Gaji Tak Cair, Terancam PHK! Buruh PT Namasindo Plas Bandung Barat Berontak

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung PT Namasindo Plas yang berlokasi di Kampung Cangkorah No. 7, RT 02/RW 01, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat (foto: istimewa @namasindoplas)

i

Gedung PT Namasindo Plas yang berlokasi di Kampung Cangkorah No. 7, RT 02/RW 01, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat (foto: istimewa @namasindoplas)

SEKITARKITA.id – Pil pahit dialami puluhan karyawan PT Namasindo Plas di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Para pekerja mengaku terancam PHK dengan gaji belum dibayarkan hampir dua bulan, membuat nasib mereka terkatung-katung tanpa kepastian dari pihak perusahaan.

Rencananya, puluhan pekerja akan menggelar aksi damai besok Selasa, 14 Oktober 2025.

Aksi akan digelar depan pabrik PT Namasindo Plas yang berlokasi di Kampung Cangkorah No. 7, RT 02/RW 01, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar (KBB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, PT Namasindo Plas dikenal sebagai perusahaan pengolahan plastik terkemuka di Indonesia yang berfokus pada daur ulang botol plastik PET menjadi botol baru, serta memproduksi galon Polycarbonate (PC). Namun kondisi perusahaan disebut semakin memburuk sepanjang 2025.

Wakil Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) KBB, Yandi Setiawan, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran gaji.

Gedung PT Namasindo Plas yang berlokasi di Kampung Cangkorah No. 7, RT 02/RW 01, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat (foto: istimewa @namasindoplas)
Gedung PT Namasindo Plas yang berlokasi di Kampung Cangkorah No. 7, RT 02/RW 01, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat (foto: istimewa @namasindoplas)

“Kemarin saya sempat bertemu beberapa pekerja, dan memang benar ada gaji yang belum dibayarkan. Kalau dilihat dari kronologinya, kondisi di perusahaan ini memang semakin memburuk dalam tahun ini,” ujar Yandi kepada sekitarkita.id, Senin (13/10/2025).

Baca Juga:  Ilham Habibie: Faktor Pengangguran di Jabar Lemahnya Daya Saing Industri Lokal, ini solusinya

Yandi yang juga Sekretaris PUK FSPMI PT Namasindo Plas menjelaskan, sejumlah karyawan melaporkan upah bulan Agustus dan September 2025 belum dibayar.

Berdasarkan data BPJS Tenaga Kerja (TK), kata dia, total karyawan baik yang terdaftar mencapai sekitar 400-500 orang.

Ia menyebut, permasalahan lain yang muncul adalah listrik pabrik telah padam hampir 1 bulan.

Dikatakan dia, sejumlah departemen berhenti beroperasi dan hanya sebagian kecil, hampir semua karyawan diliburkan.

“Banyak teman-teman yang pekerjaannya diliburkan, hampir semuanya,” kata Yandi.

Yandi menyampaikan bahwa perwakilan pekerja telah melakukan komunikasi dengan Polres Cimahi dan akan bertemu dengan pihak manajemen perusahaan.

Gedung PT Namasindo Plas yang berlokasi di Kampung Cangkorah No. 7, RT 02/RW 01, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat (foto: istimewa @namasindoplas)
Gedung PT Namasindo Plas yang berlokasi di Kampung Cangkorah No. 7, RT 02/RW 01, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat (foto: istimewa @namasindoplas)

“Besok (Selasa) kami perwakilan pekerja melakukan pertemuan dengan pihak manajemen. Rencananya, kami akan difasilitasi oleh Polres Cimahi untuk perundingan sementara terlebih dahulu,” ujarnya.

Pihak pekerja juga mempertanyakan teknis aksi damai, termasuk kemungkinan mendirikan tenda di depan pabrik jika tidak ada respons dari perusahaan.

“Keputusan besok seperti apa, akan memasang tenda depan pabrik jika tidak ada solusi, ini bentuk solidaritas dan keprihatinan kepada temen temen kita (pekerja),” ujarnya.

Baca Juga:  Dukung Timnas Indonesia, Presiden Prabowo Nonton Lewat HP

Menurut Yandi, melihat situasi saat ini, besar kemungkinan PT Namasindo Plas operasional akan berjalan kembali namun dengan kondisi yang tidak normal atau mungkin tutup (bangkrut).

Meski demikian, pekerja tetap berharap ada kejelasan mengenai hak-hak mereka, terutama soal pesangon dan pembayaran gaji tertunda.

“Selama beberapa minggu terakhir, kami terus menjalin komunikasi dengan manajemen. Namun sejauh ini belum ada kejelasan. Jika besok tidak ada keputusan yang jelas, kami akan mempertimbangkan langkah lanjutan,” tegasnya.

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat Bandung Barat, mengingat PT Namasindo Plas adalah salah satu perusahaan besar di wilayah tersebut.

“Para pekerja berharap pemerintah daerah, dinas tenaga kerja, dan aparat terkait turun tangan untuk memastikan hak-hak buruh terpenuhi,” tandasnya.

Sampai berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari pihak management PT Namasindo Plas. Redaksi menunggu klarifikasi dari pihak terkait.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Bidik 3 Medali Emas di Porprov Jabar 2026, FORKI KBB Matangkan Persiapan Atlet
Ketum Viking Bandung Kutuk Keras Bentrokan di Banten, Tim Hukum Diterjunkan Dampingi Korban
Selebgram GA Ditangkap, Polisi Bongkar Jaringan Peredaran K-Pod Ketamin
Panen Raya 377 Ton Jagung, Polres Cimahi Sukses Hidupkan Lahan Tidur di KBB
Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung
Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran
Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:54 WIB

Bidik 3 Medali Emas di Porprov Jabar 2026, FORKI KBB Matangkan Persiapan Atlet

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:06 WIB

Ketum Viking Bandung Kutuk Keras Bentrokan di Banten, Tim Hukum Diterjunkan Dampingi Korban

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:57 WIB

Selebgram GA Ditangkap, Polisi Bongkar Jaringan Peredaran K-Pod Ketamin

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:40 WIB

Panen Raya 377 Ton Jagung, Polres Cimahi Sukses Hidupkan Lahan Tidur di KBB

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:35 WIB

Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polres Cimahi Sulap Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung

Berita Terbaru