SEKITARKITA.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan segera melantik ratusan kepala sekolah tingkat SD dan SMP yang selama ini mengalami kekosongan jabatan.
Langkah ini dilakukan setelah keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) dari tiga menteri, yaitu Mendikbudristek, Mendagri, dan Kepala BKN, yang menjadi dasar hukum untuk pengisian jabatan kepala sekolah di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data Disdik KBB, tercatat 271 sekolah belum memiliki kepala sekolah definitif, terdiri dari 260 SD dan 11 SMP. Kekosongan jabatan tersebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada optimalisasi layanan pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rencananya, pelantikan dijadwalkan pada 23 Juni 2025,” ujar Kepala Dinas Pendidikan KBB, Asep Dendih, saat dikonfirmasi, Selasa 24 Juni 2025.
Asep menjelaskan, penundaan pelantikan sebelumnya disebabkan perubahan regulasi di tingkat pusat. Hal itu terjadi setelah terbitnya Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan aturan lama terkait mekanisme pengangkatan kepala sekolah.
Sebelumnya, hanya guru penggerak yang diprioritaskan dalam seleksi pengisian jabatan kepala sekolah (KSPS). Guru senior yang telah mengikuti diklat kepala sekolah tidak dapat diangkat meskipun memenuhi syarat.
“Dulu, guru senior yang sudah ikut diklat kepala sekolah tidak bisa diangkat karena seleksi KSPS hanya memprioritaskan guru penggerak,” jelas Asep.
Dengan regulasi terbaru tersebut, peluang pengangkatan kepala sekolah kini lebih terbuka. Baik guru penggerak maupun guru senior dapat diusulkan menjadi kepala sekolah, asalkan memenuhi persyaratan.
“Minimal pangkat golongan III/C, Usia di bawah 56 tahun saat pelantikan. Memiliki sertifikat pendidik,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan opsi pelantikan terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis (bimtek) selama 10 hari bagi calon kepala sekolah.
Asep menegaskan bahwa percepatan pelantikan kepala sekolah ini sangat penting karena berkaitan erat dengan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Percepatan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kelangsungan kegiatan belajar mengajar,” tandasnya.
Dengan terisinya ratusan jabatan kepala sekolah tersebut, Disdik KBB berharap manajemen sekolah dapat lebih optimal dan mutu pendidikan di Bandung Barat semakin meningkat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








