Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,– Baru-baru ini warga Kabupaten Bekasi dibuat heboh dengan kabar miring dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Se-Kecamatan Tambun Selatan.
Bukan prestasi yang diraih, melainkan, aparatur desa diduga menghabiskan anggaran fantastis pada acara peningkatan kapasitas yang dikemas dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) BPD itu.
Acara bimtek yang berlangsung selama 2 hari di bilangan Sukabumi, Jawa Barat itu merogoh kocek sebesar Rp 25 juta per desa, jika dijumlahkan se- Kecamatan Tambun Selatan bisa menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mirisnya, kegiatan semegah dan semewah tersebut tanpa menggunakan Event Organizer (EO) atau pihak ketiga. Tentunya ini menjadi pertanyaan publik, siapa yang diuntungkan, dan apa manfaatnya?.
Melansir surat yang beredar pada Senin (18/12/2023), bernomor, 04 / FBPD / TBN / XI-2023. Perihal Pemberitahuan Bintek F BPD, surat berkop F BPD Tambun Selatan itu di tandatangani ‘DD’, tidak disertakan surat penawaran dari EO.
Fakta mencuat, dalam isi surat tersebut, kegiatan dilaksanakan dua hari dari Senin 18 Desember sampai Selasa 19 Desember 2023 bertempat di Lido Like Resort Hotel, Sukabumi, Jawa Barat, dengan biaya Rp 25.000.000 (Dua puluh Lima Juta) setiap desa.
Dikonfirmasi wartawan, tempat berlangsungnya acara tersebut membenarkan adanya kegiatan Bimtek dari Tambun Selatan. Dari informasi yang dikumpulkan FBPD Tambun Selatan memboking 37 kamar dengan type deluxe twin sharing.
“Untuk roomnya ada 37 dengan type deluxe twin. Ada 74 pack. Buget Rp 1 juta. Totalnya Rp 74 juta. Pembayaran pertama Rp 17 juta, kemudian ada masuk lagi 25 juta. Kurangnya Rp 32 juta,” kata staff hotel yang enggan disebutkan namanya itu.
Dikonfirmasi ditempat berbeda, terkait Bintek BPD itu, seorang staf desa mengakui tidak mendapatkan surat penawaran dari EO sebagai panitia penyelenggara.
“Kagak ada surat dari EO. Harusnya kan ada surat penawaran yang masuk ke desa sebagai dasar administrasi. Inimah cuma surat dari FBPD Tanbun, isinya ada acara Bimtek biaya Rp 25 juta,” kata staf itu.
Menanggapi hal ini, Ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa (FBPD) Tambun Selatan, Darju tidak menampik terkait biaya Rp 25 juta yang dibebankan tiap BPD per desa. Ia menjelaskan, acara tersebut sebagai sarana silahturahmi menjelang Pemilu agar tetap menjaga persaudaraan.
Fenomena Bimtek dengan menghabiskan anggaran fantastis diberbagai wilayah di Kabupaten Bekasi bukanlah hal yang tabuh. Bahkan hal ini dianggap biasa-biasa saja oleh para pejabat.
“Bintek ini biayanya paling murah, coba cek BPD di kecamatan lainnya pasti biayanya lebih dari ini. Kegiatan ini sebagai silahturahmi untuk lebih meningkatkan persaudaraan dalam pemilu tahun depan,” jelas Darju, Selasa.
Diketahui, kegiatan Bimtek BPD Tambun Selatan selama 2 hari di Sukabumi itu turut dihadiri Ketua FBPD Kabupaten Bekasi, Camat Tambun Selatan, Sofian Hadi, ASN dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi.***
Kontributor Bekasi: Aqila








