Aliansi Masyarakat Bongkar Kepentingan di Birokrasi Bandung Barat, Minta Aparat Turun Tangan

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Birokrasi Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali jadi sorotan publik. Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025).

Massa menuntut penegakan hukum atas dugaan penyalahgunaan jabatan, korupsi, hingga praktik “bancakan” proyek di lingkungan pemerintahan daerah.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi di Pemkab Bandung Barat, Asep Herna, menyebut tata kelola pemerintahan saat ini tidak lagi berbasis meritokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukan lagi meritokrasi yang dipakai, tetapi kedekatan, uang, dan tekanan. Akibatnya banyak pejabat profesional tersingkir tanpa alasan jelas,” ujarnya.

Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh
Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh

Menurut Asep, terdapat dugaan kuat adanya oknum elite Pemkab Bandung Barat yang terlibat dalam permainan proyek fisik dan program sosial. Ia bahkan menyebut adanya manipulasi dokumen dan intervensi audit demi melindungi pelaku.

Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh
Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh

“Dokumen diubah, data dimanipulasi, audit dipermainkan, dan pelaku justru dilindungi,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar), Agus Satria, menuntut Kejati turun tangan menindaklanjuti laporan masyarakat yang selama ini mandek.

Baca Juga:  Kompak! 4 Ribu Ulama dan Habaib Turun Gunung Dukung Paslon EDUN di Pilbup KBB

“Kejati jangan hanya menerima laporan lalu membiarkannya mengendap. Inspektorat seolah jadi stempel legalitas, bukan pelindung integritas,” kata Agus.

Agus menilai birokrasi Bandung Barat telah kehilangan arah, karena jabatan strategis diisi bukan untuk pelayanan publik, melainkan memperkuat kekuasaan kelompok tertentu.

Asisten III Administrasi Umum Pemkab Bandung Barat, Rini Sartika, menemui masa aksi Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat di Kantor Bupati Bandung Barat, pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh
Asisten III Administrasi Umum Pemkab Bandung Barat, Rini Sartika, menemui masa aksi Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat di Kantor Bupati Bandung Barat, pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh

Ia meminta Kejati membuka kembali seluruh laporan lama serta menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara berkala kepada masyarakat.

“Kejati harus memanggil dan memeriksa pejabat yang diduga terlibat permainan proyek, mark up anggaran, dan suap jabatan. Jika terbukti, kasusnya harus langsung naik ke penyidikan tanpa kompromi,” tegasnya.

Agus memperingatkan bahwa jika aparat penegak hukum diam, masyarakat akan bersuara lebih keras.

“Birokrasi harus bersih, korupsi harus dihukum, dan Bandung Barat harus diselamatkan!” tandasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Asisten III Administrasi Umum Pemkab Bandung Barat, Rini Sartika, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menampung seluruh aspirasi massa.

“Tuntutannya ada 13 poin. Insyaallah aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami tindak lanjuti dan sampaikan kepada Bupati,” ujarnya singkat.

Baca Juga:  Gempa Mag 5.5 Guncang Banten, Terasa Hingga Depok dan Bogor, Warganet: Tangerang Getar Banget

Rini menegaskan, setiap aspirasi dari masyarakat akan diteruskan kepada instansi terkait, termasuk Satpol PP dan Bakesbangpol KBB.

“Pegang kata-kata saya, semua akan kami sampaikan langsung kepada Bupati,” tegasnya.

Asisten III Administrasi Umum Pemkab Bandung Barat, Rini Sartika, menemui masa aksi Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat di Kantor Bupati Bandung Barat, pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh
Asisten III Administrasi Umum Pemkab Bandung Barat, Rini Sartika, menemui masa aksi Gabungan Aliansi Masyarakat Bandung Barat di Kantor Bupati Bandung Barat, pada Senin (13/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh

Tuntutan Bersih-Bersih Birokrasi Bandung Barat Menguat:

Aksi ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap birokrasi Bandung Barat semakin menurun. Aliansi masyarakat menuntut:

Penegakan hukum tanpa tebang pilih

-Audit terbuka terhadap proyek fisik dan program sosial

-Transparansi pengisian jabatan strategis

-Penguatan integritas inspektorat

-Tindak lanjut seluruh laporan masyarakat

Masyarakat berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas untuk membersihkan birokrasi Bandung Barat dari praktik korupsi dan kepentingan kelompok.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan
Dugaan Pemecatan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen: Klarifikasi Kepsek Dinilai Kontradiktif
Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas
Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”
Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen
Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:59 WIB

Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya

Senin, 22 Juni 2026 - 20:46 WIB

Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16 WIB

Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dugaan Pemecatan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen: Klarifikasi Kepsek Dinilai Kontradiktif

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB