Isak tangis iringi pemakaman anggota KPPS, KPU Bandung Barat berikan santunan 

- Penulis

Senin, 19 Februari 2024 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman Mumuh Muchroni (58) anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Senin (19/02/2024).

Mendiang Mumuh warga RT04/RW10, Kampung Babakan Cianjur, meninggal pada Minggu (18/02) karena kelelahan dan terkena serangan jantung setelah empat hari bertugas di TPS 04 Desa Gadobangkong.

Keluarga ikhlas melepas kepergian Mumuh Muchroni, Jenazah itu tiba di kompleks pemakaman sekitar pukul 09.00 WIB di kompleks pemakaman tak jauh dari rumah duka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jenazah tampak dibawa menggunakan keranda mayat diikuti dengan iring-iringan keluarga, sanak saudara dan petugas keamanan.

TNI Polri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, serta perangkat Desa dan Kecamatan Ngamprah turut mendampingi pemakaman.

Jenazah Mumuh Muchroni di makamkan di TPU Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Jenazah Mumuh Muchroni di makamkan di TPU Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Terlihat lubang makam tempat jenazah akan dimakamkan telah disiapkan. Pria usia 58 tahun itu siap dimakamkan dalam liang.

Istri dan keempat anaknya serta sepupu terlihat hadir mengantarkan alamarhum hingga ketempat peristirahatan terakhirnya. Mereka tak kuat menangis saat melihat peti jenazah dimasukkan ke liang lahad.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pastikan 23 Marinir dan 2 Polisi Gugur di Longsor Cisarua Dapat Santunan Rp25 Juta

“Kami mewakili KPU KBB turut berdukacita yang mendalam atas kepergian almarhum (Mumuh Muchroni), beliau merupakan salah satu anggota KPPS terbaik di Desa Gadobangkong ini,” kata Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman saat ditemui wartawan termasuk SekitarKita.id dilokasi.

Ia menjelaskan, Mumuh meninggal dunia setelah empat hari pemilihan umum (Pemilu) 2024, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat terkait pemberian santunan.

Ketua KPU KBB, Ripqi (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman (foto: Abdul Kholilulloh)

“Tentu (KPU KBB) akan menyampaikan kepedulian kami dan berkoordinasi dengan Pemda berkaitan dengan santunan yang akan kami sampaikan,” jelasnya.

“Sekali lagi semoga almarhum Husnul Khatimah dan kepada keluarga yang ditinggalkannya semoga diberikan ketabahan, berharap semoga seluruh anggota KPPS di Desa Gadobangkong selalu diberikan kesehatan,” sambungnya .

Dijelaskan Ripqi kembali, menghadapi tahapan rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan, kedepan, ia berharap kepada anggota KPPS lain untuk selalu menjaga kesehatan.

“Mudah-mudahan anggota KPPS yang sekarang akan menghadapi rekapitulasi di kecamatan selalu diberikan kesehatan,” ujarnya.

Suasana haru diiringi isak tangis keluarga saat pemakaman almarhum Mumuh Muchroni mantan anggota KPPS Desa Kadobangkomg (foto: Abdul Kholilulloh)
Suasana haru diiringi isak tangis keluarga saat pemakaman almarhum Mumuh Muchroni mantan anggota KPPS Desa Kadobangkomg (foto: Abdul Kholilulloh)

Saat disinggung terkait besaran santunan kepada keluarga almarhum anggota KPPS, Ripqi menjelaskan, pihaknya akan mengumumkan kembali terkait hal itu.

Baca Juga:  Kematian Iguh dan Elia di Bandung Barat: Pesan Tertulis di Tembok yang Menggemparkan

“Untuk besarannya nanti akan diumumkan dikemudian hari, karena ini keputusannya ada di pemerintah daerah (Pemda KBB),” kata Ripqi kembali.

Pihaknya belum mengetahui pasti besaran uang santunan yang akan diberikan oleh Pemda KBB sendiri, kendati itu, KPU KBB menyiapkan anggaran Rp35 juta merujuk pada peraturan KPU RI.

“Kalau dari Pemda saya belum mengetahui besarannya, kalau dari KPU KBB besarannya Rp35 juta,” ujarnya kembali.

Melihat dari segi kinerja KPPS pemilu tahun ini, kata dia, tidak jauh berbeda dengan pemilu di tahun sebelumnya, hal itu yang memungkinkan banyak anggota KPPS di berbagai wilayah mengalami kelelahan.

“Sebetulnya Pemilu 2024 ini tidak jauh berbeda dengan pemilu di tahun 2019, mulai dari pemungutan surat suara lanjut ke perhitungan suara, sedangkan perhitungan suara ini untuk 5 jenis perhitungan memang tidak berhenti

Sejauh ini, lanjut Ripqi, pihaknya belum menerima laporan terkait data petugas yang dirawat di rumah sakit (RS). Ia memastikan, seluruhnya dinyatakan sehat, karena sebelumnya seluruh anggotanya sudah dilakukan skrining kesehatan dan lolos.

Baca Juga:  Hujan deras, akses jalan Desa di Bandung Barat terputus

“Kalau sampai dirawat di RS sampai saat ini dari tingkat bawah belum ada laporan, baru almarhum (Mumuh Muchroni) yang sampai dirawat tidak lama kemudian beliau meninggal dunia, sebelumnya ada pengecekan kesehatan dan baik KPPS maupun PPS semuanya dinyatakan sehat, kemungkinan setelah aktivitas di TPS ada aktivitas lain sehingga kelelahan,” ujarnya.

Ia berharap, kepada anggota KPPS maupun PPS, untuk menjaga kesehatan usai melakukan tugas pemungutan suara pemilu selesai, dipastikan istirahat dengan cukup guna mengurangi dampak resiko pada kesehatan.

“Kepada petugas dilapangan setelah melaksanakan tugas kepemiluan harus bisa beristirahat, jangan dulu melakukan pekerjaan lain mengingat pekerjaan KPPS cukup berat, kalau mereka bisa mengatur waktu tentunya bisa mengurangi kesehatan,” tandas Ripqi.

 

Liputan khusus: SekitarKita.id

Editor: Abdul Kholilulloh 



Berita Terkait

Lindungi Aset Keluarga, Kepala BPN KBB: Sertipikat PTSL adalah Investasi, Jangan Mudah Dilepas
Lawatan ke Padalarang, Dede Yusuf Minta Pemda Evaluasi Rekrutmen PPPK, Jangan Bebani Keuangan Daerah
DPC Partai Demokrat KBB Gelar Gerakan Indonesia Asri, Langit Biru Sambut HUT ke-25
Nahas! Mortir Meledak Saat Dipukul Palu, Tiga Pemulung Tewas di Cipatat Bandung Barat 
Tertemper KRD Lokal di Cimahi, Pemuda 21 Tahun Alami Patah Tulang
Pria Asal Bandung Barat Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin, Korban Masih Dalam Pencarian
DPRD KBB Tinjau TPA Sarimukti, Siapkan Pembebasan Lahan untuk Atasi Krisis Sampah
PT Indra Jaya Langgar Aturan, DPRD KBB Tutup Sementara Proyek Perumahan di Cikalongwetan

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:09 WIB

Lindungi Aset Keluarga, Kepala BPN KBB: Sertipikat PTSL adalah Investasi, Jangan Mudah Dilepas

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:00 WIB

Lawatan ke Padalarang, Dede Yusuf Minta Pemda Evaluasi Rekrutmen PPPK, Jangan Bebani Keuangan Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:45 WIB

DPC Partai Demokrat KBB Gelar Gerakan Indonesia Asri, Langit Biru Sambut HUT ke-25

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:01 WIB

Nahas! Mortir Meledak Saat Dipukul Palu, Tiga Pemulung Tewas di Cipatat Bandung Barat 

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:24 WIB

Tertemper KRD Lokal di Cimahi, Pemuda 21 Tahun Alami Patah Tulang

Berita Terbaru

Seorang pemuda berusia 21 tahun tertemper Kereta Rel Diesel (KRD) Lokal jurusan Padalarang-Bandung (foto: istimewa)

Bandung Barat

Tertemper KRD Lokal di Cimahi, Pemuda 21 Tahun Alami Patah Tulang

Rabu, 8 Jul 2026 - 22:24 WIB