Memanas! Bobroknya Pilkada di Bandung Barat, Aliansi Masyarakat Menggugat Tuding KPU Molor 

- Penulis

Selasa, 3 Desember 2024 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bandung Barat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

i

Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bandung Barat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB), foto: Abdul Kholilulloh

SekitarKita.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bandung Barat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa (3/12/2024).

Gelombang massa terus melakukan protes terhadap penyelenggara pemilu, hal ini menandakan bobroknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Bandung Barat

Pantauan dilokasi, massa yang terdiri dari pelajar, santri, ulama, hingga kalangan muda dari berbagai wilayah itu memulai aksinya dengan konvoi dari Gedung HBS Cimareme menuju kantor KPU di Jalan Padalarang-Purwakarta, Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksinya, massa membawa poster bergambar calon bupati Jeje Richie Ismail dengan latar uang pecahan Rp50 ribu serta poster bertuliskan “Oligarki Perusak Demokrasi” yang menampilkan sosok Raffi Ahmad.

Massa melakukan aksi protes di kantor KPU KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Massa melakukan aksi protes di kantor KPU KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Mereka menyampaikan orasi, menuntut penegakan hukum atas dugaan politik uang (money politics) dalam Pilkada Serentak 2024.

“Mengenai bobrokya partisipasi masyarakat Pilkada di Bandung Barat tahun ini, apa tanggapan dari ketua KPU KBB,” tanya salah seoarang aksi unras.

Baca Juga:  Suami Murka, Perawat RS Provita Jayapura Digerebek Provost di Hotel

“KPU kerjaanya molor (tidur),” timpal masa aksi lain.

Tuntutan Pemilu Ulang dan Adili bagi Pelaku Politik Uang

Koordinator aksi, Dudi Firmansyah, mendesak aparat berwenang menangkap dan mengadili calon bupati, wakil bupati, serta pelaku lain yang terlibat dalam praktik politik uang.

Ia juga meminta KPU menggelar pemilihan ulang di seluruh 2.562 tempat pemungutan suara (TPS) di 16 kecamatan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami mendesak aparat menangkap dan mengadili para pelaku politik uang. Pemungutan suara ulang penting dilakukan karena hasil Pilkada kali ini sudah tercemar oleh praktik tersebut. Demokrasi telah ternodai,” tegas Dudi yang juga mahasiswa Bandung Barat.

Dudi menambahkan bahwa praktik politik uang tidak hanya merugikan peserta pemilu yang jujur, tetapi juga masyarakat luas.

Ia menyebut, demokrasi yang seharusnya menghasilkan pemimpin berkualitas justru terancam oleh pemimpin yang terpilih melalui cara-cara tidak etis.

“Pemimpin yang terpilih karena politik uang cenderung rentan terhadap korupsi. Ini adalah penghinaan terhadap rakyat Kabupaten Bandung Barat,” lanjutnya.

Menanggapi tuntutan massa, Ketua KPU Bandung Barat Ripqi Ahmad Sulaeman menjelaskan bahwa pihaknya hanya bisa bertindak atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atau Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga:  Pesan menohok Ketua DPP IPHI 1987 usai melantik DPD Jawa Barat dan Banten

“Kami memastikan proses pemungutan suara dan rekapitulasi berjalan sesuai aturan. Dugaan pelanggaran seperti politik uang memiliki mekanisme yang harus dilaporkan ke Bawaslu. Jika ada rekomendasi, kami siap menindaklanjuti,” ujarnya.

Data Pelanggaran Pilkada Bandung Barat

Sebagai informasi, Bawaslu mencatat 13 kasus pelanggaran selama masa kampanye hingga pencoblosan, meliputi netralitas aparat, penggunaan fasilitas negara, dan politik uang.

Dari total 13 kasus tersebut, tiga di antaranya merupakan pelanggaran pidana pemilu yang telah dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana.

Untuk dugaan politik uang, Bawaslu telah menangani 10 kasus, dengan 8 berasal dari laporan masyarakat dan 2 hasil penelusuran.

Kasus ini terjadi di Kecamatan Lembang, Cipongkor, Cihampelas, Cililin, dan Padalarang. Bawaslu berkomitmen menangani kasus-kasus ini secara profesional sesuai regulasi yang berlaku.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung selama beberapa jam di kantor KPU Bandung Barat sempat memanas dengan pembakaran ban dan aksi saling dorong memaksa Ketua KPU dalam menemui massa aksi.

Namun, aksi tersebut berakhir tanpa insiden besar setelah tuntutan disampaikan secara resmi oleh Ketua KPU KBB. Kemudian massa mulai bergeser menuju kantor Bawaslu Bandung Barat.

Baca Juga:  Video Viral Dugaan Oknum Dishub Abal-abal di Medan, Sopir Ngaku Sempat Diperas Rp500 Ribu

Source link



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG
Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026
Kembali Satpol PP KBB Bidik 17 Bangli di Padalarang, Rumah Mewah hingga Bangunan TK Bakal Dibongkar
KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan
Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:47 WIB

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Jumat, 18 September 2026 - 19:13 WIB

Ditengah Anggaran Minim, BPBD KBB Catat 148 Karhutla hingga September 2026

Jumat, 18 September 2026 - 08:48 WIB

Kembali Satpol PP KBB Bidik 17 Bangli di Padalarang, Rumah Mewah hingga Bangunan TK Bakal Dibongkar

Rabu, 16 September 2026 - 08:51 WIB

KPK OTT di Kabupaten Bogor, Fahd A Rafiq dan Mantan Bupati Kebumen Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Berita Terbaru

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Bandung Barat

Dugaan Keracunan 33 Siswa SDN 2 Cipeundeuy, Labkesda Uji Sampel MBG

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:47 WIB