Laporan AnyMind Community: Tren E-commerce Asia Timur 2024

- Penulis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

SekitarKita.id – AnyMind Community telah merilis laporan paling kekinian berjudul “The East Asia E-commerce Panorama 2024,” yang meliputi analisis mendalam tentang tren e-commerce dan perilaku konsumen di Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan pasar lainnya di Asia Timur. Laporan ini bertujuan membantu merek dan perusahaan yang ingin memasuki pasar Asia Timur memahami lebih baik infrastruktur pasar lokal serta preferensi konsumen. Laporan ini juga melanjutkan seri sebelumnya yang membuat khusus e-commerce di Asia Tenggara.

Pasar e-commerce Asia Timur memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan, dengan Tiongkok, Jepang, dan Korea menyumbang sebagian besar penjualan di kawasan tersebut. Pada 2023, ketiga negara ini menyumbang 87% dari whole penjualan e-commerce di Asia Timur dan 40% dari penjualan global. Diprediksi, pasar e-commerce Asia Timur akan sampai nilai US$4,20 triliun pada tahun 2024, menjadikannya pasar yang sangat menarik bagi merek yang ingin berekspansi secara lintas negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perilaku konsumen di Asia Timur bervariasi di setiap pasar, mempengaruhi strategi promo e-commerce yang diterapkan. Di Tiongkok, konsumen sangat sensitif terhadap harga dan lebih menyukai diskon besar, sedangkan di Jepang, konsumen lebih tertarik mengumpulkan poin dari setiap transaksi. Untuk saat ini, di Korea Selatan, konsumen cenderung setia pada platform e-commerce lokal, dan di Taiwan, promo pengiriman tanpa dipungut biaya menjadi salah satu faktor pendorong utama dalam keputusan pembelian.

Baca Juga:  Apakah Tren Penurunan Bitcoin di September Akan Berulang? Ini Prediksinya

Perkembangan teknologi e-commerce di wilayah ini juga dipengaruhi oleh preferensi lokal, dengan tren omni-channel, social commerce, dan mobile-first menjadi sorotan utama. Di Tiongkok, social commerce telah berkembang pesat, memungkinkan konsumen untuk berbelanja langsung di platform media sosial. Pasar lain seperti Jepang dan Hong Kong juga mulai mengeksplorasi potensi social commerce, meski demikian masih dalam tahapan awal dibandingkan dengan Tiongkok.

Sumber: VRI TIMES

Related Posts

[ad_2]

Source link



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung
Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000
Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah
Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional
Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?
Permudah Mobilitas Pengguna, Kai Tambah Jumlah Bolak-balik LRT Jabodebek Mulai 1 Juli
Wujudkan Elektrifikasi Jalur Ka Serang
Indosaku Gandeng Kampus Bisnis Umar Usman BSD dalam Literasi Keuangan: “Pindar vs Pinjol” – Biar Nggak Salah Pilih!

Berita Terkait

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:14 WIB

Kai Properti Perkenalkan Lodge Truntum Cihampelas, Akomodasi Top rate Di Pusat Kota Bandung

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:13 WIB

Pasar Aset Kripto Menghijau, Bitcoin Tembus $ 111.000

Senin, 7 Juli 2025 - 20:13 WIB

Awal Juli Ramai! Kai Daop 1 Jakarta Layani Lebih Dari 251 Ribu Pelanggan Sepanjang Libur Sekolah

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:10 WIB

Portal berita indonsiadalamberita.com Perluas Jangkauan Lewat Kolaborasi Media Nasional

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:10 WIB

Xrp tiba-tiba saja naik 3%, apakah dampak riple cabut banding terhadap sec?

Berita Terbaru