Bandung Barat | SekitarKita.id,-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi para siswa yang terdampak bencana longsor dan banjir bandang tetap dilaksanakan.
Melalui, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan, dalam kegiatan KBM para siswa SDN 1 Cibenda dan SDN Padakati di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor KBB dilakukan secara daring atau online.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Asep Dendih mengatakan, hal ini dilakukan menyusul gedung dan ruangan di dua SD tersebut digunakan untuk menampung warga pengungsi yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu 24 Maret 2024 malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kebetulan Penilaian Tengah Semester (PTS) Genap sudah berakhir tinggal pelaksanaan Pesantren Kilat,” kata Asep, ditemui wartawan di lokasi pengungsian, Selasa (26/03/2024).
Ia menjelaskan, kondisi dampak bencana tanah longsor dan banjir bandang di Kampung Gintung ini sangat urgen, maka itu, pihaknya memberikan izin dua sekolah tersebut sebagai lokasi penampungan korban terdampak bencana.
“Untuk SDN 1 Cibenda dan SDN Padakati kita izinkan untuk jadi tempat pengungsian. Sedangkan, para siswa melaksanakan KBM secara daring,” jelasnya.
Pasalnya, pihaknya hanya mengizinkan dua sekolah tersebut untuk penampungan warga pengungsi yang terdampak bencana tanah longsor dan banjir bandang.
Saat ini, kata Asep, Disdik KBB belum menerima data siswa yang turut menjadi korban bencana longsor, namun itu, pihaknya masih terus menunggu data informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB.
“Kami menunggu informasi dari BPBD KBB. Kami juga masih menunggu arahan dari pimpinan (Pj Bupati, Arsan Latif) terkait sampai kapan dua sekolah tersebut digunakan untuk para pengungsi, kami terus berkoordinasi kita doakan yang terbaik,” ujar Asep menandaskan.








