Banjir Bandang Sumatera Utara Lukai Warga: Desa Sipange Tukka Terisolasi dan Butuh Bantuan Mendesak

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada Selasa, 25 November 2025 (foto: Ronald/ sekitarkita.id)

i

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada Selasa, 25 November 2025 (foto: Ronald/ sekitarkita.id)

SEKITARKITA.id- Banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada Selasa, 25 November 2025, meninggalkan luka mendalam bagi warga yang terdampak, terutama di Desa Sipange, Kecamatan Tukka.

Bencana alam ini menyebabkan hampir seluruh wilayah desa rusak parah, bahkan disebut mencapai hampir 100 persen kerusakan.

Bencana banjir bandang yang terjadi tiba-tiba itu menghantam permukiman warga, merusak rumah, fasilitas umum, lahan pertanian, hingga akses jalan menuju desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Desa Sipange mengaku masih syok dan berduka atas musibah besar ini, terlebih karena desa mereka kini berada dalam kondisi terisolasi total.

Warga yang terdampak banjir bandang, terutama di Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (foto: Ronald/ sekitarkita.id)
Warga yang terdampak banjir bandang, terutama di Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (foto: Ronald/ sekitarkita.id)

Beberapa kampung di dalam Desa Sipange turut terdampak berat, seperti Sipange Julu, Gunung Tua, dan Sibaganding, yang hingga kini masih kesulitan terhubung dengan wilayah luar.

Bantuan Masih Minim, Warga Bertahan dengan Persediaan yang Menipis

Pada 30 November 2025, bantuan udara sempat dikirimkan ke wilayah terdampak. Namun warga menyampaikan bahwa distribusi bantuan tersebut belum menjangkau seluruh kampung di Sipange.

Baca Juga:  Percepatan turunkan angka stunting, DPPKB Karawang: Rp5,6 miliar untuk kuota internet TPK

“Bantuan baru datang satu kali dan tidak merata, padahal desa terdiri dari banyak kampung dengan kondisi yang sama-sama kritis,” kata Ronald saat dihubungi redaksi sekitarkita.id, Rabu 3 Desember 2025.

Ia menyebut, warga kini berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat segera mengirimkan bantuan logistik secara menyeluruh.

“Saat ini warga membutuhkan terutama kebutuhan pokok seperti, makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, perlengkapan bayi, perlengkapan sanitasi,” ujarnya.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada Selasa, 25 November 2025 (foto: Ronald/ sekitarkita.id)
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada Selasa, 25 November 2025 (foto: Ronald/ sekitarkita.id)

Dikatakan Ronald, kondisi paling mendesak adalah permintaan warga agar akses jalan darat segera dibuka, karena jalur utama yang rusak parah membuat bantuan tidak dapat masuk secara optimal.

Saat ini beberapa relawan dan tokoh masyarakat berupaya menyalurkan bantuan seadanya melalui jalur darat dengan berjalan kaki selama kurang lebih dua jam.

“Medan yang berat dan penuh lumpur membuat proses distribusi sangat lambat dan melelahkan,” jelasnya.

Meski akses fisik terhambat, kata Ronald, warga Desa Sipange tetap berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat untuk membuka jalur darat, agar penyaluran bantuan dapat berlangsung lancar tanpa hambatan.

Baca Juga:  Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Warga yang terdampak banjir bandang, terutama di Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (foto: Ronald/ sekitarkita.id)
Warga yang terdampak banjir bandang, terutama di Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (foto: Ronald/ sekitarkita.id)

Tokoh Masyarakat Bergerak: Galang Dana untuk Warga Sipange

Salah satu tokoh masyarakat Desa Sipange menginisiasi penggalangan dana untuk membantu para korban yang kehidupannya sangat terdampak.

“Bantuan bisa disalurkan melalui, Rekening: 7571047296, atas nama: Angelita Octovina Putri, nomer DANA: 082277841788,” ungkapnya.

Dana yang masuk saat ini sudah mulai disalurkan meski terkendala akses dan biaya. Bantuan tetap dikirimkan secara bertahap, namun masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga.

Kisah pilu ini di ceritakan Ronald, salah satu anak korban banjir bandang yang orang tuanya masih berada di Sipange Julu.

Ia mengharapkan ibunya, Lemawan Hutabarat (Op. Grace/Tukang jahit), segera mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun petugas lapangan.

Sudah hampir satu pekan Ronald menerima kabar bahwa keluarganya di Sipange Julu belum mendapat bantuan sama sekali.

Persediaan makanan di kampung tersebut disebut telah mulai menipis dan bahkan hampir habis total.

Ronald berharap pemerintah maupun aparat di Kabupaten Tapanuli Tengah dapat mengirim bantuan melalui jalur darat maupun helikopter agar ibunya dan warga lainnya dapat segera bertahan hidup di tengah kondisi kritis.

Baca Juga:  Gempa M 5,3 di Sukabumi Berdampak ke Kabupaten Bandung Barat, Benteng SDN Tipar Ambruk

Bencana banjir bandang yang menelan banyak korban jiwa dan menyebabkan kerusakan material hampir menyeluruh ini telah menempatkan Desa Sipange sebagai salah satu wilayah paling terdampak di Kecamatan Tukka.

“Warga berharap adanya, bantuan cepat dan merata, pembukaan akses jalan darat, penanganan medis dan logistik, serta perhatian serius dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan,” jelas dia.

“Semoga kondisi di Desa Sipange segera pulih, dan seluruh korban dapat menerima bantuan yang layak untuk melanjutkan kehidupan di tengah musibah yang melanda,” kata Ronald menandaskan.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Sumber warga

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG
Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026
Kembali Satpol PP KBB Bidik 17 Bangli di Padalarang, Rumah Mewah hingga Bangunan TK Bakal Dibongkar
KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan
Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:47 WIB

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Jumat, 18 September 2026 - 19:13 WIB

Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026

Jumat, 18 September 2026 - 08:48 WIB

Kembali Satpol PP KBB Bidik 17 Bangli di Padalarang, Rumah Mewah hingga Bangunan TK Bakal Dibongkar

Rabu, 16 September 2026 - 08:51 WIB

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Berita Terbaru

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Bandung Barat

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:47 WIB