Fraksi PDIP KBB Semprot Kinerja SKPD, Minta Bupati Jeje Larang Kadis Mangkir Rapat Paripurna

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembacaan Nota Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (LPPA) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (29/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Pembacaan Nota Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (LPPA) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (29/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Fraksi PDI Perjuangan, Iwan Ridwan melontarkan kritik tajam terhadap kinerja sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Hal ini dikatakan saat menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Nota Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (LPPA) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (29/6/2026).

Selain menyoroti masih adanya jabatan strategis yang kosong di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Fraksi PDIP juga meminta Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengambil langkah tegas dengan mewajibkan seluruh kepala SKPD hadir langsung dalam setiap rapat paripurna DPRD dan tidak lagi hanya mengirimkan perwakilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam menyampaikan pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan, Iwan menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah daerah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), reformasi birokrasi, hingga kedisiplinan aparatur pemerintahan.

Anggota Komisi IV DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan, Iwan Ridwan (foto: Abdul Kholilulloh)
Anggota Komisi IV DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan, Iwan Ridwan (foto: Abdul Kholilulloh)

“Fraksi PDI Perjuangan siap bersama-sama membangun Bandung Barat sesuai amanat nasional demi mewujudkan pemerintahan yang lebih baik,” ujar Iwan Ridwan.

Baca Juga:  KPU KBB Umumkan Pengundian Nomor Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada 2024

Menurut Iwan, penguatan birokrasi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Karena itu, pemerintah daerah diminta konsisten menerapkan sistem merit dalam setiap proses pengisian jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia menyebut, sistem merit dinilai menjadi instrumen penting agar setiap pejabat ditempatkan sesuai kompetensi, integritas, kapasitas, dan kualifikasi yang dimiliki.

Dengan demikian, birokrasi dapat bekerja lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pembacaan Nota Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (LPPA) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (29/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh
Pembacaan Nota Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (LPPA) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD KBB, Senin (29/6/2026). Foto: Abdul Kholilulloh

“Fraksi juga meyakini Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat memiliki komitmen menjalankan prinsip tersebut, termasuk segera mengisi sejumlah jabatan yang hingga kini masih kosong,” tegas Iwan.

“Pengisian jabatan harus dilakukan berdasarkan sistem merit agar birokrasi berjalan profesional, jujur, dan setiap pejabat ditempatkan sesuai kemampuan serta kompetensinya,” sambungnya.

Menurutnya, kekosongan sejumlah posisi strategis berpotensi menghambat efektivitas pelaksanaan program pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pandangan umumnya, Fraksi PDIP secara khusus menyoroti rendahnya kedisiplinan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai kerap tidak menghadiri rapat paripurna DPRD.

Dirinya meminta Bupati Jeje Ritchie Ismail memberikan instruksi tegas agar seluruh kepala SKPD wajib hadir secara langsung dalam setiap rapat resmi DPRD dan tidak hanya mengutus pejabat pengganti.

Baca Juga:  Bikin Malu Sultan Andara, Walpri Jeje Govinda Arogan pada Jurnalis di Bandung Barat
Fraksi PDIP Sentil Kinerja SKPD, Minta Bupati Bandung Barat Tegas Larang Kepala Dinas Absen di Rapat Paripurna (foto: Abdul Kholilulloh)
Fraksi PDIP Sentil Kinerja SKPD, Minta Bupati Bandung Barat Tegas Larang Kepala Dinas Absen di Rapat Paripurna (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurut Iwan, kehadiran pimpinan perangkat daerah sangat penting karena mereka merupakan pengambil keputusan sekaligus pihak yang paling memahami kebijakan di instansi masing-masing.

“Kami mengusulkan kepada Bupati dan Wakil Bupati agar memerintahkan seluruh kepala SKPD hadir langsung dalam setiap rapat paripurna dan tidak diwakilkan. Kehadiran mereka penting agar pembahasan berjalan lebih komprehensif bersama bidang-bidang teknis yang mendampingi,” kata Iwan Ridwan.

Dikatakan Iwan kembali, fraksi menilai praktik pendelegasian kepada bawahan selama ini membuat proses pembahasan tidak berjalan optimal.

Berbagai pertanyaan, kritik, maupun masukan dari DPRD kerap tidak dapat dijawab secara tuntas karena kewenangan pengambilan keputusan tetap berada di tangan kepala perangkat daerah.

“Dengan kehadiran langsung para kepala OPD, komunikasi antara eksekutif dan legislatif diyakini akan berjalan lebih efektif sehingga berbagai persoalan pembangunan dapat segera memperoleh solusi,” jelasnya.

Meski menyampaikan berbagai kritik dan evaluasi, lanjut Iwan, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan menerima Nota Pengantar Bupati mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk dibahas pada tahapan selanjutnya sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca Juga:  Hari ini, Bawaslu KBB bacakan putusan hasil sidang dugaan pergeseran suara Caleg DPR RI

Namun, penerimaan tersebut disertai sejumlah catatan yang diminta menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Pihaknya berharap pemerintah segera menindaklanjuti berbagai rekomendasi, mulai dari penguatan sistem merit, percepatan pengisian jabatan kosong, peningkatan kualitas SDM aparatur, hingga penegakan disiplin kepala SKPD dalam menghadiri rapat-rapat DPRD.

Menurutnya, sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci terciptanya tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

“Dengan birokrasi yang profesional dan komunikasi yang lebih solid antara pemerintah daerah dan DPRD, Fraksi PDIP optimistis pembangunan di Kabupaten Bandung Barat dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Angkot Terguling Usai Diarahkan Google Maps Via Jalur Ekstrem Sekecengek Batujajar KBB
CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 
Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2
Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix
Timnas Indonesia Menang Telak 9-2 atas Bangladesh, Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Resmi Disepakati! DPRD KBB dan Bupati Tetapkan Arah R-APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Digenjot
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7! Prabowo Lantik 16 Pejabat, Bahlil Rangkap Dua Jabatan 

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Angkot Terguling Usai Diarahkan Google Maps Via Jalur Ekstrem Sekecengek Batujajar KBB

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:47 WIB

CV Deannova dan PUTR KBB Disorot, Proyek Jalan H Gofur-Cibatu Dinilai Asal-asalan 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Tak Lagi Gunakan Rakit, Bupati Jeje Hadirkan Mobil Antar-Jemput untuk 16 Siswa SDN Budiharja KBB

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Stunting Bandung Barat Masih Tinggi, P4KBB Tawarkan Skema Kolaborasi Pentahelix

Berita Terbaru