Diduga Oknum Pimpinan Ponpes di Bandung Barat Aniaya Santri, Keluarga Lapor Polisi 

- Penulis

Sabtu, 30 November 2024 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar Kita.id- Seorang santri berinisal YRH (14) diduga menjadi korban tindak kekerasan fisik yang dilakukan oleh pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) bilangan Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Peristiwa ironis tersebut terjadi pada Senin (25/11/2024) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban mengalami luka lebam, tulang hidung patah dan kepala botak.

Kakak korban, Elvia Hani Marlina (25), mengungkapkan bahwa adiknya pulang ke rumah dalam kondisi memprihatinkan dengan hidung yang bengkak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

YRH diantar langsung oleh pimpinan ponpes berinisial N, yang menuduhnya mencuri barang milik santri lain di area pesantren.

YRH merupakan warga Sindangkerta, RT01/RW02, Desa Cintakarya, Kecamatan Sindangkerta KBB anak dari pasangan Sukron Rahman Hakim dan Ela Nurlaelawati itu terjadi perlakuan tidak mengenakkan dari oknum pimpinan ponpes.

“Adik saya diantar pulang tanpa penjelasan tentang kondisinya. Kami hanya diberikan catatan bahwa adik saya mencuri, tetapi mereka tidak memberikan bukti apapun,” ujar Elvia saat dihubungi redaksi SekitarKita.id , Sabtu (30/11/2024).

Pengakuan Korban

Baca Juga:  Kalah lawan Guinea 0-1, Timnas Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Prancis 2024

Setelah didesak oleh keluarga, YRH akhirnya mengakui bahwa ia mengalami kekerasan fisik.

Menurut pengakuannya, pimpinan ponpes N memukulnya menggunakan kepalan tangan ke bagian wajah, kepala, bahu, bokong, hingga hampir seluruh tubuhnya.

Akibatnya, korban mengalami luka lebam dan hidungnya bergeser.

Menurut pengakuannya, pimpinan ponpes N memukulnya menggunakan kepalan tangan ke bagian wajah, kepala, bahu, bokong, hingga hampir seluruh tubuhnya.

Akibatnya, korban mengalami luka lebam dan hidungnya bergeser.

“Adik saya dipukul di bagian wajah, kepala, dan seluruh tubuh hingga hidungnya bergeser,” tambah Elvia.

Lebih lanjutnya, YRH mengaku diseret saat tertidur setelah shalat Isya berjamaah, kemudian diinterogasi dan berpura-pura mengakui pencurian.

Selama proses tersebut, ia disekap di kamar santri (kobong), tidak diizinkan sekolah, tidak diberi makan, dan terus mengalami kekerasan.

Kerugian Santri yang Dituduhkan

Pihak ponpes menuduh YRH mencuri barang milik 32 santri dengan total kerugian sekitar Rp2,655 juta. Barang-barang yang hilang termasuk uang tunai, ponsel, gunting kuku, hingga rokok.

Namun, keluarga menegaskan bahwa tidak ada bukti yang memperkuat tuduhan tersebut.

Baca Juga:  Tidak Semua Warga Negara Terima Bantuan PKH, Kang Ace Sampaikan Ini Kepada Ratusan KPM

“Adik saya tidak pernah mencuri. Mereka hanya menuduh tanpa bukti,” jelas Elvia.

Kondisi Psikologis Korban

Elvia juga menjelaskan bahwa YRH mengalami trauma berat akibat perundungan tersebut.

Selain luka fisik, korban kini menjadi pendiam, tidak mau berbicara kecuali dengan orang yang sangat dikenalnya, dan sering menunjukkan ketakutan serta kemarahan.

“Setelah kejadian ini, adik saya trauma, ketakutan, dan penuh amarah. Ia bahkan sempat dibotaki oleh pihak pesantren,” ungkapnya.

Laporan ke Polisi

Atas kejadian ini, keluarga YRH telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Cililin dengan nomor laporan TBL/110/XI/2024/SPKT/POLSEK CILILIN/POLRES CIMAHI/POLDA JAWA BARAT.

Bantahan Pihak Ponpes

Sementara itu, pihak Ponpes melalui sambungan telepon membantah adanya kekerasan terhadap YRH.

Mereka menyatakan bahwa YRH dipulangkan karena telah mencuri barang milik santri lain dan orang tua korban sebelumnya telah menandatangani fakta integritas saat mendaftarkan anaknya ke ponpes.

“YRH dipulangkan karena mencuri. Orang tua sudah menandatangani perjanjian integritas. Jadi, mereka seharusnya paham dengan konsekuensi ini,” ujar perwakilan ponpes yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Pihak ponpes juga berencana melakukan mediasi dengan keluarga korban dan mempertimbangkan somasi atas dugaan pencemaran nama baik ponpes yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kami akan melakukan mediasi terlebih dahulu sebelum melaporkan keluarga korban atas pencemaran nama baik di media sosial seperti Twitter dan Facebook,” tegas perwakilan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran dari kejadian tersebut.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Angkot Terguling Usai Diarahkan Google Maps Via Jalur Ekstrem Sekecengek Batujajar KBB
CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 
Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2
Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix
Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Angkot Terguling Usai Diarahkan Google Maps Via Jalur Ekstrem Sekecengek Batujajar KBB

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:47 WIB

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix

Berita Terbaru