BANDUNG | SEKITARKITA.id – Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi IX, H. Asep Romy Romaya, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama masyarakat di Kabupaten Bandung, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Persatuan Islam (Persis), dan Muhammadiyah.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini menjadi momentum untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menanamkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Romy Romaya menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, keempat pilar tersebut tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya untuk dipahami, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Asep Romy Romaya.
Ia menilai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan memiliki posisi strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Kehadiran LDII, Persis dan Muhammadiyah, kata dia, menunjukkan bahwa penguatan persatuan dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat tanpa melihat perbedaan latar belakang organisasi.
Tokoh agama, pendidik hingga kader organisasi dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi, persaudaraan dan semangat kebersamaan kepada masyarakat.
H. Asep Romy Romaya juga mengajak masyarakat Kabupaten Bandung menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menyikapi berbagai perbedaan yang ada di tengah kehidupan sosial.
Perbedaan pandangan, latar belakang maupun pilihan, menurutnya, tidak semestinya menjadi alasan untuk memicu perpecahan.
Sebaliknya, keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan untuk membangun Kabupaten Bandung dan Indonesia secara bersama-sama.
“Perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa dengan semangat gotong royong dan persaudaraan,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan menjadi semakin penting di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Masyarakat perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan serta menjunjung tinggi nilai-nilai konstitusi.
Para peserta dari LDII, Persis dan Muhammadiyah mengikuti sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan antusias.
Selain menjadi sarana edukasi mengenai wawasan kebangsaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat.
Berbagai pandangan dan aspirasi mengenai kehidupan bermasyarakat serta pentingnya menjaga persatuan turut menjadi bagian dari forum tersebut.
Kehadiran sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam dalam satu kegiatan dinilai menunjukkan bahwa komunikasi dan kerja sama lintas kelompok dapat menjadi salah satu cara untuk memperkokoh persatuan di tengah masyarakat.
Melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Bandung tersebut, H. Asep Romy Romaya berharap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa menjaga persatuan dan memperkuat wawasan kebangsaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun wakil rakyat, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Dengan pemahaman kebangsaan yang kuat, masyarakat diharapkan mampu menghargai perbedaan, menjaga kerukunan dan bersama-sama membangun kehidupan sosial yang aman, harmonis serta berkeadilan.
Editor : Abdul Kholilulloh







