Kecelakaan Tragis di Padalarang Jadi Alarm, Dishub Bandung Barat Genjot Perawatan PJU

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu faktor kecelakaan maut minimnya PJU di Jalan Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi perhatian serius pemkab Bandung Barat (Foto: Abdul Kholilulloh)

i

Salah satu faktor kecelakaan maut minimnya PJU di Jalan Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi perhatian serius pemkab Bandung Barat (Foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Kecelakaan tragis di Padalarang kembali menjadi perhatian publik. Insiden yang terjadi di Jalan Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka berat.

Peristiwa kecelakaan maut tersebut terjadi pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 19.05 WIB. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di lokasi kejadian disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran warga.

Pasca kejadian, masyarakat setempat mendesak Dinas Perhubungan Bandung Barat untuk segera melakukan perbaikan dan penambahan lampu PJU, terutama di titik-titik rawan kecelakaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut warga, kondisi jalan yang gelap pada malam hari meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terlebih di jalur dengan mobilitas kendaraan yang tinggi seperti Jalan Gedong Lima.

Menanggapi hal itu, Kepala Dishub KBB, Mochamad Ridwan Evi, menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. Ia memastikan pihaknya bersama unit Laka Lantas Polres Cimahi telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.

Kepala Dishub KBB, Mochamad Ridwan Evi (Foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Dishub KBB, Mochamad Ridwan Evi (Foto: Abdul Kholilulloh)

“PJU sebenarnya sudah terpasang, namun ada beberapa titik yang mengalami kendala. Disepanjang Jalan Gedong Lima PJU berfungsi normal (nyala), hanya sebagian ada yang lampunya mati, entah dari kabelnya putus atau lampu mati harus diganti, faktor lain seperti cuaca juga berpengaruh, hujan deras disertai angin mengakibatkan pohon tumbang menimpa tiang PJU. Saat ini sudah kami tindak lanjuti dengan perbaikan,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Dishub KBB, Senin (13/4/2026).

Baca Juga:  Nama Baik Dipulihkan Presiden Prabowo, Dua Guru Sulsel Tak Kuasa Menahan Haru

Ridwan menegaskan, kecelakaan tidak sepenuhnya disebabkan oleh minimnya penerangan jalan. Berdasarkan keterangan saksi, pengendara motor diduga menghindari kendaraan angkutan kota yang berhenti di bahu jalan.

“Kami tidak ingin menyalahkan satu sama lain, Dishub KBB tengah berfokus pada perbaikan dan prawatan PJU secara berkala dibeberapa titik bukan hanya di Gedong Lima saja, atas kejadian ini Dishub akan berupaya melakukan evaluasi kedepannya,” tegasnya.

Selain faktor manusia, kelayakan infrastruktur seperti penerangan jalan umum, dan parkir liar di badan jalan serta kelayakan kendaraan juga menjadi aspek krusial dalam mencegah kecelakaan lalu lintas.

Salah satu faktor kecelakaan maut minimnya PJU di Jalan Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi perhatian serius pemkab Bandung Barat (Foto: Abdul Kholilulloh)
Salah satu faktor kecelakaan maut minimnya PJU di Jalan Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi perhatian serius pemkab Bandung Barat (Foto: Abdul Kholilulloh)

“Jadi bicara penyebab utama kecelakan itu ranahnya pihak kepolisian, kita juga tidak bisa mengklaim apakah penyebab faktor utamanya karena penerangan PJU, faktor lain contoh misalkan dari kelayakan kendaraan, lampu penerangan pada kendaraan redup sehingga tidak terlihat jelas oleh pemotor, atau kelalaian manusia, seperti parkir liar dan sebagainya. Ini musibah dan ini mejadi pengingat bagi kita semua agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” sambungnya.

Baca Juga:  Mahkamah Agung RI Gelar "Goes To School" di SMAN 1 Karawang: Pemanfaatan Medsos untuk Gen Z

Kronologi Kecelakaan di Jalan Gedong Lima

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat sepeda motor korban berboncengan mencoba menyalip kendaraan dari arah yang sama. Namun, dari arah berlawanan muncul truk sampah yang membuat pengendara kehilangan kendali.

Saat berhasil melewati mobil, nampak sebuah angkot terparkir di bahu jalan, hingga motor korban kemudian diduga menyenggol kendaraan lain dan terjatuh tepat saat truk sampah melintas. Akibatnya, kecelakaan fatal tidak dapat dihindari.

Sebagai langkah tindak lanjut, kata Ridwan, Dishub KBB kini tengah menyusun strategi peningkatan keselamatan jalan, termasuk melalui program pemeliharaan dan penambahan PJU.

Terpantau PJU di Jalan Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpasang dibeberapa titik dan berfungsi normal pasca kecelakaan maut (Foto: Abdul Kholilulloh)
Terpantau PJU di Jalan Gedong Lima, Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpasang dibeberapa titik dan berfungsi normal pasca kecelakaan maut (Foto: Abdul Kholilulloh)

Tahapan yang dilakukan meliputi, pendataan lampu jalan yang rusak atau mati, verifikasi kondisi di lapangan dan penyusunan kebutuhan material perbaikan.

“Perbaikan akan diprioritaskan di jalan dengan mobilitas tinggi dan titik rawan kecelakaan,” jelas Ridwan.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah daerah membuka layanan pengaduan lampu jalan melalui WhatsApp di nomor 085169561406. Masyarakat dapat melaporkan kondisi PJU yang rusak atau mati agar segera ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG Bertambah, Dinkes KBB Siapkan Dua Posko Aduan

“Selain itu, Dishub juga melakukan inspeksi rutin setiap minggu guna memastikan kondisi penerangan jalan tetap optimal,” ujarnya.

Di sisi lain, UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB turut memberikan pendampingan kepada korban.

Kepala UPT Kebersihan DLH KBB, Imam Fauzi, menyampaikan belasungkawa dan memastikan keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah yang melibatkan anggotanya.

Petugas juga membantu proses pengantaran jenazah ke rumah duka di Garut menggunakan ambulans dan pendampingan di kantor Laka Lantas Polres Cimahi.

“Kami menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban. Alhamdulillah dari anggota kami sopir truk sampah dengan keluarga korban sudah ada kesepakatan damai dan rencananya laporan akan dicabut,” ungkapnya.

“Kami (UPT Kebersihan DLH KBB) berupaya hadir memberikan bantuan secara kemanusiaan (santunan) kepada keluarga korban,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak
Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat
Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan
Kronologi Puting Beliung Terjang Bandung Barat, Rumah Warga Padalarang Rusak hingga Pohon Tumbang
Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Hari Santri 2026, Kiai se-KBB Desak Bupati Jeje Terbitkan Perbup Pesantren Cegah Kekerasan Seksual
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:02 WIB

520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Apes! Mobil Box Pengangkut MBG Terperosok di Jembatan Gantung Bandung Barat

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Pasca Puting Beliung Terjang KBB, Warga Padalarang Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Kronologi Puting Beliung Terjang Bandung Barat, Rumah Warga Padalarang Rusak hingga Pohon Tumbang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Berita Terbaru