SEKITARKITA.id — Ekosistem blockchain EGGMPIRE TOKEN (EGGM) menggandeng Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 3 melaksanakan penanaman 1.000 pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Penanaman pohon dilakukan di kawasan Taman Air Bojongsoang, Kampung Cijagra RT08/10, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan penghijauan ini turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah padat penduduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi ini menjadi kelanjutan komitmen EGGMPIRE TOKEN setelah sebelumnya melakukan penanaman pohon di kawasan terdampak bencana Pasir Langu, Cisarua, Bandung Barat, serta rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Ketua Yayasan Equator Bumi Lestari, Julius Robinson, mengatakan bahwa kegiatan ini membuktikan komunitas digital mampu menghadirkan perubahan nyata di lapangan.
“Kami percaya setiap pohon yang ditanam adalah harapan bagi masa depan. Pohon-pohon ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak-anak yang akan tumbuh di lingkungan yang lebih hijau, udara lebih bersih, dan ekosistem yang lebih sehat,” ujar Julius di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, dana yang berasal dari komunitas EGGMPIRE TOKEN menjadi bukti bahwa kekuatan ekosistem digital dapat diterjemahkan menjadi aksi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Program ini melibatkan tiga pihak utama, yakni EGGMPIRE TOKEN sebagai penyedia dana, Yayasan Equator Bumi Lestari (Equity to Equator/EQ2) sebagai penyalur bantuan dan penerima hibah, serta PT Eggcologic Bumi Lestari sebagai penyedia telur bantuan sosial.
1.000 Pohon untuk Ketahanan Lingkungan dan Pangan
Dalam kegiatan tersebut, kata dia, dilakukan penanaman 1.000 pohon yang terdiri dari, 800 pohon buah, 100 pohon trembesi, 100 pohon ketapang kencana.
Penanaman difokuskan pada kawasan permukiman padat guna memperkuat fungsi ruang terbuka hijau, memperbaiki kualitas udara, sekaligus menghadirkan pohon produktif yang dalam jangka panjang dapat memberikan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar.
Dengan semakin berkurangnya ruang hijau di wilayah perkotaan, langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Selain penghijauan, kegiatan ini juga disertai bantuan sosial berupa 80 kilogram telur yang dibagikan kepada warga di dua RT sekitar Taman Air Bojongsoang.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan protein masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan keluarga dengan keterbatasan akses pangan bergizi.
Dukungan Satgas Citarum Harum
Komandan Sektor III Citarum Harum, Kolonel Arhanud Dodo Masdori, S.I.P., M.Si, menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi pemerintah dan swasta dalam menjaga kelestarian alam.
“Di awal tahun 2026 ini kita memulai dengan penanaman 1.000 pohon sebagai langkah nyata menghijaukan kembali lahan kritis, khususnya di bantaran Sungai Citarum dalam program Citarum Harum,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Equator atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan berharap program serupa terus berlanjut serta melibatkan lebih banyak lembaga dan komunitas.
Sementara itu, perwakilan DLH Kabupaten Bandung, Ray, menegaskan pentingnya kolaborasi pentahelix antara pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media dalam mendukung program penghijauan.
Menurutnya, kontribusi swasta melalui dana CSR menjadi bukti nyata sinergi yang manfaatnya langsung dirasakan warga.
Direktur PT Eggmpire Bumi Lestari, Retno Dewi Hendrastuti, menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan setiap program membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya berbicara tentang keberlanjutan, tetapi benar-benar menghadirkannya di lapangan. Dukungan terhadap penanaman pohon dan bantuan pangan seperti telur adalah cara sederhana namun bermakna untuk menjaga keseimbangan antara alam dan kehidupan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab menghadirkan program social impact berkelanjutan bersama komunitas dan investor dalam ekosistem EGGMPIRE TOKEN.
Blockchain untuk Aksi Nyata Lingkungan
Program EGGM Climate & Social Action menunjukkan bahwa teknologi blockchain tidak hanya berada di ranah digital, tetapi juga dapat diwujudkan dalam gerakan nyata yang transparan, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat serta lingkungan.
“Melalui rangkaian kegiatan dari Pasir Langu, Muara Gembong hingga Bojongsoang, EGGMPIRE TOKEN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan lingkungan dan sosial berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia,” tandasnya.
Melalui program EGGM Climate & Social Action, kegiatan penanaman pohon dan bantuan sosial ini menjadi bagian dari rangkaian aksi nyata yang menghubungkan teknologi blockchain dengan gerakan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








