Orang tua ngeluh ada dugaan pungli di SD Negeri Kota Bekasi

- Penulis

Kamis, 18 Januari 2024 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (foto: Instagram @seberpungli_ri)

i

Ilustrasi (foto: Instagram @seberpungli_ri)

Kota Bekasi | SekitarKita.id,- Dunia pendidikan di Kota Bekasi baru-baru ini kembali tercoreng, dugaan tindak pidana pungutan liar (pungli) di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kembali mencuat.

Kali ini keluhan datang dari Ayu salah satu orang tua murid di SDN wilayah Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Menurutnya, sekolah negeri seharusnya bebas dari pembayaran tambahan karena ditanggung oleh pemerintah.

Ia menjelaskan, Namun pada kenyataannya, orang tua dibebankan beberapa uang iuran termasuk salah satunya pungutan seragam tanpa adanya kwetansi. Uang itu, kata Ayu, diduga dikelola oleh salah satu oknum guru sekolah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Permasalahannya kan sekolah (negeri) itu kan gratis biaya dari pemerintah, kenapa ada iuran buku raport dan uang foto raport? terus iuran untuk laporan kinerja guru (SKP TKK), sarana dan prasarana sekolah, pengambilan buku rekening, kartu ATM dan Nomor PIN milik pelatih ekstrakulikuler,” kata Ayu saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan, Kamis (18/01/2024).

Adapun pungutan itu, kata Ayu, berfariatif yakni Rp75.000.00,- (untuk iuran raport), Rp35.000.00,- (untuk iuran foto raport), Rp100.000.00,- (iuran SKP TKK), Rp610.000.00,- (seragam sekolah per awal tahun).

Baca Juga:  Sempat Diprotes Soal Perbedaan Data Anggaran, Menkeu Purbaya: Sudah Dicek Berulang Kali

“Setelah diprotes, secara tiba-tiba uang pungutan raport itu sudah dipulangkan kepada wali murid masing-masing setelah semua sudah bayar, ternyata pas kami cari tau ternyata gratis semua yang anehnya guru mengembalikan uang itu diam-diam dan tidak boleh katanya ada yang tau gitu,” jelas Ayu saat menceritakan dugaan pungli tersebut.

“Lalu kemudian pungutan lainnya, ada semacam laporan kinerja per semester. Ada yang disebut evaluasi kinerja selama beberapa bulan, nah itu harus bayar Rp100 ribu tandatangan pejabatnya. Bukan pemotongan tapi diminta persiswa dan saya coba nanya Kabid di Dinas Pendidikan itu semua enggak boleh dipotong buat raport atau buat kinerja semuanya itu gratis,” ungkap Ayu kembali.

Peritiwa itu, lanjut dia, sudah melaporkan kepada inspektorat dan cyber pungli berikut surat lampirannya, rencananya kasus ini juga akan dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota besok pagi. kasus ini juga pernah dilaporkan pada bulan Desember 2023 lalu namun belum juga ditindaklanjuti.

Related Posts

“Kita udah laporkan ini ke Inspektorat hari Selasa kemarin dan rencananya saya akan melaporkan ke Polres. Kita udah lapor pertama tapi kasus itu diduga ditutup kepala sekolahnya. Kenapa saya tau kasus ini belum di tindak karena kepala sekolah sendiri yang mengatakan ini aman orang udah dirapihkan kok? (sudah di pulangkan uangnya),” terangnya.

Baca Juga:  Musorkab KONI Karawang Segera Digelar, Kandidat Ketua Bermunculan

Ironisnya, kata Ayu, pungutan itu terjadi hampir di setiap kelas dan bukan tahun ini saja, melainkan semenjak Kepala Sekolah itu menjabat hampir sekitar 5 tahun.

“Selama menjadi kepala sekolah sekitar 5 tahun lalu dan itu dia tidak mengakui pungutan tersebut. Saya mendapatkan intervensi baik kepala sekolah, guru-guru disana dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, disangka ini adalah masalah pribadi saya. Kata kepala sekolah ini masalah mah masalah pribadi, jadi seolah membohongi guru-guru disana. Tapi kan di laporan itu tidak ada personal adanya laporan pungli,” ujarnya.

“Kemarin saya ketemu guru disana. Saat ditanya apakah ibu ini memungut iuran uang raport sekolah? ibu guru inisial NB kelas 1 C dengan lantang bilang pungutan itu inisiatif dia dan uangnya sudah dikembalikan, mangkanya dengan santai dia bilang tidak bisa dilaporkan karena uangnya sudah dipulangkan, itu kan tidak menghapus pidananya,” tandasnya.

 

Laporan: Darto Cs

Editor: Abdul Kholilulloh



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI
Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat
Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin
Golkar Tebar 350 Ribu Benih Ikan, Panggah Susanto Dorong Budidaya untuk Tingkatkan Pendapatan Keluarga
Kompak, Dua Politisi Golkar Salurkan Ratusan Ribu Benih Ikan di Bandung Barat Jelang HUT RI ke-81
Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031 

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Carnival Day 2026 Parongpong Meriah, Tujuh Desa dan 70 Grup RW Semarakkan HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Masa Sewa Habis, Politisi Golkar Dadan Minta Kepastian Lahan Sekolah Rakyat Bandung Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Anton Sukartono Kembali Diusung, Demokrat KBB Bidik 7 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Ungkap 6 Fokus Pemerintah Selama 21 Bulan Memimpin

Berita Terbaru

Bandung Barat

Sekwan DPRD KBB Gelar Donor Darah Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB