru terdata di penduduk kampung Legoknangka ini sekitar Desember 2023 kemarin,” bebernya.
Ia menyebut, saat ini pihaknya akan segera membuat kajian hasil asesmen agar keluarga tersebut bisa masuk di data DTKS. Sementara itu, untuk masuk data DTKS harus melalui proses yang harus dilalui.
“Kami akan bekerjasama dengan pihak Desa dan Kecamatan untuk segera direkomendasikan keluarga pak Sukiman untuk segera masuk ke data DTKS supaya kedepannya data bantuan-bantuan sosial itu lebih mudah dan itu juga syarat mendapatkan bantuan harus terdata di DTKS,” tandasnya.
Liputan khusus: SEKITARKITA.ID
Editor: Abdul Kholilulloh








