SEKITARKITA.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan curhatan warganet yang mengaku terkena “getok harga” saat makan di warung lesehan di Tegal.
Kisah ini viral setelah dibagikan oleh akun Facebook Annisa Nurdiana dan menuai ribuan komentar dari netizen.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan dekat rel kereta api, sekitar Yoga Mall, Kota Tegal, pada Jumat malam, 20 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahannya, Annisa mengaku terkejut saat harus membayar tagihan sebesar Rp525.000 usai menyantap menu sederhana seperti lele, bebek, dan ayam.
Padahal, menurut pengakuannya, ia pernah makan di tempat yang sama sebelumnya dengan harga yang masih tergolong wajar.
Ia menyebut harga normal untuk seporsi lele lengkap dengan nasi biasanya hanya sekitar Rp19.000.
Namun saat momen libur Lebaran, harga makanan disebut melonjak drastis dan dinilai tidak masuk akal.
“Wajar ora sih lik bebek diregani 50rb tanpa nasi. Lele tanpa nasi 40rb, syok nemen pas ditotal kon bayar 525rb (wajar enggak sih bebek dihargai 40 ribu tanpa nasi, lele tanpa nasi 40 ribu, syok banget pas di total disuruh bayar 525 ribu),” tulisnya dalam unggahan yang dikutip, Minggu (22/3/2026).
Annisa juga membagikan nota pembayaran yang merinci harga makanan dan minuman di media sosial.
“Nasi Rp5.000 x 9 = Rp45.000, lele tanpa nasi Rp40.000 x 5 = Rp200.000, bebek tanpa nasi Rp50.000 x 4 = Rp200.000, ayam tanpa nasi Rp40.000, es jeruk 2 = Rp15.000, es teh 2 = Rp10.000, teh hangat = Rp5.000, es putih (tawar) 4 = Rp10.000, total: Rp525.000,” cuit keterangan tersebut.
Unggahan tersebut langsung viral di grup Facebook Obrolane Wong Tegal, dengan lebih dari 3.000 like dan ribuan komentar bernada kritik dari warganet.
Beberapa netizen bahkan menyarankan agar kasus tersebut dilaporkan ke pihak berwenang, seperti Satpol PP atau pemerintah daerah.
“Laporin ajah ke Bupati, biar kaya di PAI (wisata Pantai Alam Indah) udah enggak boleh dagang lagi,” cuit komentar citizen, @binar****.
“Memang disitu mentang-mentang lebaran harganya nyekek pembeli,” timpal komentar @salma**…
“Tegal emang beda,” sindir warganet @yono**…
“Ngeri harganya nyekik banget di leher dih,” cetus komentar @idoss***..
“Laporin ajah (Satpol PP) biar gulung tendanya,” cuit @syamsul**…
“Bebek albino kayaknya itu,” sindir pedas warganet @jovan**..
Fenomena “Getok Harga” Saat Liburan
Kasus ini kembali memunculkan fenomena “harga nutuk” atau kenaikan harga tidak wajar yang kerap terjadi di momen libur panjang seperti Lebaran, terutama di kawasan ramai atau dekat destinasi publik.
Warganet menilai praktik tersebut merugikan konsumen dan dapat mencoreng citra kuliner daerah.
Tips Agar Tidak Terjebak “Getok Harga” Saat Kulineran
Agar pengalaman kuliner tetap aman dan nyaman, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
1. Cek Daftar Harga
Pastikan warung menyediakan daftar harga yang jelas. Jika tidak ada, tanyakan langsung sebelum memesan.
2. Tanyakan Detail Menu
Konfirmasi apakah harga sudah termasuk nasi, lalapan, atau sambal agar tidak terjadi salah paham.
3. Waspada di Lokasi Ramai
Warung di area wisata, stasiun, atau pusat keramaian cenderung menaikkan harga saat musim liburan.
4. Cek Ulasan Online
Gunakan Google Maps atau media sosial untuk melihat review pelanggan sebelumnya.
5. Minta Nota Rinci
Selalu minta struk pembayaran sebagai bukti jika terjadi kejanggalan harga.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih teliti saat kulineran, terutama di musim liburan, agar tidak mengalami kejadian serupa.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Facebook Annisa Nurdiana








