SEKITARKITA.id – Memasuki hari keempat pascabencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), jumlah pengungsi dan korban terus diperbarui seiring proses evakuasi dan validasi data yang masih berlangsung.
Berdasarkan data sementara per Selasa, 27 Januari 2026, jumlah pengungsi di Desa Pasirlangu tercatat sebanyak 606 jiwa.
Rinciannya, di GOR terdapat 100 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa yang terdiri dari 154 perempuan dan 158 laki-laki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara di aula desa terdapat 94 KK atau 294 jiwa dengan komposisi 147 perempuan dan 147 laki-laki.
Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Ade Zakir, menyampaikan bahwa hingga hari ini tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Cimahi telah berhasil mengidentifikasi 33 jenazah korban longsor secara resmi.
“Update hari ini, per tanggal 27 Januari 2026, hasil dari DVI secara resmi dari Kapolres, ada 33 jenazah yang berhasil diidentifikasi. Masih ada 16 jenazah yang belum teridentifikasi, dengan rincian 4 berada di RSUD Bhayangkara, 4 di RS Cibabat, dan 8 masih dalam proses,” ujar Ade Zakir saat ditemui di posko bencana Aula kantor Desa Pasirlangu, Selasa.
Ia menambahkan, jumlah korban keseluruhan masih dalam tahap validasi karena adanya dinamika data di tingkat RW.
Menurutnya, terdapat kemungkinan sekitar 45 korban lain yang masih tercatat dalam pendataan awal, namun belum bisa dipastikan karena sebagian nama yang masuk dalam daftar ternyata masih hidup.
“Data korban masih naik turun karena validasi dengan para RW. Ada kemungkinan sekitar 45 korban lagi, tapi belum bisa dipastikan. Ada beberapa yang di data ternyata yang bersangkutan ada, misalnya ada yang menginap di luar kota seperti Cianjur. Jadi data keseluruhan masih kami update terus,” jelasnya.
Terkait proses evakuasi, Ade Zakir menyebutkan bahwa pada hari keempat pencarian korban tertimbun longsor, tim SAR akan membagi area pencarian ke dalam tiga klaster, yakni A, B, dan C.
Pembagian area pencarian dengan menggunakan tiga klaster ini merupakan strategi efektif untuk mempercepat koordinasi tim SAR di lapangan, memungkinkan cakupan area yang lebih luas, terfokus, dan terstruktur.
Tim gabungan akan ditempatkan di masing-masing klaster untuk memaksimalkan potensi penyelamatan dan evakuasi korban.
Klaster A: Umumnya difokuskan pada area prioritas utama atau titik duga tertinggi.
Klaster B: Meliputi area perluasan atau jalur alternatif pencarian.
Klaster C: Mencakup area penyisiran pendukung atau wilayah sekitarnya.
“Informasi dari rekan-rekan Basarnas, petugas dibagi tiga klaster. Alat berat juga kami turunkan, mudah-mudahan besok dipermudah,” katanya.
Untuk data keluarga terdampak, saat ini tercatat sekitar 34 KK. Namun di dalam satu rumah terdapat lebih dari satu KK, sehingga jumlah jiwa dan KK masih terus diperbarui.
“Awalnya ada 34 KK, tapi di dalam satu rumah ada beberapa KK. Ini sedang kami update rilisnya. Kami juga melengkapi data korban dengan NIK agar nanti dalam hak waris maupun santunan lebih mudah ke depannya. Kami masih terus berkoordinasi dengan Disdukcapil dan pemerintah desa,” ungkapnya.
Ade Zakir juga menyebutkan bahwa total pengungsi sebenarnya mencapai sekitar 900 orang, termasuk warga yang mengungsi di rumah kerabatnya.
“Jumlah pengungsi total ada sekitar 900 orang, yang berada di GOR, aula, dan yang menginap di saudaranya,” ujarnya.
Terkait penentuan zona aman dan rawan, Pemkab KBB masih menunggu rilis resmi dari tim geologi.
“Mudah-mudahan hari ini rilis dari geologi sudah keluar. Nanti akan ditentukan lokasi yang aman dan yang rawan. Kita akan edukasi masyarakat melalui Basarnas dan Forkopimda untuk kembali ke rumah masing-masing, tentu berdasarkan rekomendasi geologi,” tambahnya.
Sementara itu, bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dipastikan masih akan bertambah. Untuk itu, Pemkab KBB akan melakukan validasi ulang berdasarkan data Kartu Keluarga.
“Bantuan dari Pak Gubernur besar kemungkinan akan bertambah. Maka dari itu kita validasi ulang dasarnya dari Kartu Keluarga. Data terbaru akan kita ikuti untuk penyelesaiannya. Bantuan sebagian itu langsung disalurkan oleh Pak KDM saat meninjau ke sini kemarin,” tutup Ade Zakir.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan








