Dikira Murah, Warganet di Tegal Kena Getok Harga Rp525 Ribu untuk Menu Lele dan Bebek

- Penulis

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen lebaran 2026, warganet kaget warung lesehan di Tegal getok harga (foto: Facebook Annisa Nurdiana)

i

Momen lebaran 2026, warganet kaget warung lesehan di Tegal getok harga (foto: Facebook Annisa Nurdiana)

SEKITARKITA.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan curhatan warganet yang mengaku terkena “getok harga” saat makan di warung lesehan di Tegal.

Kisah ini viral setelah dibagikan oleh akun Facebook Annisa Nurdiana dan menuai ribuan komentar dari netizen.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan dekat rel kereta api, sekitar Yoga Mall, Kota Tegal, pada Jumat malam, 20 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam unggahannya, Annisa mengaku terkejut saat harus membayar tagihan sebesar Rp525.000 usai menyantap menu sederhana seperti lele, bebek, dan ayam.

 

Momen lebaran 2026, warganet kaget warung lesehan di Tegal getok harga (foto: Facebook Annisa Nurdiana)
Momen lebaran 2026, warganet kaget warung lesehan di Tegal getok harga (foto: Facebook Annisa Nurdiana)

Padahal, menurut pengakuannya, ia pernah makan di tempat yang sama sebelumnya dengan harga yang masih tergolong wajar.

Ia menyebut harga normal untuk seporsi lele lengkap dengan nasi biasanya hanya sekitar Rp19.000.

Namun saat momen libur Lebaran, harga makanan disebut melonjak drastis dan dinilai tidak masuk akal.

“Wajar ora sih lik bebek diregani 50rb tanpa nasi. Lele tanpa nasi 40rb, syok nemen pas ditotal kon bayar 525rb (wajar enggak sih bebek dihargai 40 ribu tanpa nasi, lele tanpa nasi 40 ribu, syok banget pas di total disuruh bayar 525 ribu),” tulisnya dalam unggahan yang dikutip, Minggu (22/3/2026).

Baca Juga:  HUT KBB ke-19, Bupati Jeje: Perkuat Amanah dan Pertahankan Tata Kelola Transparan

Annisa juga membagikan nota pembayaran yang merinci harga makanan dan minuman di media sosial.

“Nasi Rp5.000 x 9 = Rp45.000, lele tanpa nasi Rp40.000 x 5 = Rp200.000, bebek tanpa nasi Rp50.000 x 4 = Rp200.000, ayam tanpa nasi Rp40.000, es jeruk 2 = Rp15.000, es teh 2 = Rp10.000, teh hangat = Rp5.000, es putih (tawar) 4 = Rp10.000, total: Rp525.000,” cuit keterangan tersebut.

Unggahan tersebut langsung viral di grup Facebook Obrolane Wong Tegal, dengan lebih dari 3.000 like dan ribuan komentar bernada kritik dari warganet.

Beberapa netizen bahkan menyarankan agar kasus tersebut dilaporkan ke pihak berwenang, seperti Satpol PP atau pemerintah daerah.

Momen lebaran 2026, warganet kaget warung lesehan di Tegal getok harga (foto: Facebook Annisa Nurdiana)
Momen lebaran 2026, warganet kaget warung lesehan di Tegal getok harga (foto: Facebook Annisa Nurdiana)

“Laporin ajah ke Bupati, biar kaya di PAI (wisata Pantai Alam Indah) udah enggak boleh dagang lagi,” cuit komentar citizen, @binar****.

“Memang disitu mentang-mentang lebaran harganya nyekek pembeli,” timpal komentar @salma**…

“Tegal emang beda,” sindir warganet @yono**…

“Ngeri harganya nyekik banget di leher dih,” cetus komentar @idoss***..

“Laporin ajah (Satpol PP) biar gulung tendanya,” cuit @syamsul**…

“Bebek albino kayaknya itu,” sindir pedas warganet @jovan**..

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Data Daerah, Diskominfotik KBB Aktif di Forum Satu Data Bappeda Jabar 

Fenomena “Getok Harga” Saat Liburan

Kasus ini kembali memunculkan fenomena “harga nutuk” atau kenaikan harga tidak wajar yang kerap terjadi di momen libur panjang seperti Lebaran, terutama di kawasan ramai atau dekat destinasi publik.

Warganet menilai praktik tersebut merugikan konsumen dan dapat mencoreng citra kuliner daerah.

Tips Agar Tidak Terjebak “Getok Harga” Saat Kulineran

Agar pengalaman kuliner tetap aman dan nyaman, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Cek Daftar Harga
Pastikan warung menyediakan daftar harga yang jelas. Jika tidak ada, tanyakan langsung sebelum memesan.

2. Tanyakan Detail Menu
Konfirmasi apakah harga sudah termasuk nasi, lalapan, atau sambal agar tidak terjadi salah paham.

3. Waspada di Lokasi Ramai
Warung di area wisata, stasiun, atau pusat keramaian cenderung menaikkan harga saat musim liburan.

4. Cek Ulasan Online
Gunakan Google Maps atau media sosial untuk melihat review pelanggan sebelumnya.

5. Minta Nota Rinci
Selalu minta struk pembayaran sebagai bukti jika terjadi kejanggalan harga.

Baca Juga:  Tito Double P Kabarkan Tour AS Pertama: Lihat Tanggalnya

Fenomena ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih teliti saat kulineran, terutama di musim liburan, agar tidak mengalami kejadian serupa.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Facebook Annisa Nurdiana

Berita Terkait

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas
Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”
Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen
Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB
Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar
Di Usia ke-19, DPRD KBB Targetkan Bandung Barat Jadi Pusat Pertanian Masa Depan
Paripurna HUT KBB ke-19, Jeje Bongkar Masalah Kemiskinan Ekstrem dan Minimnya Lapangan Kerja
HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:50 WIB

Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:45 WIB

Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:18 WIB

Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB