Percepatan turunkan angka stunting, DPPKB Karawang: Rp5,6 miliar untuk kuota internet TPK

- Penulis

Selasa, 12 Desember 2023 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | SekitarKita.id,- Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Karawang terus berupaya menurunkan angka stunting menjadi satu digit di tahun 2023 ini.

Dalam upaya tersebut, TPPS Karawang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang menerjunkan 1.879 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Kader KB, Bidan, dan PKK dengan jumlah 5.637 orang.

Tim Pendamping Keluarga ini kemudian disebar ke 30 kecamatan di Karawang dan bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan melakukan surveilans atau pendampingan kepada sasaran keluarga berisiko stunting. Selain itu, Kader TPK di lapangan juga memiliki tugas tambahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dari membantu pendistribusian bantuan telur, makanan bergizi, hingga memfasilitas penyaluran bantuan sosial stunting dari pemerintah.

Dari sekian banyak tugas pokok dan fungsi TPK di lapangan, Kader TPK hanya menerima bantuan operasional dan bantuan kuota internet sebesar seratus ribu per bulan.

Nominal yang diterima oleh TPK itu bukan kewenangan TPPS Karawang maupun DPPKB Karawang. Angka tersebut merupakan anggaran yang diberikan oleh BKKBN kepada setiap pemerintah kabupaten/kota untuk program percepatan penurunan stunting.

Baca Juga:  Mahkamah Agung RI Gelar "Goes To School" di SMAN 1 Karawang: Pemanfaatan Medsos untuk Gen Z

Kepala DPPKB Karawang Sofiah menjelaskan, khusus untuk anggaran kuota internet kader TPK sudah tertuang dari anggaran yang digelontorkan BKKBN.

Sementara, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang hanya melaksanakan program yang sudah dirancang oleh pemerintah pusat.

“Dalam anggaran tersebut, dana sebesar Rp 5.637.000.000,- harus digunakan untuk kebutuhan kuota internet kader di lapangan,” kata Sofiah, Senin (11/12/2023).

Ia menyebut, pasalnya, dalam bekerja Kader TPK harus melaporkan hasil pendamingannya melalui aplikasi yang ditentukan BKKBN.

“Pulsa yang di injek kepada kader pendamping keluarga di peruntukan sebagai sarana dalam pengisian Aplikasi ELSIMIL serta memfasilitasi Kader TPK dalam melakukan alur pendampingan,” jelasnya.

Seperti merujuk ke Tenaga Kesehatan atau merujuk ke Desa agar sasaran mendapatkan bantuan sosial dan kebutuhan lainnya. Hal itu dilakukan setiap bulan oleh TPK sepanjang tahun.

Dalam pelaksanannya, kata Sofiah, pihak DPPKB Karawang melakukan Kerjasama dengan Bidang Barang dan Jasa Setda Karawang untuk membuka Kerjasama dengan provider internet sesuai kebutuhan selama masa program berlangsung.

Baca Juga:  Ngeri, Detik-detik motor masuk kolong bus di lampu merah Slawi Tegal

Dalam hal ini, pihak DPPKB Karawang maupun TPPS Karawang tidak terlibat dalam menentukan provider penyedia jasa layanan internet. Sebab dilakukan secara terbuka melalui Barang dan Jasa di Setda Karawang.

Dan tahun ini ditentukan kita menggunakan beberapa provider yaitu Indosat, Tri, Telkomsel, XL, Axis, dan Smartfren. Itu semua disesuaikan dengan daya tangkap signal di seluruh wilayah tugas Kader TPK di Karawang.

“Pulsa internet tersebut di injek langsung oleh provider ke nomor TPK yang sebelumnya sudah didaftarkan. Jadi tidak melalui Barjas, TPPS, maupun DPPKB Karawang,” ujarnya.

Dilanjutkannya, program ini dipastikan bakal kembali berlanjut di tahun 2024 mendatang. BKKBN sudah kembali menganggarkan kegiatan serupa di tahun depan dan DPPKB Karawang serta TPPS Karawang harus siap menjalankan apa yang sudah diperintahkan Presiden dalam program percepatan penurunan stunting.

“Karawang berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam upaya pecerpatan penurunan stunting, tahun ini kami target penurunan hingga satu digit dan di akhir 2024 nanti mudah-mudahan Karawang sudah zero stunting,” imbuhnya .

Baca Juga:  KPU Karawang: Hari Pertama Pendaftaran Pilkada Sepi, ini kata Mari Fitriana

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Karawang yang juga Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, peran TPK dalam program penurunan stunting ini sangat sentral.

Sebab, mereka yang bersentuhan langsung dengan keluarga yang memiliki anak stunting dan keluarga beresiko stunting.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua kader TPK yang sudah bekerja keras dalam upaya menurunkan stunting di Karawang,” ujar Aep.

Aep juga memberikan motivasi sekaligus semangat kepada para kader pendamping keluarga, agar semangat mereka dalam mengemban misi berat menurunkan angka stunting di Karawang bisa terus terjaga.

“Kami berharap, kinerja yang sudah baik ini dipertahankan. Agar angka stunting di Karawang menjadi satu digit di tahun 2023 ini sesuai instruksi dari ibu bupati,” tandasnya.***

 

Kontributor Karawang: Dik-dik 



Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru