Ironis! Anak Anggota DPRD KBB Jadi Korban Keracunan Usai Santap MBG di SMPN 1 Cisarua

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Cisarua, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Cisarua, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Cisarua, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali menyita perhatian publik.

Insiden yang terjadi pada Selasa, 14 Oktober 2025 ini menimbulkan keprihatinan mendalam setelah diketahui bahwa salah satu korban merupakan anak anggota DPRD KBB, Pipit Puspita Ahdiani dari Fraksi Golkar.

Total 161 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga kejang-kejang. Sebagian siswa harus mendapatkan perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Lembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak saya kelas 8 di SMP ini. Tadi siang masih sehat, tapi sekitar jam 4 sore tiba-tiba mengeluh lemas dan pusing. Saya langsung bawa ke RSUD Lembang, dan sekarang masih dalam observasi,” ujar Pipit Puspita Ahdiani di posko darurat SMPN 1 Cisarua.

Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Cisarua, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh
Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Cisarua, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Abdul Kholilulloh.

Menurut Pipit, 36 siswa SMPN 1 Cisarua dan 1 siswa SMKN 1 Cisarua dirawat di RSUD Lembang.

Mayoritas korban mengalami gejala umum, namun ada juga siswa yang sempat kejang dan sesak napas saat pertama kali dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga:  Meresahkan, Polres Metro Bekasi Ringkus 4 Orang Geng Motor, 10 Sajam Diamankan

Meski demikian, Pipit mengapresiasi respons cepat dari tenaga medis.

“Alhamdulillah kondisi anak-anak mulai membaik. Penanganan di RSUD Lembang cepat dan lengkap,” katanya.

Pipit mengaku bahwa anaknya jarang makan makanan MBG di sekolah. Namun pada hari kejadian, sang anak memakan ayam dari menu MBG, sedangkan nasi dan lauk lainnya tidak disentuh.

“Katanya cuma makan ayamnya saja. Setelah itu baru ada pengumuman bahwa makanan MBG tidak boleh dimakan. Tapi pengumuman datang setelah sebagian anak sudah makan,” jelas Pipit.

Ia berharap pemerintah segera mengevaluasi penyedia makanan MBG agar kejadian serupa tidak terus terjadi.

“Pentingnya pengawasan ketat terhadap kebersihan, distribusi, dan kualitas bahan pangan yang disajikan kepada siswa,” tegasnya.

DPRD KBB: Program MBG Harus Dievaluasi Menyeluruh!

Di lokasi yang sama, Sekretaris DPD NasDem KBB sekaligus Anggota DPRD KBB, Bintang Pamungkas, juga memberikan tanggapan tegas.

“Program makan bergizi gratis ini harus dievaluasi secara serius. Sudah terlalu banyak siswa yang menjadi korban keracunan di Bandung Barat. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan malah membahayakan,” ujar Bintang.

Baca Juga:  Kang Ace Gelontorkan Bansos Rp202 Miliar untuk Pemberdayaan Masyarakat, Bentuk Kepedulian pada Dapilnya

Bintang menekankan bahwa Dinas Kesehatan KBB harus lebih aktif dalam melakukan pengawasan serta sertifikasi dapur penyedia MBG.

“Hanya dapur yang memiliki sertifikat laik higiene dan sanitasi yang boleh mengolah dan mendistribusikan makanan MBG. Kalau dapur belum bersertifikat, jangan diberi kewenangan,” tegasnya.

Selain pengawasan, Bintang menekankan bahwa penanganan korban adalah prioritas.

“Saat ini fokus kita adalah pemulihan ratusan siswa yang keracunan. Kita berharap tidak ada korban tambahan,” pungkasnya.

Insiden ini kembali menambah panjang daftar kasus keracunan massal program MBG di Kabupaten Bandung Barat. Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah untuk, memperketat pengawasan, memastikan dapur penyedia bersertifikat, menjamin kualitas dan kebersihan makanan dan mengevaluasi sistem distribusi MBG.

Program yang seharusnya menyehatkan siswa tidak boleh berubah menjadi ancaman bagi keselamatan mereka. Pemerintah diminta bertindak cepat dan tegas demi mencegah insiden serupa terulang.



Berita Terkait

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Senin, 8 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Juni 2026 - 15:26 WIB

BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Berita Terbaru

Tim INAFIS Polres Cimahi lakukan olah TKP penemuan jenazah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Jun 2026 - 21:52 WIB

Pantauan kendaraan melalui teknologi canggih CCTV ATCS Dishub KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

Minggu, 7 Jun 2026 - 15:45 WIB