Honor mempromosikan Defocus Eye Coverage dan Deepfake Detection berbasis AI di MWC Shanghai

- Penulis

Kamis, 27 Juni 2024 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Honor mempromosikan Defocus Eye Coverage dan Deepfake Detection berbasis AI di MWC Shanghai

[ad_1]

Pada Cell World Congress (MWC) yang sedang berlangsung di Shanghai, merek teknologi Honor mempromosikan dua inovasi baru berbasis AI pada perangkat: AI Defocus Eye Coverage dan AI Deepfake Detection.

Honor mengorbitkan teknologi AI Defocus Eye Coverage sehubungan dengan peningkatan Miopia (rabun jauh) yang disebabkan oleh penggunaan layar dalam jangka panjang. Teknologi ini memakai AI untuk mensimulasikan kacamata pengaburan pada layar perangkat pintar. Hal ini karena itu kacamata ini dikarenakan pengaburan terkontrol di bidang visible tepi pengguna untuk membantu menjaga penglihatan sentral tetap jelas. Hal ini menciptakan perubahan persepsi visible yang memperlambat proses pemanjangan mata, dikarenakan rabun jauh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Honor mengklaim teknologi AI Defocus Eye Coverage-nya menurunkan rata-rata miopia saat ini pengguna sebesar 13° setelah membaca sepanjang 25 menit, dan beberapa pengguna bahkan merasakan pengurangan maksimum sebesar 75°.

Honor memperkenalkan Defocus Eye Protection dan Deepfake Detection berbasis AI di MWC Shanghai

Berbicara tentang AI Deepfake Detection, Honor menyampaikan teknologi ini akan membantu mencegah penipuan dan mendeteksi konten yang dimanipulasi secara virtual. Hal ini akan dilakukan dengan memeriksa konten yang dihasilkan bingkai demi bingkai seperti kontak mata, kejernihan gambar, pencahayaan, dan pemutaran video untuk mengidentifikasi kekurangan yang sepertinya tidak bisa dilihat oleh mata manusia.

Baca Juga:  Tecno mengumumkan AI Imaginative and prescient - serangkaian fitur AI yang akan segera hadir di perangkat pintarnya

Honor memperkenalkan Defocus Eye Protection dan Deepfake Detection berbasis AI di MWC Shanghai

Honor juga menyampaikan bahwa teknologi AI Deepfake Detection miliknya telah dilatih melalui kumpulan information besar berupa gambar dan video keterkaitan penipuan on-line, dengan begitu memungkinkan AI melakukan data diri, penyaringan, dan perbandingan dalam waktu tiga detik.

Andai konten yang dimanipulasi terdeteksi oleh AI Deepfake Detection, peringatan risiko secepatnya muncul untuk menghalangi pengguna agar sepertinya tidak terus berinteraksi dengan orang yang berpotensi menjadi penipu.

[ad_2]

Sumber: gsmarena



Berita Terkait

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025
Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi
Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?
Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?
Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Andai Tidak Dapat Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin saja Tua Lebih Cepat, Tutur Psikologi

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:59 WIB

10 Lodge Terbaik Dekat Danau Toba untuk Liburan Santai 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:14 WIB

Orang Tunggu Sendiri Patuh 8 Aturan Kuat Ini, Menurut Psikologi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:44 WIB

Daftar 8 Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia U17 2025, Apakah Timnas Indonesia Dapat Ikut?

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:59 WIB

Mengapa Fairing Motor Sport 150 Kini Menghilang dari Showroom?

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kucing Dapat Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru