Inovasi Teknologi Desa Wisata, Tim Asal Sumatra Barat Raih Juara 2 di Effect Nationwide Hackathon 2024

- Penulis

Rabu, 18 Desember 2024 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inovasi Teknologi Desa Wisata, Tim Asal Sumatra Barat Raih Juara 2 di Effect Nationwide Hackathon 2024

[ad_1]

Tim Hmm dari Universitas Andalas, yang terdiri dari Khalied Nauly Maturino, Berka Aldizar, dan Muhammad Nouval Habibie, berhasil meraih *Juara 2* di *Effect Nationwide Hackathon 2024* di Jakarta dengan menciptakan AgroWista, aplikasi berbasis AI dan IoT untuk pengelolaan desa wisata. Dimulai dari ide Nouval tentang potensi desa wisata di Sumatera Barat, mereka mengembangkan aplikasi yang membantu pengelola desa dalam meningkatkan kualitas layanan, memperkenalkan produk lokal, serta memberi dukungan keinginan lingkungan. Bolak-balik mereka penuh tantangan, mulai dari pendanaan sampai persiapan teknis yang intens, tetapi mereka berhasil mengatasi rintangan tersebut dan menciptakan aplikasi inovatif yang menarik fokus perhatian dewan juri. Keberhasilan ini juga didukung oleh Maxy Academy dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras.

Surabaya, 18 Desember 2024 – Bolak-balik panjang penuh tantangan membawa Tim Hmm—yang terdiri dari Khalied Nauly Maturino, Berka Aldizar, dan Muhammad Nouval Habibie, mahasiswa semester 5 Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas—berhasil meraih Juara 2 dalam ajang pengumuman Effect Nationwide Hackathon 2024. Kompetisi yang dilaksanakan di Jakarta ini mengumpulkan puluhan tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, semuanya menciptakan solusi virtual inovatif untuk memecahkan tantangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetapi, di balik keberhasilan ini terdapat kisah antar-jemput penuh dedikasi, mulai dari Sumatera Barat sampai ke panggung besar di ibu kota.

Dari Sumatra Barat, Sebuah Ide Lahir

Bolak-balik Tim Hmm berawal dari kampus Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat. Ide AgroWista, aplikasi berbasis Synthetic Intelligence (AI) dan Web of Issues (IoT) untuk pengembangan desa wisata, lahir dari pengalaman Nouval Habibie yang pernah mengunjungi berbagai desa wisata di Sumatera Barat. “Saya lihat dengan jumlah besar desa yang memiliki potensi luar biasa, tetapi pengelolaannya masih tradisional. Saya berpikir, bagaimana andai kita mampu membantu mereka mendapatkan keuntungan dari teknologi untuk berkembang dengan lebih baik?” tutur Nouval.

Berka Aldizar, yang terkenal sebagai penggerak dalam tim, secepatnya mengajak Khalied dan Nouval untuk ikut mengikuti Effect Nationwide Hackathon 2024. Mereka punya pendapat yang sama menjadikan ini sebagai tantangan untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata. “Kami tahu ini bukan hal mudah, tapi kami yakin dengan potensi tim kami,” ujar Berka.

Baca Juga:  Han So Hee memukau penggemar dengan tampilan tato barunya yang berani

Dari ide awal, mereka mulai mengembangkan konsep AgroWista. Dengan mendapatkan keuntungan dari keterampilan masing-masing, Khalied memimpin pengembangan teknis, sementara waktu Nouval fokus pada pengumpulan knowledge dan observasi kebutuhan masyarakat desa wisata. Berka menjadi ujung tombak dalam menyusun strategi dan mempersiapkan presentasi.

AgroWista: Solusi Inovatif untuk Desa Wisata

AgroWista adalah solusi virtual inovatif yang dirancang untuk memberi dukungan pengelolaan dan pengembangan desa wisata di Indonesia melalui penerapan teknologi canggih, seperti Synthetic Intelligence (AI) dan Web of Issues (IoT). Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pengelola desa wisata dalam meningkatkan kualitas layanan dan mengumumkan produk lokal, serta mendorong minat lingkungan. AgroWista menawarkan berbagai fitur unggulan yang bisa membantu pengelola desa wisata untuk mengoptimalkan pengalaman wisatawan dan memperbaiki kualitas pengelolaan desa.

Salah satu fitur utama adalah penggunaan AI untuk menganalisis ulasan pengunjung, memberikan wawasan yang berguna untuk perbaikan layanan. Selain itu, aplikasi ini juga mengintegrasikan IoT untuk menjaga kondisi lingkungan, seperti kelembapan tanah dan suhu udara, guna memberi dukungan rutinitas pertanian yang berkelanjutan di desa wisata. Fitur lain yang tak kalah penting adalah pemberian Poin Penghargaan untuk ulasan berkualitas, yang mendorong wisatawan untuk memberikan umpan balik yang lebih konstruktif. AgroWista juga memudahkan memperkenalkan produk lokal melalui fitur QR Code, yang memungkinkan wisatawan dapatkan informasi lengkap tentang produk desa. Dengan tambahan fitur Sales Bot 24 Jam dan Pelaporan Sampah, AgroWista berupaya memberikan layanan terbaik bagi wisatawan, serta memberi dukungan kebersihan dan seluruh desa wisata secara keseluruhan. Dengan segala fitur inovatif ini, AgroWista berpotensi besar untuk dapat mempercepatnya transformasi desa wisata di Indonesia menjadi lebih fashionable, efisien, dan berkelanjutan.

Menuju Jakarta: Bolak-balik yang Menguji Semangat

Semifinal Babak membawa tantangan baru bagi mereka. Setelah diumumkan lolos dari seleksi tahapan awal, Tim Hmm harus segera menghadapi kenyataan bahwa kompetisi babak ultimate akan berlangsung di Jakarta. Bolak-balik ini tidaklah mudah, baik secara logistik maupun psychological.

Baca Juga:  Port Academy Luncurkan Pelatihan Baru untuk Keamanan Pelabuhan

“Kami harus segera mengawasi semuanya sendiri, mulai dari tiket pesawat sampai akomodasi. Awalnya kami sempat bingung bagaimana membiayai antar-jemput ini, tetapi dalam hal apa pun kampus memberikan dukungan sebagian dana,” cerita Khalied. Untuk menghemat, mereka mengambil keputusan mencari tau penginapan sederhana di dekat lokasi kompetisi.

Sepanjang antar-jemput dari Padang ke Jakarta, mereka mendapatkan keuntungan dari setiap momen untuk menyempurnakan konsep AgroWista. Di bandara, mereka terlihat sibuk berdiskusi, dan di pesawat, pc tetap menjadi teman setia. “Sepertinya seperti kami sedang membawa mimpi besar dari Sumatra Barat menuju panggung nasional,” kenang Nouval.

Setibanya di Jakarta, mereka langsung mengalami atmosfer kompetisi yang jauh lebih intens. Bertemu dengan tim-tim lain dari berbagai daerah yang mengusung ide-ide brilian membuat mereka merasa tertantang sekaligus termotivasi. “Kami sadar bahwa ini adalah kesempatan untuk memperlihatkan bahwa tim dari Sumatera Barat juga dapat bersaing di tingkat nasional,” tutur Berka.

Tetapi, antar-jemput menuju babak ultimate bukanlah tanpa hambatan. Saat di semifinal, mereka harus segera menghadapi tenggat waktu yang ketat untuk mengakhiri pengembangan aplikasi. Berulang kali mereka menghabiskan malam di kampus, bekerja tanpa henti untuk menyempurnakan fitur-fitur AgroWista.

“Kami benar-benar harus segera tidur bergantian. Satu orang tidur, dua orang bekerja. Begitu terus mencapai semuanya selesai,” cerita Khalied. Mereka juga harus segera menyiapkan sesi pitching dengan membawa alat peran seperti perangkat IoT dan sampel tanah untuk memperkuat presentasi mereka.

Perjuangan keras itu terbayar saat mereka berhasil mengorbitkan AgroWista versi beta dengan fitur-fitur yang lebih canggih. Aplikasi ini tidak hanya menganalisis ulasan pengunjung memakai AI, namun juga menawarkan berbagai fitur inovatif seperti Poin Penghargaan untuk ulasan berkualitas, Integrasi IoT untuk menjaga kelembaban tanah dan suhu udara, QR Code Produk Desa untuk memperkenalkan produk lokal, sampai Pelaporan Sampah yang memberi dukungan kebersihan lingkungan desa wisata.

Baca Juga:  Inovasi Mahasiswa 'Sorg' Perluas Ekspansi, Dorong Sorgum Jadi Solusi Inovatif Dan Berkelanjutan

Dukungan dari Maxy Academy dan Apresiasi Tinggi

Sepanjang antar-jemput mereka, Tim Hmm juga dapatkan dukungan besar dari Maxy Academy, sebuah platform pelatihan teknologi yang mendampingi mereka dalam proses pengembangan. Isaac Munandar, CEO dan Co-Founder Maxy Academy, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan dedikasi tim ini.

“Lihat Tim Hmm berjuang dari awal sampai sampai babak ultimate adalah hal yang sangat menginspirasi. Mereka adalah contoh bagaimana inovasi dapat lahir dari kerja keras, semangat berkolaborasi, dan keberanian untuk bermimpi besar,” tutur Isaac.

Isaac juga menyampaikan kekagumannya pada etos kerja tim ini. “Saya ingat saat mereka datang untuk mentoring, membawa ide-ide yang tidak dapat dipercaya dan siap menerima masukan. Mereka tidak hanya bersaing, namun benar-benar berusaha menciptakan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Momen Kebanggaan di Jakarta

Di babak terakhir, AgroWista berhasil mencuri perhatian dewan juri. Kombinasi teknologi canggih dan pendekatan aplikatif menjadikan aplikasi ini menonjol di antara peserta lainnya. Berka, yang bertugas sebagai presenter, berhasil mengungkapkan visi dan dampak aplikasi dengan meyakinkan. “Kami membawa nama Sumatra Barat dan Universitas Andalas ke panggung nasional. Itu tanggung jawab besar, tapi kami bangga dapat mewakili daerah kami,” ujarnya.

Ketika nama Tim Hmm diumumkan sebagai Juara 2, suasana haru menghancurkan mereka. Semua perjuangan, malam-malam tanpa tidur, dan antar-jemput jauh dari Padang ke Jakarta terbayar lunas.

Setelah kompetisi ini, Tim Hmm bertekad untuk terus mengembangkan AgroWista agar bisa diimplementasikan di desa-desa wisata di seluruh Indonesia. Nouval mengharapkan aplikasi ini tidak hanya menjadi prototipe, namun benar-benar digunakan untuk membantu rakyat. “Kami ingin AgroWista menjadi alat perubahan, memberi dukungan desa wisata untuk berkembang lebih baik, lebih fashionable, dan tetap berkelanjutan,” ungkapnya.

Keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di Universitas Andalas. Khalied menutup dengan pesan optimis, “Kami harap ini menjadi motivasi untuk semua siswa. Jangan takut bermimpi besar, sebab dengan kerja keras dan keberanian, tak ada yang tidak mungkin saja.”

[ad_2]
Sumber: vritimes



Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB