Orang Tua Kecewa, Keracunan MBG di SMKN 1 Cihampelas KBB Menunya Hanya Karedok dan Kentang Rebus

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krey Stainles milik Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), foto: Abdul Kholilulloh

i

Krey Stainles milik Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id– Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sebanyak 65 siswa SMKN 1 Cihampelas mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Rabu (24/9/2025). Jumlah korban terus bertambah hingga pukul 18.20 WIB sekitar 163 siswa.

Berdasarkan informasi, siswa menerima paket makanan MBG sekitar pukul 10.20 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menu yang disajikan terdiri dari karedok dengan sambal kacang, telur rebus, pisang, serta kentang rebus sebagai pengganti nasi.

Krey Stainles milik Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), foto: Abdul Kholilulloh
Krey Stainles milik Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), foto: Abdul Kholilulloh

Sekitar pukul 11.30 WIB, siswa mulai menyantap hidangan tersebut. Tak lama kemudian, puluhan siswa merasakan mual, pusing, hingga sesak napas.

Asep Herna, orang tua siswa bernama Carissa Awaliyah dari jurusan TKJ, mengaku kecewa dengan insiden ini.

“Dapat laporan anak saya keracunan makanan santap program MBG langsung dilarikan ke klinik terdekat. Program ini sebetulnya sangat baik, tapi pengelolaannya harus dievaluasi,” kata Asep kepada sekitarkita.id.

Ia menilai ada banyak hal yang harus dibenahi, mulai dari kapasitas dapur, penggunaan air bersih, hingga mekanisme penyajian makanan.

Baca Juga:  Reses DPRD KBB Disorot, Kegiatan Anggota Dewan DS Diduga Bercampur Agenda Partai

“Satu dapur maksimal 300 porsi, masaknya jangan dipaksa setiap hari. Evaluasi harus ketat, sumber air jelas dan bersih. Jangan sampai niat baik Presiden Prabowo untuk generasi emas malah jadi musibah,” ujarnya.

Asep menegaskan distribusi MBG perlu dihentikan sementara hingga investigasi tuntas.

Ia juga meminta standar MBG mengikuti aturan pusat agar terhindar dari praktik asal-asalan atau kepentingan proyek politik.

“Kejadian di Cipongkor dan Cihampelas pelajaran berharga untuk MBG sebagai pengelola untuk lebih hati-hati dan transparan terhadap pihak manapun agar fungsi pengawasan dapat dilakukan secara maksimal. Fungsi dari pada ahli gizi dipertanyakan,” tandasnya.

Nada kekecewaan juga datang dari Fitri, orang tua siswa lainnya. Ia mengaku menyesal anaknya ikut mengonsumsi MBG.

“Kalau kayak gini kapok, enggak bakalan mau lagi nerima program MBG. Mending bawa bekal sendiri dari rumah,” kata Fitri.

Menurut Fitri, ia sudah mengingatkan anaknya untuk berhati-hati setelah kasus keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor sehari sebelumnya.

“Ternyata justru kejadian di sekolah anak saya. Miris,” ungkapnya.

Baca Juga:  GOOL Deklarasi dukung Bupati Hengki, ini Pesan Kesbangpol Bandung Barat

Para korban keracunan MBG langsung mendapat penanganan di Puskesmas Cihampelas dan RSUD Cililin.

Namun, lonjakan pasien membuat fasilitas kesehatan kewalahan menampung siswa yang terus berdatangan.

Kasus ini menambah daftar panjang keracunan massal akibat MBG di Bandung Barat. Sehari sebelumnya, ratusan siswa SMK di Cipongkor juga mengalami hal serupa.

Pemerintah daerah bersama dinas terkait diminta segera mengambil langkah cepat, mulai dari evaluasi sistem pengelolaan hingga memastikan standar kebersihan dapur MBG benar-benar sesuai aturan.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan massal kembali terjadi dan menimpa 65 siswa SMKN 1 Cihampelas KBB. Para siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG.

Asep, Kasubag TU Puskesmas Cihampelas, mengungkapkan bahwa dari total korban, 36 siswa dilarikan ke RSUD Cililin, puskesmas, dan klinik terdekat. Sementara sisanya dirawat di posko kesehatan sekolah atau dibawa pulang.

“Total terdampak ada 70 siswa, dan 35 di antaranya sudah bisa pulang dari posko,” jelas Asep.

Namun, kapasitas RSUD Cililin terbatas sehingga sebagian korban harus dirujuk ke rumah sakit lain, yakni RS Karisma (15 bed), RSUD Cibabat (30 bed), dan RSIA Azahra. RSUD Dustira juga menyatakan siap menampung pasien tambahan.

Baca Juga:  'Remaining Christmas' Wham! Kembali ke No. 1 di UK Singles Chart – Information Loader

“Kami juga menanyakan kepada orang tua korban, mereka ingin anaknya dirujuk ke rumah sakit mana supaya lebih cepat penanganannya,” lanjutnya.

Jumlah korban keracunan terus bertambah. Beberapa siswa yang sempat dipulangkan kembali dibawa ke posko darurat karena kondisi memburuk.

Bahkan, sejumlah siswa mengalami gejala berat seperti kejang-kejang, sesak napas, hingga menangis kesakitan.

Kepala SMKN 1 Cihampelas, Sudirman, menyatakan kekecewaannya terhadap kualitas makanan MBG yang seharusnya menyehatkan, namun justru menimbulkan insiden massal.

“Kami sangat prihatin dan kecewa, makanan yang seharusnya menyehatkan malah membuat anak-anak sakit,” tegasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas
Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”
Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen
Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB
Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar
Di Usia ke-19, DPRD KBB Targetkan Bandung Barat Jadi Pusat Pertanian Masa Depan
Paripurna HUT KBB ke-19, Jeje Bongkar Masalah Kemiskinan Ekstrem dan Minimnya Lapangan Kerja
HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:50 WIB

Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:45 WIB

Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:18 WIB

Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB