Curhat Pedagang Plastik di Bandung Barat: Harga Melonjak Gegara Perang Israel-Iran

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Tagog Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (Foto: Abdul Kholilulloh)

i

Pasar Tagog Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (Foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Siang itu, lorong Pasar Tagog Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tampak cukup ramai, lantai utama khususnya di blok sembako dan oleh-oleh.

Aktivitas jual beli berjalan seperti biasa dengan lalu lalang pembeli yang cukup padat.

Namun, kondisi berbeda terlihat di lorong lain. Salah satunya di lantai 2 kios yang menjual aneka plastik yang tampak lengang dan sepi pengunjung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pedagang bernama Fery terlihat santai duduk di kursi plastik sambil menghadap ke depan tokonya.

Tak banyak aktivitas yang ia lakukan selain menunggu pembeli datang. Saat pelanggan tak kunjung muncul, ia hanya bisa berdiam diri.

Pasar Tagog Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (Foto: Abdul Kholilulloh)
Pasar Tagog Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (Foto: Abdul Kholilulloh)

Fery, yang akrab disapa Ibu Fery, merupakan generasi kedua penjual plastik di Pasar Tagog Padalarang.

Ia telah meneruskan usaha keluarganya sejak tahun 2018 dan kini sudah hampir delapan tahun berjualan.

“Betul, lagi naik. Kenaikan Rp5 ribu untuk semua produk, seperti kantong kresek dan plastik kemasan cemilan. Kenaikan terjadi sejak puasa dan Lebaran,” ujar Fery saat ditemui, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga:  Gelar Reses, Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys singgung soal Infrastruktur 

Wanita berusia 52 tahun itu menyebutkan, kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak masa Ramadan dan belum juga mengalami penurunan hingga saat ini.

“Sudah beberapa kali naik, bertahap. Misalnya dari Rp5 ribu jadi Rp10 ribu,” tambahnya.

Seorang pedagang bernama Fery menunjukan jenis plastik yang mengalami kenaikan (foto: Abdul Kholilulloh)
Seorang pedagang bernama Fery menunjukan jenis plastik yang mengalami kenaikan (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurutnya, produk plastik yang dijual berasal dari berbagai sumber, baik dari penyuplai maupun pembelian langsung ke daerah seperti Cibadak dan Astanaanyar dan lainnya.

Namun, kenaikan harga membuatnya kerap menerima keluhan dari pelanggan.

“Kok terus naik, kok segini. Saya juga nggak tahu, dari sananya juga sudah naik,” tuturnya.

Dampak Perang Global Terasa Hingga Pasar Tradisional

Fery mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik ini diduga dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Ia menyebut perang yang melibatkan negara-negara besar berdampak langsung pada bahan baku plastik.

“Awalnya saya pikir nggak nyambung gara-gara perang. Ternyata bahan bakunya kena dampak,” ujarnya.

Ia pun menyadari bahwa konflik global memiliki efek luas hingga ke sektor usaha kecil.

Kenaikan harga bahan baku membuatnya harus mengurangi jumlah pembelian karena keterbatasan modal.

Baca Juga:  Massa jurnalis demo di Jakarta 'Revisi UU Penyiaran bikin korupsi makin ugal-ugalan'

“Memang benar naik terus. Saya jadi kurangi pembelian, karena berpengaruh ke modal,” katanya.

Untuk menjaga perputaran uang, Fery memilih berbelanja stok plastik setiap hari dalam jumlah kecil, dibandingkan membeli dalam jumlah besar sekaligus.

“Belanja tiap hari, nggak seperti yang lain yang bisa numpuk stok,” tambahnya.

Pelaku Usaha Kecil Terhimpit

Kenaikan harga plastik yang terjadi pada April 2026 bukan hanya menjadi persoalan lokal, tetapi juga bagian dari dampak gangguan rantai pasok global.

Konflik di Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor utama yang memicu lonjakan harga bahan baku plastik di pasar dunia.

Industri plastik yang bergantung pada minyak bumi dan distribusi internasional sangat rentan terhadap gejolak geopolitik.

Ketika jalur distribusi terganggu, dampaknya langsung terasa hingga ke pedagang kecil di daerah seperti Padalarang.

Para pelaku usaha kini menghadapi dilema besar: menaikkan harga jual atau menanggung kerugian.

Banyak yang akhirnya memilih menaikkan harga demi bertahan, meski berisiko kehilangan pelanggan.

Fery berharap kondisi segera membaik dan harga kembali stabil.

Baca Juga:  6 Alasan Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

“Inginnya normal kembali seperti dulu. Kasihan pembeli, kasihan juga penjual kecil, berharap pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat hadir memberikan solusi kepada pedagang langkah kedepannya seperti apa,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan
Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha
BPVP Bandung Barat Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha Lewat Program HIPKI 2026
Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat
Teror Pocong di Bandung Barat Bikin Warga Resah, Polisi Tingkatkan Patroli dan Siskamling
KADIN KBB Dukung Program PKW dan PKK 2026 HIPKI, Cetak SDM Unggul dan Wirausaha Baru
Bupati Jeje Apresiasi HIPKI Bandung Barat, Program PKW dan PKK 2026 Jadi Terobosan Peningkatan SDM
Bupati Jeje Maknai Hari Buruh dengan Kegiatan Edukatif dan Positif Bahaya Narkoba bagi Buruh

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:40 WIB

Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:25 WIB

BPVP Bandung Barat Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha Lewat Program HIPKI 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 20:58 WIB

Bupati Jeje Komitmen Bersama Polres Cimahi Telusuri Teror Pocong di Bandung Barat

Senin, 25 Mei 2026 - 19:10 WIB

KADIN KBB Dukung Program PKW dan PKK 2026 HIPKI, Cetak SDM Unggul dan Wirausaha Baru

Berita Terbaru

Proses penyembelihan dilaksanakan langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Cikamuning, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (27/5/2026). foto: Abdul Kholilulloh

Tak Berkategori

Jeje Ritchie Kurban Sapi Jumbo 1 Ton di RPH Dispernakan Bandung Barat

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:28 WIB

Ilustrasi pengamen cosplay pocong (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB