Diduga Toko Obat Tramadol Dijual Bebas di Ujung Harapan Bekasi, Warga Resah

- Penulis

Minggu, 3 Agustus 2025 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warung diduga jual obat terlarang di Jl. Ujung Harapan Gg. Bahagia No.36, Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi (foto: istimewa)

i

Warung diduga jual obat terlarang di Jl. Ujung Harapan Gg. Bahagia No.36, Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi (foto: istimewa)

SEKITARKITA.id – Peredaran obat keras ilegal seperti Tramadol, Hexymer, dan Double X yang diduga dijual bebas di Jl. Ujung Harapan Gg. Bahagia No.36, Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, membuat warga resah.

Obat-obatan tersebut dilaporkan bisa dengan mudah diperoleh di toko-toko yang berkedok sebagai toko kosmetik dan perlengkapan bayi.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa toko-toko di sepanjang Jalan Ujung Harapan menjadi lokasi yang paling disorot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, aktivitas jual beli Tramadol tanpa resep dokter dilakukan secara terbuka yang dikonsumsi oleh kalangan pelajar, tanpa adanya pengawasan ketat dari pihak berwenang.

Warung diduga jual obat terlarang di Jl. Ujung Harapan Gg. Bahagia No.36, Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi (foto: istimewa)
Warung diduga jual obat terlarang di Jl. Ujung Harapan Gg. Bahagia No.36, Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi (foto: istimewa)

Sebagai informasi, Tramadol merupakan obat yang bekerja pada sistem saraf pusat dan hanya boleh dikonsumsi dengan resep dokter. Penggunaan tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan efek samping serius seperti kejang hingga kerusakan saraf.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahannya terhadap fenomena tersebut.

“Saya resah hampir setiap hari melihat anak-anak muda bisa dengan mudah mendapatkan pil koplo. Saya khawatir karena saya punya anak laki-laki yang masih sekolah,” kata warga kepada kantor berita Sekitarkita.id, Minggu 3 Agustus 2025.

Baca Juga:  Jumat Berkah, ABR Rutin Beri Santunan untuk Anak Yatim di Bandung Barat

Warga menduga bahwa peredaran obat keras golongan HCL ini sudah berjalan secara terorganisir dan sistematis. Minimnya pengawasan dari aparat penegak hukum (APH) dan lemahnya tindakan dari instansi terkait disebut sebagai penyebab utama suburnya aktivitas ilegal ini.

Seorang tokoh pemuda lain juga mengungkapkan bahwa peredaran obat keras ini erat kaitannya dengan peningkatan tindak kriminal di wilayah tersebut.

“Di wilayah kami sering terjadi penjambretan bahkan tindak pidana pembunuhan. Ini jelas berkaitan dengan penyalahgunaan obat keras,” tegasnya.

Ia mendesak BPOM Kota Bekasi serta pihak kepolisian setempat untuk segera menindak tegas toko-toko yang menjual diduga obat-obatan terlarang tanpa izin.

“Kami berharap BPOM dan kepolisian segera melakukan penggeledahan terhadap toko-toko berkedok kosmetik dan counter pulsa yang menjual obat keras ilegal. Ini sudah sangat meresahkan warga,” tambahnya.

Untuk mengatasi peredaran Tramadol ilegal di Bekasi, dibutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.

Selain itu, edukasi terhadap generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan obat keras juga penting sebagai upaya pencegahan jangka panjang.

Baca Juga:  Sambut PWI KBB, Bupati Jeje: Kritik Bagi Saya Vitamin untuk Perbaikan

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut
Danny Setiawan Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Kenang Jasa Mantan Gubernur Jabar
Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG
Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu
Belasan Siswa SDN 2 Cipeundeuy Padalarang, Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG
Suara Dentuman Misterius Bikin Warga Bandung Raya Geger, Terdengar hingga Padalarang
PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:09 WIB

Tragedi Kapal Virgo di Laut Jawa, Faisal Warga KBB Ceritakan Detik-detik Selamat dari Maut

Sabtu, 19 September 2026 - 13:05 WIB

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Kenang Jasa Mantan Gubernur Jabar

Jumat, 18 September 2026 - 21:47 WIB

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Jumat, 18 September 2026 - 19:13 WIB

Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026

Minggu, 13 September 2026 - 15:54 WIB

Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu

Berita Terbaru