Bantah Keracunan Menu MBG, Ketua Yayasan SMK Wika Padalarang: Cuman Lima Doang!

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima SMK Widya Karya (WIKA) dan SMP Karya Prestasi Mandiri (KPM) Kecamatan Padalarang dilarikan ke Puskesmas Jayamekar diduga keracunan makanan usai santap menu MBG

i

Lima SMK Widya Karya (WIKA) dan SMP Karya Prestasi Mandiri (KPM) Kecamatan Padalarang dilarikan ke Puskesmas Jayamekar diduga keracunan makanan usai santap menu MBG

SEKITARKITA.id – Ketua Yayasan SMK Widya Karya (WIKA) dan SMP Karya Prestasi Mandiri (KPM) Kecamatan Padalarang, Rastono, membantah isu keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sekolahnya.

Sebelumnya, lima siswa dari SMK WIKA dan SMP KPM diduga mengalami gejala mual dan pusing setelah menyantap menu MBG pada Rabu (15/10/2025) pagi.

Para siswa sempat mendapat perawatan di Puskesmas Jayamekar. Satu siswa pulang lebih awal, sementara empat lainnya dirawat hingga akhirnya seluruh korban dinyatakan membaik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut data dihimpun sekitarkita.id, sebanyak 87 siswa penerima manfaat program MBG mengonsumsi makanan sekitar pukul 09.00 WIB.

Lima SMK Widya Karya (WIKA) dan SMP Karya Prestasi Mandiri (KPM) Kecamatan Padalarang dilarikan ke Puskesmas Jayamekar diduga keracunan makanan usai santap menu MBG
Lima SMK Widya Karya (WIKA) dan SMP Karya Prestasi Mandiri (KPM) Kecamatan Padalarang dilarikan ke Puskesmas Jayamekar diduga keracunan makanan usai santap menu MBG

Menu yang disajikan berupa nasi putih, tempe goreng, sayur timun dan seledri, tahu keju telur, buah semangka, serta susu kemasan Ultra Milk. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berlokasi di Kampung Kepuh, Desa Padalarang.

Rastono menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa disebut keracunan massal.

“Kalau keracunan makanan, seharusnya semua siswa kena. Dari 87 penerima, hanya lima orang doang yang sakit. Dua dari SMK Wika dan tiga dari SMP KPM,” ujarnya.

Baca Juga:  Turnamen Voli DPRD Cup 2025 di Bandung Barat, Wadah Silaturahmi dan Aspirasi Rakyat

Ia mengungkapkan, kelima siswa yang sakit memiliki riwayat penyakit pencernaan. Bahkan, satu siswa diketahui memiliki maag kronis dan sering pingsan sebelum adanya program MBG.

“Khawatirnya ini bukan keracunan. Kata orang tua dulu, susu sama semangka enggak baik buat pencernaan,” tambahnya.

Plt Kepala Puskesmas Jayamekar, I’i, membenarkan adanya lima siswa yang dibawa untuk mendapatkan penanganan.

“Jam 12.00 WIB kami menerima dua pasien. Setelah tim ke sekolah, ditemukan tiga siswa lagi. Total lima orang,” jelasnya.

Mayoritas siswa mengeluh mual dan pusing. Tiga di antaranya memiliki riwayat penyakit bawaan.

“Sementara bukan berasal dari keracunan makanan MBG. Kami masih menunggu hasil laboratorium dari Dinkes Jawa Barat sekitar dua minggu,” tegas I’i.

Meski pihak sekolah membantah, kasus ini menambah daftar dugaan keracunan MBG di Kabupaten Bandung Barat, setelah sebelumnya terjadi di Kecamatan Cipongkor, Cihampelas, dan Cisarua. Publik mendesak evaluasi kualitas bahan makanan dan proses distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Dilokasi yang sama, Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan, menyatakan Forkompimcam bersama Polsek Padalarang telah meninjau lokasi dan memastikan kondisi siswa.

Baca Juga:  Tragis, kesaksian Aep warga Bekasi saat Vina Cirebon dibunuh 'bukan kecelakaan'

“Kelima korban sudah pulang. Kami juga menyiapkan posko di aula kecamatan untuk antisipasi korban MBG karena ruang puskesmas terbatas,” ujarnya.

Pihak kecamatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

“Korban memang punya histori penyakit, mudah-mudahan hasilnya aman,” tandasnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan nasional. Pemerintah diminta memperketat pengawasan dapur penyaji, distribusi menu, dan kelayakan gizi agar tujuan mulia program tidak tercoreng oleh insiden berulang.



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Angkot Terguling Usai Diarahkan Google Maps Via Jalur Ekstrem Sekecengek Batujajar KBB
CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 
Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2
Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix
Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Angkot Terguling Usai Diarahkan Google Maps Via Jalur Ekstrem Sekecengek Batujajar KBB

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:47 WIB

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix

Berita Terbaru