SEKITARKITA.id – Pil pahit dialami puluhan karyawan PT Namasindo Plas di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Para pekerja mengaku terancam PHK dengan gaji belum dibayarkan hampir dua bulan, membuat nasib mereka terkatung-katung tanpa kepastian dari pihak perusahaan.
Rencananya, puluhan pekerja akan menggelar aksi damai besok Selasa, 14 Oktober 2025.
Aksi akan digelar depan pabrik PT Namasindo Plas yang berlokasi di Kampung Cangkorah No. 7, RT 02/RW 01, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar (KBB).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui, PT Namasindo Plas dikenal sebagai perusahaan pengolahan plastik terkemuka di Indonesia yang berfokus pada daur ulang botol plastik PET menjadi botol baru, serta memproduksi galon Polycarbonate (PC). Namun kondisi perusahaan disebut semakin memburuk sepanjang 2025.
Wakil Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) KBB, Yandi Setiawan, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran gaji.
“Kemarin saya sempat bertemu beberapa pekerja, dan memang benar ada gaji yang belum dibayarkan. Kalau dilihat dari kronologinya, kondisi di perusahaan ini memang semakin memburuk dalam tahun ini,” ujar Yandi kepada sekitarkita.id, Senin (13/10/2025).
Yandi yang juga Sekretaris PUK FSPMI PT Namasindo Plas menjelaskan, sejumlah karyawan melaporkan upah bulan Agustus dan September 2025 belum dibayar.
Berdasarkan data BPJS Tenaga Kerja (TK), kata dia, total karyawan baik yang terdaftar mencapai sekitar 400-500 orang.
Ia menyebut, permasalahan lain yang muncul adalah listrik pabrik telah padam hampir 1 bulan.
Dikatakan dia, sejumlah departemen berhenti beroperasi dan hanya sebagian kecil, hampir semua karyawan diliburkan.
“Banyak teman-teman yang pekerjaannya diliburkan, hampir semuanya,” kata Yandi.
Yandi menyampaikan bahwa perwakilan pekerja telah melakukan komunikasi dengan Polres Cimahi dan akan bertemu dengan pihak manajemen perusahaan.
“Besok (Selasa) kami perwakilan pekerja melakukan pertemuan dengan pihak manajemen. Rencananya, kami akan difasilitasi oleh Polres Cimahi untuk perundingan sementara terlebih dahulu,” ujarnya.
Pihak pekerja juga mempertanyakan teknis aksi damai, termasuk kemungkinan mendirikan tenda di depan pabrik jika tidak ada respons dari perusahaan.
“Keputusan besok seperti apa, akan memasang tenda depan pabrik jika tidak ada solusi, ini bentuk solidaritas dan keprihatinan kepada temen temen kita (pekerja),” ujarnya.
Menurut Yandi, melihat situasi saat ini, besar kemungkinan PT Namasindo Plas operasional akan berjalan kembali namun dengan kondisi yang tidak normal atau mungkin tutup (bangkrut).
Meski demikian, pekerja tetap berharap ada kejelasan mengenai hak-hak mereka, terutama soal pesangon dan pembayaran gaji tertunda.
“Selama beberapa minggu terakhir, kami terus menjalin komunikasi dengan manajemen. Namun sejauh ini belum ada kejelasan. Jika besok tidak ada keputusan yang jelas, kami akan mempertimbangkan langkah lanjutan,” tegasnya.
Kasus ini menjadi sorotan masyarakat Bandung Barat, mengingat PT Namasindo Plas adalah salah satu perusahaan besar di wilayah tersebut.
“Para pekerja berharap pemerintah daerah, dinas tenaga kerja, dan aparat terkait turun tangan untuk memastikan hak-hak buruh terpenuhi,” tandasnya.
Sampai berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari pihak management PT Namasindo Plas. Redaksi menunggu klarifikasi dari pihak terkait.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








