Bangkitkan Ekonomi Peternak, Dispernakan KBB Kembangkan Sentra Sapi Perah di Wilayah Selatan

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengembangan peternakan sapi perah di wilayah selatan, yang digarap langsung oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB. (Foto: Instagram (dispernakan_kbb)

i

Pengembangan peternakan sapi perah di wilayah selatan, yang digarap langsung oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB. (Foto: Instagram (dispernakan_kbb)

SEKITARKITA.id — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menggencarkan upaya pemerataan pembangunan ekonomi daerah.

Salah satu langkah strategis yang kini dikembangkan adalah pengembangan peternakan sapi perah di wilayah selatan, yang digarap langsung oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB.

Program ini menjadi bagian dari strategi pengembangan terpadu untuk mempercepat peningkatan produksi susu sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat yang memiliki potensi tinggi di sektor agribisnis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip sekitarkita.id dari koran-gala.id Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti, menjelaskan bahwa program pengembangan sapi perah di wilayah selatan sudah mulai dirintis sejak tahun lalu.

Pengembangan peternakan sapi perah di wilayah selatan, yang digarap langsung oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB. (Foto: Instagram (dispernakan_kbb)
Pengembangan peternakan sapi perah di wilayah selatan, yang digarap langsung oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB. (Foto: Instagram (dispernakan_kbb)

Langkah awal dimulai dengan studi kelayakan oleh tim konsultan yang meneliti potensi Kecamatan Gununghalu sebagai lokasi utama pengembangan.

“Kita mulai dari kajian mendalam, bukan hanya melihat apakah sapi bisa hidup di sana, tapi juga melihat kesiapan masyarakatnya — apakah mereka mau terlibat dan bagaimana dampak sosialnya,” ujar Wiwin kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Baca Juga:  Book Eras Tour Taylor Swift Mencatat Penjualan Besar Selama Minggu Pertama – Data Pemuat

Karena itu, kesiapan sosial warga menjadi salah satu aspek penting yang dikaji sejak tahap awal.

“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar siap berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi baru di sektor peternakan sapi perah,” tambahnya.

Hasil kajian menunjukkan bahwa Gununghalubmemiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra baru sapi perah di Bandung Barat.

Kawasan ini memiliki kondisi geografis yang sejuk, lahan luas, serta infrastruktur jalan yang kini semakin memadai.

“Prinsipnya, kalau ada kebun teh, sapi perah bisa hidup di sana. Di Gununghalu juga sudah ada UPT kami, dan sekarang mulai ada kelompok yang siap menjalankan program ini,” jelas Wiwin.

Selain itu, konsep peternakan ramah lingkungan menjadi fokus utama dalam program ini. Limbah ternak akan diolah menjadi pupuk organik agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

“Kotoran ternak wajib diolah. Minimal bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik untuk warga sekitar,” ujarnya.

Selama ini, Bandung Barat dikenal sebagai salah satu daerah penghasil susu terbesar di Jawa Barat, meski produksinya masih didominasi wilayah utara seperti Cisarua, Parongpong, dan Lembang.

Baca Juga:  Bupati Hengky Gelontorkan Ribuan Bibit ikan Lele ke Ponpes di Bandung Barat

Berdasarkan data Dispernakan, saat ini terdapat sekitar 21.865 ekor sapi perah dengan produksi mencapai 145 ton susu per hari.

Dengan hadirnya pusat pengembangan baru di wilayah selatan, diharapkan sirkulasi ekonomi dapat lebih merata dan tidak hanya berpusat di kawasan utara.

“Produksi di utara sudah tinggi, jadi kini kita fokus mengembangkan sirkulasi ekonomi di wilayah selatan,” tutup Wiwin.

Program pengembangan sapi perah oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat diarahkan untuk menciptakan sentra ekonomi baru di wilayah selatan, khususnya Gununghalu.

Dengan pendekatan sosial, teknis, dan lingkungan, program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Bandung Barat sebagai lumbung susu Jawa Barat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Koran-gala.id

Berita Terkait

Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat
Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi
Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026
Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah
Ketua Viking Tobias Ginanjar Sayidina Resmi Pimpin KONI KBB Periode 2026–2031
Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Optimal, Bupati Bandung Barat Lantik Pj Sekda Sementara
Mobil Brio Kuning Masuk Parit di Kompleks Pemda Bandung Barat, Balita Luka Ringan
Peringati Hardiknas dan Harkitnas 2026, Bupati Jeje Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Kebangkitan SDM

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:59 WIB

Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:46 WIB

Bojan Hodak Sebut Beckham Putra dan Federico Barba Layak Raih Penghargaan Bergengsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:37 WIB

Selamatkan Warisan Sunda, Bandung Barat Targetkan Verifikasi Naskah Kuno Pertama di 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:26 WIB

Bupati Bandung Barat Dorong Musorkab KONI 2026 Perkuat Prestasi Atlet Daerah

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:30 WIB

Ketua Viking Tobias Ginanjar Sayidina Resmi Pimpin KONI KBB Periode 2026–2031

Berita Terbaru