Dinilai Tak Akuntabel Tangani Pelanggaran Politik Uang, Bawaslu KBB Masuk Angin

- Penulis

Sabtu, 30 November 2024 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.id – Puluhan massa yang tergabung dalam koalisi lima serikat buruh Bandung Barat kembali mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu, 30 November 2024.

Mereka memprotes kinerja Bawaslu KBB yang dianggap tidak akuntabel dalam menangani berbagai kasus pelanggaran pemilu, terutama terkait dugaan politik uang dan netralitas aparat yang tak kunjung ditindak tuntas.

Bahkan, ditengah orasi, Bawaslu KBB dianggap masuk angin dalam menangani perkara tersebut, masa kemudian memberikan obat cair secara simbolis kepada ketua dan jajaran Bawaslu KBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan sekitarkita.id di lokasi, massa yang berasal dari kawasan industri di Kecamatan Batujajar, Cimareme, dan Kecamatan Cipatat mulai berkumpul di depan kantor Bawaslu sekitar pukul 11:00 WIB.

Dengan membawa spanduk dan melakukan orasi, mereka menuntut pimpinan Bawaslu menemui massa dan memberikan penjelasan terkait progres penanganan kasus pelanggaran Pilkada 2024.

Koordinator aksi, Dadang Ramon, menyampaikan kekecewaannya terhadap Bawaslu yang kerap berdalih kurangnya syarat formil dan materil dalam menangani kasus.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Pastikan Tidak Ada Peredaran Beras Oplosan di Pasar Tradisional dan Modern

“Kami minta Bawaslu menerangkan ke publik sejauh mana penindakan mereka. Jangan sampai kasus hanya diregister, diperiksa, lalu selesai tanpa ada hukuman,” ujarnya.

“Kami juga memberikan obat masuk angin bentuk dukungan kami (buruh) agar jajaran Bawaslu KBB kerja ekstra, jangan lupa minum obat dan jaga kesehatan,” ujarnya.

Kasus-kasus yang Dipertanyakan

Dadang menyoroti beberapa kasus yang hingga kini belum menunjukkan hasil yang transparan, seperti dugaan netralitas aparat desa di Kecamatan Gununghalu dan politik uang yang sempat viral melalui video di media sosial.

Ia menyebut, video tersebut menampilkan dugaan pembagian amplop oleh pasangan calon nomor 2, Jeje Richie Ismail dan Asep Ismail, menjelang hari pencoblosan.

“Tindak tegas pelanggaran, siapa pun pelakunya. Kami ingin Pilkada berjalan sesuai prinsip demokrasi, bukan dirusak oleh politik uang dan ketidaknetralan,” tegas Dadang.

Ia juga menegaskan bahwa aksi buruh ini tidak berpihak kepada calon manapun, melainkan murni untuk mewujudkan Pilkada yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil).

Baca Juga:  Diduga Rumah Dibakar Orang Tak Dikenal di Sukamulya Padalarang, Polisi Buru Pelaku

Aksi buruh ini menjadi pengingat bagi penyelenggara pemilu untuk bekerja lebih transparan dan profesional demi menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Bandung Barat.

“Publik berharap Bawaslu mampu menegakkan aturan dengan tegas tanpa pandang bulu, memastikan Pilkada Serentak berjalan bersih dan adil,” ungkapnya.

Respons Bawaslu KBB

Ketua Bawaslu KBB, Riza Nasrul Falah Sopandi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menangani 13 perkara pelanggaran pemilu sejak masa kampanye hingga hari pencoblosan.

Dari jumlah tersebut, tiga kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu telah rampung namun dinyatakan tidak memenuhi unsur pidana.

“Kasus tersebut meliputi dugaan netralitas kepala desa di Gununghalu, penggunaan fasilitas negara oleh salah satu calon, dan pemakaian tempat ibadah untuk kampanye. Ketiganya tidak memenuhi unsur pidana,” terang Riza.

Sementara itu, untuk kasus politik uang, Bawaslu telah menangani 10 laporan, terdiri dari 8 hasil pengaduan masyarakat dan 2 hasil penelusuran.

Proses penanganan masih berlangsung, termasuk klarifikasi terhadap 23 saksi terkait empat laporan politik uang.

“Bawaslu bekerja sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku. Kami terus melakukan pemeriksaan saksi, pleno, dan proses klarifikasi secara maraton,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan
Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah
Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan
Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB
Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029
Kisah Gisel Menginspirasi, Siswi Tuna Rungu Tampil Memukau di Pelepasan SLB Ngamprah Raya
Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Polemik Guru MTs Citapen Diduga Dipecat Saat Cuti Hamil, DPRD KBB Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Yayasan Bina Siswa Cisarua Tagih Janji Dapur SPPG Cimahi, Komitmen Administrasi Dipertanyakan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ditengah Kenaikan Harga BBM, DLH KBB Ajukan Tambahan Anggaran dan Armada Truk Sampah

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:30 WIB

Mediasi Guru Hamil MTs Citapen Berlanjut Pekan Depan, Nisfa Widia Minta Nama Baik Dipulihkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:33 WIB

Di Tengah Risiko Kehamilan, Guru MTs Citapen Minta Keadilan dan Pemulihan Nama Baik di Hadapan Kemenag KBB

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

Jeje Ritchie Tegaskan Konsolidasi PAN KBB, Targetkan Infrastruktur Partai Solid Menuju Pemilu 2029

Berita Terbaru