Warga Resah Limbah Medis Dibuang ke Jembatan Citarum, DLH Karawang Cari Pelakunya

- Penulis

Rabu, 8 Januari 2025 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limbah medis dibuang ke jembatan Citarum penghubung Karawang-Bekasi (foto: istimewa)

i

Limbah medis dibuang ke jembatan Citarum penghubung Karawang-Bekasi (foto: istimewa)

SekitarKita.ID- Sebuah kejadian yang mengejutkan warga setempat terjadi di Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok, yang menghubungkan Kabupaten Karawang dan Bekasi.

Pada Selasa 7 Januari 2025 pagi, limbah medis berbahaya ditemukan berserakan di bawah jembatan mengundang keprihatinan dan kecaman dari berbagai pihak.

Pantauan pewarta SekitarKita.id, limbah medis yang ditemukan tersebut terdiri dari jarum suntik bekas dan kantong infus, yang termasuk dalam kategori limbah infeksius dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan limbah ini jelas membahayakan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi dan dapat mencemari lingkungan.

Penemuan ini pun menjadi sorotan, karena jembatan tersebut seharusnya menjadi infrastruktur vital yang mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Karawang dan Bekasi.

Pembuangan Limbah Ilegal di Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok

Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok, yang selama ini dikenal sebagai jalur penghubung utama antar dua kabupaten, kini berubah menjadi lokasi pembuangan limbah ilegal.

Warga setempat yang pertama kali menemukan limbah tersebut terkejut dan khawatir akan dampak buruk bagi kesehatan mereka.

Baca Juga:  Ini Dia 10 Program Tremendous Cianjur Berkah Deden Nasihin-Efa Fatimah Untuk Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Cianjur
Related Posts

Kejadian ini tentu mencoreng citra wilayah, mengingat besarnya potensi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah medis yang tidak dikelola dengan benar.

Hal ini dikatakan Sarta, seorang tokoh masyarakat yang akrab disapa Betong, menanggapi kejadian ini dengan keras.

“Pelaku pembuangan limbah medis ini belum diketahui. Namun, kami berharap semua pihak bekerja sama untuk segera menemukan dan menindak pelaku,” ujar Betong dengan tegas.

Ia menyebut, pemerintah dan instansi terkait diharapkan untuk lebih meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terkait pembuangan limbah medis ilegal.

Masyarakat setempat berharap pelaku pembuangan limbah medis berbahaya ini segera ditemukan dan diberikan sanksi tegas.

“Tindakan seperti ini sangat tidak bertanggung jawab. Pelaku harus diproses sesuai hukum agar tidak ada lagi yang berani melakukan hal serupa,” ujar Betong.

Baca Juga:  Sambut Hari Jadi Karawang ke-391, Pasangan Acep-Gina Ziarah ke Makam Adipati Singaperbangsa 

Dengan adanya penanganan yang cepat dan tepat dari berbagai pihak, kata dia, diharapkan insiden seperti ini tidak terulang di masa mendatang.

Menanggapi insiden tersebut, berbagai instansi terkait langsung turun tangan untuk menanggulangi masalah ini.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Kesehatan (Dinkes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), BPBD, Koramil, serta Kepolisian Sektor Rengasdengklok melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengevaluasi situasi dan melakukan penanganan limbah medis yang berserakan.

DLHK, Dinkes, Satpol PP dan aparatur kewilayahan Kabupaten Karawang cek lokasi pembuangan limbah medis (foto: istimewa)
DLHK, Dinkes, Satpol PP dan aparatur kewilayahan Kabupaten Karawang cek lokasi pembuangan limbah medis (foto: istimewa)

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) DLHK Karawang, Meli, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas pelaku pembuangan limbah tersebut.

“Kami telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus ini. Pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku jika berhasil ditemukan,” ujarnya, Selasa.

Meli juga mengungkapkan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Tindakan pembuangan limbah medis ilegal sangat berbahaya dan merusak lingkungan. Kami akan terus berusaha agar kejadian ini segera terungkap,” tegasnya.

Baca Juga:  SMPN 4 Karawang Barat sukses gelar MPLS dengan tema 'Pengenalan Lingkungan Sekolah'

Dikatakan Meli, tindakan pembuangan limbah medis berbahaya di lokasi umum tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan risiko kesehatan yang serius.

“Limbah medis seperti jarum suntik dan kantong infus dapat mengandung virus dan bakteri yang membahayakan jika terkontaminasi dengan manusia atau hewan,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang agar tindakan serupa tidak terulang.

“Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya pengelolaan limbah medis yang baik dan aman demi melindungi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tandasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung
BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat
Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya
Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:13 WIB

BOMBER Genap 25 Tahun, Apin Marmot: Bobotoh Adalah Identitas Budaya Jawa Barat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Ribuan Bobotoh Tumplek di GOR Sangkuriang, BOMBER Siapkan Layar Tambahan Final Persib vs Persebaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Berita Terbaru