Deru Alat Berat Hancurkan Rumah Warga, Lansia dan Tunanetra Jadi Korban Revitalisasi Situ Ciburuy

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nyi Wartisah (93), seorang jompo dengan tubuh ringkih Asiyah (54), foto: Abdul Kholilulloh

i

Nyi Wartisah (93), seorang jompo dengan tubuh ringkih Asiyah (54), foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Deru alat berat di bantaran Danau Situ Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi suara yang memecah hati.

Satu per satu rumah reyot bakal diratakan dan ada juga sebagian yang sudah diratakan menyisakan debu dan puing-puing yang bercampur dengan air mata para penghuninya.

Pembongkaran rumah demi proyek revitalisasi Situ Ciburuy yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) pada Kamis (18/09/2025) menyisakan duka mendalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka yang terusir bukan sekadar pemilik rumah liar, tetapi manusia yang bertahun-tahun hidup di tepian danau, sebagian besar lansia dan penyandang disabilitas.

Nyi Wartisah (93), seorang jompo dengan tubuh ringkih Asiyah (54), foto: Abdul Kholilulloh
Nyi Wartisah (93), seorang jompo dengan tubuh ringkih Asiyah (54), foto: Abdul Kholilulloh

Di antara yang paling menderita adalah Nyi Wartisah (93), seorang jompo dengan tubuh ringkih Asiyah (54) yang sehari-harinya bergantung pada belas kasihan tetangga serta pasangan tunanetra, Imat Rohimat (65) dan istrinya Ani Cahyani (55)

Mereka tinggal dirumah permanen dengan ukuran minimalis di kampung Ciburuy, RT01/RW05, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang.

Imat hanya bisa meraba puing bekas rumahnya, sementara Ani menangis di sisinya.

Baca Juga:  Rayakan Idul Adha 2024, warga Kesuben Tegal sembelih sapi limousin

“Kami enggak tahu lagi mau ke mana. Rumah sudah dibongkar, kami cuma minta pemerintah kasih jalan supaya kami bisa hidup tenang, jangan sampai kami tidur di jalan,” lirih Nyi Wartisah dengan suara bergetar saat ditemui sekitarkita.id, Jumat 19 September 2025.

Di tepi danau, lansia lain duduk di atas tumpukan kayu bekas rumah. Mereka hanya bisa menatap kosong ke arah air yang memantulkan bayangan suram. Beberapa sudah tidak sanggup berjalan jauh, bahkan untuk sekadar mencari tempat berteduh.

Pembongkaran rumah huni area wisata Situ Ciburuy (foto: Abdul Kholilulloh)
Pembongkaran rumah huni area wisata Situ Ciburuy (foto: Abdul Kholilulloh)

Asiyah menuturkan, sebelum rumahnya rata dengan tanah, ia harus meminta tetangga menuntun Imat keluar.

“Kami sudah lama di sini. Kami tahu ini tanah negara, tapi kami enggak punya pilihan. Kami cuma ingin diberi waktu dan tempat tinggal sementara,” ujarnya dengan nada parau.

Warga RW05, Abah Kiki, dengan nada getir menilai pemerintah tidak adil.

“Kenapa bongkar sebagian saja? Harusnya semua dibongkar, jangan ada timbang pilih. Dari depan sampai ke belakang itu harus sama, jangan masyarakat kecil yang jadi korban duluan,” katanya.

Baca Juga:  Komitmen Kang Hengky Mendukung UMKM di KBB agar Naik Kelas

Ia juga menyoroti kondisi warga miskin, terutama lansia dan tunanetra, yang paling menderita akibat proyek ini.

“Harusnya mereka dipindahkan dulu, dikontrakkan dulu, baru bangunan dibongkar. Jangan didorong begitu saja sampai roboh kena keluarga,” tambahnya.

Mayoritas warga bantaran danau hanyalah pekerja serabutan, pemelihara ikan, atau buruh harian. Mereka hidup di bawah garis kemiskinan, dan kini benar-benar kehilangan atap untuk berteduh.

Proyek revitalisasi Situ Ciburuy digadang sebagai simbol kemajuan Jawa Barat. Pemprov Jabar berencana menjadikan danau ini sebagai kawasan wisata terpadu dengan jalur pedestrian, taman tematik, dan area kuliner.

Selain itu, revitalisasi juga ditujukan untuk mengembalikan fungsi situ sebagai penampung air guna mencegah banjir.

Namun, keberhasilan sejati hanya akan tercapai jika tidak ada satu pun warga yang ditinggalkan dalam kesusahan. “Kalau ada yang sehat mungkin bisa cari solusi sendiri. Tapi bagaimana nasib Nyi Wartisah, Pak Imat, dan lansia lain?” pungkas Abah Kiki.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat, Ninda Agustina Tri Daryani, menjelaskan bahwa tanah di bantaran danau adalah aset negara. Bangunan yang berdiri tanpa izin harus ditertibkan.

Baca Juga:  Sah! 927 anggota PPS dilantik, berikut pesan moral dari KPU Karawang 
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat, Ninda Agustina Tri Daryani (foto: Abdul Kholilulloh)
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat, Ninda Agustina Tri Daryani (foto: Abdul Kholilulloh)

“Sebelumnya itu tidak ada izin. Itu yang utama. Fungsi kawasan ini untuk wisata dan penampungan air. Jadi kami kembalikan sesuai fungsinya. Kami tidak bisa menjanjikan ganti rugi, karena itu bukan hak mereka,” tegas Ninda.

Meski begitu, ia menyebut aspirasi warga akan diteruskan kepada Gubernur Jawa Barat. Pemerintah daerah diharapkan bisa memberikan bantuan melalui Dinas Sosial atau Dinas Perumahan Rakyat.

Sementara itu, Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah, menegaskan masyarakat sebenarnya tidak menolak pembangunan. Namun ia meminta Pemprov Jabar lebih bijak.

“Warga sadar rumah itu bukan milik mereka. Tapi mereka juga manusia. Ada lansia, ada tunanetra. Jangan hanya teknis yang dipikirkan, pikirkan juga hati dan hidup mereka,” ujarnya.

Kini, pembongkaran rumah di bantaran Situ Ciburuy bukan hanya cerita tentang proyek pembangunan. Ia menjadi potret tentang janji wisata yang meninggalkan luka sosial, terutama bagi mereka yang paling rapuh para lansia dan penyandang disabilitas.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Meski Polemik Berlanjut, DPRD KBB Pastikan TK Negeri Ngamprah Tetap Gelar KBM
Ini Tampang ASN Bandung Barat Tersangka Korupsi Hibah Rp 1,5 Miliar, Pemkab Buka Suara
Babak Baru Polemik Ariandra Cityville Bandung Barat, Pemkab: Lahan TPU Wajib Diserahkan Pengembang
Disperkim Bandung Barat Diduga Catut Lahan TPU di Padalarang, Warga Hentikan Sementara Proyek Pembangunan
DPRD Bandung Barat Desak Polemik TK Negeri Ngamprah Segera Tuntas
Transaksi Rp14 Miliar Belum Tuntas, Kades Ciptagumati Tagih Pembayaran Lahan Ariandra Cityville
Bupati Jeje Dukung Penuh NPCI KBB Jelang Klasifikasi Peparda 2026, Siap Beri Bantuan Pribadi untuk Atlet
Dedi Mulyadi Sidak Pabrik Kapur di Cipatat Bandung Barat, Temukan Dugaan Pelanggaran Lingkungan dan Hak Buruh

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:15 WIB

Meski Polemik Berlanjut, DPRD KBB Pastikan TK Negeri Ngamprah Tetap Gelar KBM

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:21 WIB

Ini Tampang ASN Bandung Barat Tersangka Korupsi Hibah Rp 1,5 Miliar, Pemkab Buka Suara

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:21 WIB

Babak Baru Polemik Ariandra Cityville Bandung Barat, Pemkab: Lahan TPU Wajib Diserahkan Pengembang

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26 WIB

Disperkim Bandung Barat Diduga Catut Lahan TPU di Padalarang, Warga Hentikan Sementara Proyek Pembangunan

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:30 WIB

DPRD Bandung Barat Desak Polemik TK Negeri Ngamprah Segera Tuntas

Berita Terbaru

TK Negeri Ngamprah, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat tuai polemik (foto: istimewa)

Bandung Barat

DPRD Bandung Barat Desak Polemik TK Negeri Ngamprah Segera Tuntas

Selasa, 14 Jul 2026 - 10:30 WIB