[ad_1]
Cara Meningkatkan Hasil Pengambilan Sampel Minyak Industri. Ada banyak sekali aspek yang bisa mempunyai pengaruh pada efektivitas program studi minyak industri, termasuk pemilihan batu ujitingkat alarm, kualitas laboratorium, bentuk gelombang sampel, lokasi sampel, dan aspek operasional peralatan, untuk menyebut beberapa di antaranya. Dua masalah umum yang dihadapi program mencakup pemilihan pengujian yang buruk dan lokasi port sampel yang buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian kedua hal ini bisa membingungkan hasil dan meminimalkan efektivitas analisis, lokasi sampel yang dipilih dengan tepat sangat penting untuk menyelesaikan tren perubahan kondisi peralatan. Kondisi minyak industri dan kontaminasi bisa dinilai dengan sampel yang diambil dari banyak sekali lokasi di sebagian besar reservoir. Tetapi, pengambilan sampel untuk bukti masalah mekanis mengharuskan sampel dikumpulkan dari lokasi yang mempunyai “bukti” masalah tertinggi. Buktinya tentu saja keausan logam.
Sesekali sampel dikumpulkan dari saluran bertekanan setelah clear out, alias dari saluran pembuangan ke dasar reservoir. Ini umumnya akibat lokasi tersebut memungkinkan pemasangan berbiaya rendah, akses mudah, dan pengumpulan sampel berbiaya rendah. Tetapi, posisi umum ini jauh dari ultimate akibat “bukti” bisa disaring atau dihilangkan dari oli industri, dengan begitu program hanya mempunyai informasi tentang sifat fluida. Port sampel harus segera dikonfigurasi untuk memungkinkan pengumpulan oli industri di dekat komponen mekanis maksudnya.
Baca Juga: Pengambilan Sampel Minyak Industri pada Sistem Sirkulasi
Setiap orang pasti pernah mendengar bagaimana tiga aspek utama yang mempunyai pengaruh pada transaksi genuine estat adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Konsep yang sama berlaku untuk program pemantauan kondisi peralatan/mesin berdasarkan studi minyak industri.
[ad_2]
Sumber: Deltalube
Source link








