Karawang | SekitarKita.id,- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus mengalami lonjakan di Kabupaten Karawang. Teranyar, Dinkes Karawang mencatat 2 orang meninggal dunia dan ratusan warga terpapar DBD sejak bulan Januari-April 2024.
Sebanyak 655 kasus DBD ini merupakan data dari awal Januari hingga April 2024. Terdiri dari, 141 kasus tercatat pada bulan Januari, dan 124 kasus pada bulan Februari, serta 233 kasus pada bulan Maret, 157 kasus di April.
Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit DBD, Dinkes Karawang bersama jajaran TNI/Polri, Jumat (26/04) melaksanakan kegiatan fogging di Kampung Secang, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas menyemprot setiap sudut permukiman penduduk untuk membasmi nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan virus dengue kepada manusia melalui gigitan.
“Fogging difokuskan pada area pemukiman warga yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat
(LPM) Mekarjati, Wakil Karsum kepada SekitarKita.id, Sabtu (27/04/2024).
“Dalam pelaksanaan fogging tersebut, petugas dari Dinkes Karawang, Puskesmas Tunggak Jati, didampingi Babhinsa TNI AD, Babhinkamtibmas dan RT/RW, perangkat Desa Mekar Jati,” sambungnya.
Ia menjelaskan, fogging betujuan mengantisipasi penyebaran penyakit DBD agar tidak meluas diwilayahnya. Di wilayah Mekarjati sendiri, kata Karsum, ada 10 warga Kampung Secang yang terjangkit penyakit DBD.
“Untuk di wilayah Mekarjati yang terdampak ada 10 orang di Kampung Secang,adapun data keseluruhannya belum terdaftar dari sebagian RT RW nya yang sudah ada terdampak penyebaran penyakit Demam Berdarah Deengue (DBD),” ujar Karsum.
Dirinya menghimbau, kepada pihak kelurahan agar selalu berkoordinasi dengan Puskesmas agar fogging meluas dan merata di wilayah Mekarjati khususnya di daerah yang terdampak DBD.
“Kami sebagai pihak pemerintah Kelurahan Mekarjati untuk mengantisipasi jangan sampai terkena penyakit Wabah Demam berdarah agar warga masyarakat Mekarjati tidak terdampak penyakit Demam berdarah Deengue (DBD),” ucap Karsum kembali.
Karsum mengatakan kami sementara mengadakan Fogging baru Satu tempat di wilayah RT 02 RW 08 Kampung Secang, adapun untuk wilayah lain, pihaknya akan ber kordinasi dengan jajaran setempat dan bisa melakukan pengontrolan di setiap wilayah yang ada di Mekarjati.
“Kami sudah menghimbau kepada masyarakat lebih bagus menjaga dari pada sudah terjadi (mengobati) artinya supaya diwilayah masyarakat jangan sampai terdampak, mengenai sampah di Mekarjati setiap hari sudah ada tempatnya sudah ada TPST Mekarjati yang sudah disediakan,” ujarnya.
“Kami himbau untuk masyarakat Mekarjati Jangan membuang sampah sembarang,dan jangan membuang sampah ke saluran air karena dampaknya ke diri kita masing-masing,” ujar dia menandaskan.
Diketahui sebelumnya, Dinkes Karawang merinci, dari total 655 kasus yang tercatat terdapat dua kasus DBD yang menjangkit anak dinyatakan meninggal.
Adapun yang meninggal dunia ada 2, usia 5 tahun di wilayah Purwasari, dan usia 13 tahun di daerah Jomin.
Kedua anak yang meninggal akibat terjangkit DBD itu diduga pasien telat mendapat penanganan medis maksimal. Karena tak segera dilarikan ke fasilitas medis oleh pihak keluarga.
Penulis : Andyka Nugroho
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : laporan Dyka Nugroho








