Eratani dan Dinas Pertanian Sulawesi Selatan Kolaborasi Teknologi

- Penulis

Senin, 9 Desember 2024 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – Eratani, perusahaan agritech yang fokus pada transformasi pertanian di Indonesia, memperkenalkan kemitraan dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendapatkan keuntungan dari teknologi canggih, seperti drone dan citra satelit, dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Kolaborasi ini bertujuan memberi dukungan visi swasembada pangan melalui efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian. Eratani diharapkan bisa berperan dalam meningkatkan daya saing petani dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Sulawesi Selatan, yang merupakan salah satu penyumbang utama produksi beras nasional, mencatatkan hasil gabah kering giling (GKG) sebesar 4,88 juta ton pada 2023, serta kontribusi 25-30% terhadap kebutuhan beras Indonesia. Lihat potensi besar ini, penerapan teknologi pertanian trendy menjadi kunci untuk mendorong peningkatan hasil pertanian serta kesejahteraan petani, terutama dalam mengurangi risiko dan pemborosan sumber daya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd., menyatakan bahwa teknologi drone dan satelit yang diperkenalkan Eratani akan membantu mengoptimalkan hasil pertanian dengan lebih presisi. Dengan pemantauan dan perawatan yang lebih efisien, produktivitas pertanian bisa meningkat, dan risiko terhadap petani bisa diminimalisir. Eratani, yang sudah berpengalaman dalam sektor agritech, lihat ini sebagai kesempatan untuk mempromosikan solusi berbasis knowledge yang bisa mengganti sektor pertanian di Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Pelatihan Digitalisasi BUMDes oleh Telkom dan DPMG Banda Aceh

Drone dan satelit yang digunakan dalam pertanian memberikan manfaat yang signifikan. Drone memungkinkan pemupukan dan penyemprotan pestisida secara lebih cepat dan akurat, sedangkan satelit memberikan knowledge kondisi tanaman, kelembaban tanah, dan kesehatan tanaman dengan lebih terperinci. Kolaborasi ini diharapkan bisa berlanjut ke tahapan studi kelayakan dan implementasi di lapangan, membuka peluang besar bagi modernisasi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui teknologi.

Sumber : VRI TIMES

[ad_2]

Source link



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB