FSPMI KBB Soroti Akal-Akalan PHK, Desak Pemerintah Bentuk Satgas Lindungi Buruh

- Penulis

Minggu, 7 September 2025 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi demo buruh di Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Ilustrasi demo buruh di Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id- Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dede Rahmat angkat bicara soal maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di wilayahnya.

Menurutnya, fenomena ini perlu disikapi serius agar tidak menjadi akal-akalan perusahaan untuk menekan hak buruh.

“PHK memang sedang terjadi di mana-mana. Namun jangan sampai ini hanya dijadikan alasan perusahaan untuk melakukan PHK dengan membayar pesangon murah, apalagi dengan dalih aturan yang justru mempermudah pengusaha,” tegas Dede kepada Sekitarkita.id, Ahad, 07 September 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dede yang juga koordinator 6 koalisi serikat pekerja Bandung Barat menambahkan, beberapa bulan lalu Bandung Barat telah menggelar Job Fair yang diklaim menyediakan banyak lowongan kerja.

Namun setelah ditelusuri, sebagian besar perusahaan yang ikut serta ternyata hanya perusahaan outsourcing.

“Dari sini terlihat bahwa banyaknya PHK di Bandung Barat bisa jadi akal-akalan perusahaan. Mereka memecat pekerja tetap (PKWTT) lalu menggantinya dengan pekerja alih daya atau outsourcing,” jelasnya.

FSPMI KBB mendesak pemerintah untuk segera membentuk Satgas PHK. Tujuannya agar tidak ada lagi perusahaan yang memanfaatkan aturan pesangon murah untuk melakukan pemutusan kerja massal.

Baca Juga:  Diduga dampak perbaikan pipa PDAM, benteng SD 2 Parigi Bandung Barat ambruk

Lebih memprihatinkan lagi, kata dia, terdapat kasus di salah satu perusahaan di Bandung Barat di mana pengurus serikat pekerja justru menyepakati aturan PHK menggunakan UU Cipta Kerja.

Related Posts
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dede Rahmat (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dede Rahmat (foto: Abdul Kholilulloh)

Padahal sebelumnya, perusahaan tersebut sudah memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003.

“Ketika PKB yang seharusnya melindungi pekerja justru dikesampingkan, maka posisi buruh semakin lemah. Akibatnya, perusahaan bisa melakukan PHK dengan pesangon yang sangat murah,” ungkapnya.

Keputusan ini tentu menimbulkan dampak serius bagi kesejahteraan pekerja. Jika praktik seperti ini dibiarkan, maka tren PHK dengan alasan efisiensi akan semakin meluas.

FSPMI KBB pun menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan mendorong pemerintah daerah serta pusat untuk segera bertindak.

Baca Juga:  Gaji Tak Cair, Terancam PHK! Buruh PT Namasindo Plas Bandung Barat Berontak

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan dengan membentuk Satgas PHK agar buruh tidak terus-menerus jadi korban akal-akalan pengusaha,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB, Hasanudin, mengungkapkan sejumlah perusahaan dari sektor tambang, garmen, hingga percetakan terpaksa gulung tikar akibat tekanan ekonomi global.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB, Hasanudin (foto; ilustrasi/ Addien Bangbara.com)
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB, Hasanudin (foto; ilustrasi/ Addien Bangbara.com)

“Sejak Januari hingga Agustus 2025, tercatat ada 279 pekerja dari 32 perusahaan yang di-PHK. Itu pun hanya data yang dilaporkan, angka riil kemungkinan lebih besar,” ujar Hasanudin, beberapa hari lalu saat ditemui di kantor Disnaker KBB.

Hasanudin mengakui, penanggulangan PHK sulit dilakukan karena anggaran Disnaker hanya 0,19 persen dari APBD KBB.

Meski begitu, pihaknya tengah menyiapkan program penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang.

“Permintaan kerja di Jepang mencapai 800 ribu tenaga kerja. Kami targetkan setiap desa mengirim satu orang, total 200 warga KBB bisa berangkat tiap tahun. Dengan gaji rata-rata Rp15 juta per bulan, potensi devisa mencapai Rp36 miliar per tahun,” jelasnya.

Biaya keberangkatan sekitar Rp40 juta per orang. Desa diharapkan memberi subsidi Rp5 juta, sisanya dibiayai melalui pinjaman bank. Peserta akan dilatih LPK Hikari selama 5–6 bulan sebelum diberangkatkan.

Baca Juga:  Buntut Kericuhan Pada Laga Derbi Jatim Arema FC Vs Persebaya, Presiden Jokowi sentil PSSI dan Pimpinan Lembaga

Selain tekanan global, Hasanudin juga menyinggung soal tingginya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Barat yang membuat sebagian investor enggan menanam modal di Bandung Barat.

“Banyak perusahaan akhirnya memilih tutup atau mengurangi tenaga kerja. Dibutuhkan kebijakan komprehensif lintas sektor agar Bandung Barat tidak terjebak dalam krisis pengangguran berkepanjangan,” jelasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB