HSBC membagikan prospek harga fuel alamnya Oleh Making an investment.com

- Penulis

Sabtu, 18 Mei 2024 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Analis HSBC memberikan gambaran rinci mengenai harga dalam sebuah catatan minggu ini, yang menunjukkan bahwa pasar fuel Eropa mendekati keseimbangan baru.

Dalam beberapa minggu terakhir, harga fuel lebih tinggi dari perkiraan, dengan patokan Name Switch Facility (TTF) melampaui USD 10/mBtu, yang merupakan stage tertinggi sejak bulan Januari. Menurut financial institution tersebut, gangguan pasokan, seperti pemadaman berkepanjangan di Freeport LNG dan pemeliharaan di Gorgon, serta risiko geopolitik, telah berkontribusi terhadap peningkatan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlepas dari permasalahan ini, para analis mencatat bahwa persediaan di Eropa cukup banyak, dengan tingkat kapasitas saat ini sebesar 64% dibandingkan dengan rata-rata historis sebesar 43%. Permintaan fuel masih rendah, dengan kuatnya pembangkit listrik non-gas, yang menunjukkan bahwa harga fuel hanya akan mengalami sedikit penurunan jika ketegangan geopolitik mereda. HSBC mempertahankan asumsi USD 9/mBtu untuk musim panas 2024.

Analis financial institution tersebut menyatakan: “Pasar fuel Eropa sedang menuju kondisi commonplace baru, dua tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina.”

Baca Juga:  Inflasi produsen di Afrika Selatan melambat menjadi 4,5% y/y di bulan Februari

Meski begitu, musim dingin tahun 2024/25 diperkirakan akan menjadi periode penuh tantangan terakhir bagi Eropa sebelum pasokan LNG baru mulai tersedia antara tahun 2025 dan 2028, terutama dari Amerika Serikat dan Qatar.

Masuknya LNG ini diperkirakan akan menyebabkan kelebihan pasokan di pasar mulai tahun 2026, dan berpotensi berlangsung hingga akhir dekade ini. Waktu terjadinya kelebihan pasokan ini masih belum diketahui secara pasti, namun HSBC memperkirakan hal ini kemungkinan besar terjadi mengingat pertumbuhan pasokan yang kuat dari produsen-produsen utama.

Dalam jangka panjang, pasar diperkirakan akan mengalami penyeimbangan kembali dengan meningkatnya permintaan LNG dari negara-negara Asia yang sensitif terhadap harga dan berkurangnya ekspor Amerika yang fleksibel. Hal ini dapat menyebabkan harga musim panas yang lebih rendah, sehingga berpotensi menurunkan biaya tunai LNG AS sekitar USD 5-6/mBtu.

Iklan pihak ketiga. Bukan tawaran atau rekomendasi dari Making an investment.com. Lihat pengungkapan Di Sini atau
Hilangkan iklan
.



[ad_2]

2024-05-18 19:29:09

www.making an investment.com



Berita Terkait

Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:20 WIB

Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Berita Terbaru