Dilema Dukungan Ganda, PPP KBB pilih Paslon HADE atau EDUN? 

- Penulis

Jumat, 30 Agustus 2024 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dukungan partai PPP Bandung Barat terpecah, EDUN atau HADE? (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Dukungan partai PPP Bandung Barat terpecah, EDUN atau HADE? (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id- Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung Barat (KBB) 2024, dukungan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tampak terbelah.

Dukungan partai PPP Bandung Barat terpecah, EDUN atau HADE? (foto: Abdul Kholilulloh)Fenomena ini terungkap ketika Ketua Majelis Pakar PPP Bandung Barat, Samsul Ma’arif, menghadiri acara deklarasi pasangan Hengky Kurniawan dan Ade Sudrajat di kantor DPC PDIP pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Deklarasi tersebut menegaskan dukungan tiga partai non-parlemen, yakni Partai Buruh, Partai Perindo, dan PPP, untuk pasangan Hengky-Ade alias ‘HADE’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, PPP menghadapi dilema dukungan ganda. Di satu sisi, PPP mengajukan dukungan untuk pasangan Edi Rusyandi dan Unjang Asari ‘EDUN’ saat pendaftaran ke KPU di hari yang sama.

DPC PPP KBB nyatakan sikap dukung pasangan EDUN di Pilkada 2024 (foto: Abdul Kholilulloh)
DPC PPP KBB nyatakan sikap dukung pasangan EDUN di Pilkada 2024 (foto: Abdul Kholilulloh)

PPP mengklaim berkoalisi dengan PKB dan Golkar untuk mendukung pasangan tersebut.

Bahkan, Ketua DPC PPP Bandung Barat, Muhamad Yusup Hasanudin ikut hadir langsung saat pendaftaran ke KPU.

Baca Juga:  Kimia Berbahaya yang Tumpah di Jalan Raya Padalarang-Purwakarta Ternyata Soda Api

“PPP itu mendukung pasangan Edi – Unjang Asari. Pun dengan surat rekomendasi dari DPP PPP dan saya yang membawa untuk Edi Rusyandi dan Unjang,” ungkap Muhamad Yusup Hasanudin usai mengantarkan pasangan EDUN di Kantor KPU.

Ia menegaskan, hadirnya sejumlah kader PPP dalam deklarasi pasangan Hengky-Ade bukan bagian dari sikap partai persatuan pembangunan secara resmi.

Ketua DPC PPP Bandung Barat, Muhamad Yusup Hasanudin (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua DPC PPP Bandung Barat, Muhamad Yusup Hasanudin (foto: Abdul Kholilulloh)

“Melainkan keputusan individu semata. Untuk yang mengatasnamakan PPP mendukung pasangan yang lain itu di luar tanggung jawab kami,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Muhamad Yusup mengaku akan melakukan investigasi terkait peristiwa itu.

Jika benar ada kader partai yang ikut menyimpang dari keputusan DPP, selain itu tak segan memberi sanksi tegas bisa saja peringatan sampai pemecatan.

“Surat rekomendasi tadi saya yang bawa dari DPP dan diserahkan ke pasangan Edi – Unjang. Insyaallah tetap solid. Secara kelembagaan partai kami ke sini ke Edi Unjang. Mungkin itu pribadi,” tandasnya.

Baca Juga:  Ini Dia Pendapat dari para Ahli Tentang Bahasa Tubuh yang Perlu Diketahui

Kondisi ini menunjukkan perpecahan internal PPP menjelang Pilkada, yang menimbulkan ancaman dan tantangan bagi partai dalam menentukan arah politiknya di Kabupaten Bandung Barat.

Disisi lain DPC PPP KBB juga mendukung paslon bupati dan wakil bupati HADE usai deklarasi di kantor DPC PDIP KBB, Kamis 29 Agustus 2024. (Foto: Abdul Kholilulloh)
Disisi lain DPC PPP KBB juga mendukung paslon bupati dan wakil bupati HADE usai deklarasi di kantor DPC PDIP KBB, Kamis 29 Agustus 2024. (Foto: Abdul Kholilulloh)

Sementara itu, ditemui di lokasi berbeda, Samsul Ma’arif menjelaskan bahwa kehadirannya dalam deklarasi Hengky-Ade merupakan keputusan kultural PPP.

Ia mengakui adanya ketidakkompakan internal dalam penentuan parpol di Pilkada Bandung Barat 2024.

“Ini bukan dualisme, hanya perbedaan dukungan. Jika ada kekompakan, saya tidak akan berada di sini. Saya lebih nyaman bersama teman-teman PDIP karena kami sudah lama bekerja sama dari KBB berdiri,” tutur dia menandaskan di kantor DPC PDIP waktu itu.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola
Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah
Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan
Jenazah Warga Bandung Barat yang Diseret Buaya di Sumsel Ditemukan, Dimakamkan di Cililin
Lindungi Aset Keluarga, Kepala BPN KBB: Sertipikat PTSL adalah Investasi, Jangan Mudah Dilepas
Lawatan ke Padalarang, Dede Yusuf Minta Pemda Evaluasi Rekrutmen PPPK, Jangan Bebani Keuangan Daerah
DPC Partai Demokrat KBB Gelar Gerakan Indonesia Asri, Langit Biru Sambut HUT ke-25
Nahas! Mortir Meledak Saat Dipukul Palu, Tiga Pemulung Tewas di Cipatat Bandung Barat 

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:12 WIB

Dede Yusuf Tegaskan Keberhasilan Program MBG dan Kopdes Bergantung pada Tata Kelola

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:08 WIB

Warga Bandung Barat Korban Terkaman Buaya di Banyuasin Tiba di Cililin, Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:46 WIB

Praktik Calo Masih Hambat PTSL di KBB, Dede Yusuf: Jangan Bebani Warga dengan Biaya Tambahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Jenazah Warga Bandung Barat yang Diseret Buaya di Sumsel Ditemukan, Dimakamkan di Cililin

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:09 WIB

Lindungi Aset Keluarga, Kepala BPN KBB: Sertipikat PTSL adalah Investasi, Jangan Mudah Dilepas

Berita Terbaru