Pasca diamuk emak-emak, warung remang-remang di Karawang akhirnya ditutup

- Penulis

Minggu, 10 Desember 2023 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | SekitarKita.id,- Pasca video viral puluhan emak-emak geruduk tempat prostitusi diwilayah Tanggul Jaya RT007/RW002, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, warung remang remang tersebut akhirnya ditutup paksa.

Pantauan dilokasi, pada Sabtu (09/12/2023) pagi, pemilik usaha warung remang remang tersebut mulai berbondong bondong meninggalkan lokasi, dengan menggunakan mobil pickup silih berganti membawa perkakas dan barang-barang seisi rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya diberitakan, ‘Murka ! Puluhan emak-emak geruduk tempat esek-esek di Karawang’ pada Jumat (08/12) kemarin, hal itu dipicu dari kekesalan warga yang mencuat karena diwilayahnya dijadikan tempat esek-esek (prostitusi).

Emak-emak tersebut sebelumnya melakukan aksi sweeping dan nyaris terlibat kericuhan dengan pemilik usaha. Beruntung petugas kepolisian langsung menghalau amukan massa. Tak ada korban dalam peristiwa itu.

Sejumlah warung remang-remang dilokasi itu pun ditutup paksa oleh tokoh masyarakat dan warga sekitar. Terlihat sejumlah petugas kepolisian dan aparatur Kelurahan serta Satpol PP Kabupaten Karawang menjaga ketat lokasi dan memastikan situasi kondusif.

Baca Juga:  Ngamuk, Seorang pria aniaya wanita penagih hutang di Sumatera Utara

Menanggapi hal itu, Lurah Tanjung Mekar, Haris Suhendi mengatakan, dengan adanya kejadian kemarin, pada prinsipnya, pihaknya sangat mendukung dalam hal kebaikan. Ia pun paham betul apa yang menjadi keresahan masyarakat.

“Yang penting itu dilakukan dengan baik ya dan tertib sesuai dengan arahan dari pihak aparatur yang mendampingi, agar tidak terjadinya anarkisnya. Alhamdulillah dengan adanya kejadian itu berarti kan respon dari masyarakat juga baik artinya peduli terhadap lingkungan,” kata Haris kepada sekitarkita.id saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan, Sabtu.

Ia menyebut, dengan kejadian itu, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sangat tinggi, mereka (warga) sangat mengecam praktek-praktek asusila diwilayahnya menyebar luas, yang nantinya jika dibiarkan akan mencoreng nama baik lingkungan.

“Jika dibiarkan, secara tidak langsung itu akan berdampak terhadap masyarakat Tanjung Mekar,” sebutnya.

Dijelaskan Haris, sebelumnya, aparatur kelurahan dibantu pihak Kecamatan Karawang Barat serta TNI Polri sudah melakukan tegoran terhadap pemilik usaha warung remang remang tersebut secara persuasif.

“Kemarin kami persuasif, kepada pemilik usaha untuk segera pindah ketempat lain, ketika teguran kami tidak diindahkan maka kami akan menempuh jalur hukum terkait dugaan praktek asusila diwilayahnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Rocker veteran Inggris The Comfort Boys mengadakan pertunjukan reuni dadakan

Sementara itu, Kapolsek Karawang Kota Kompol Marsono mengatakan, pihaknya bersama jajaran Forkompimcam Karawang Barat dibantu aparat kelurahan melakukan pengecekan dilokasi dan mendapati sejumlah pemilik warung sudah pindah.

Kapolsek Karawang Kota Kompol Marsono
Kapolsek Karawang Kota, Kompol Marsono

“Kami langsung cek kelokasi dan sejumlah pemilik warung yang ngontrak sudah pindah, lokasi ini ditutup,” kata Marsono saat ditemui dilokasi.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi kejadian serupa, kedepannya, lanjut dia, akan berkordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Karawang dan Kecamatan Karawang Barat untuk melakukan operasi yustisi diwilayah Tanjung Mekar secara meluas.

“Kedepannya, tentunya kami akan berkolaborasi dengan semua pihak termasuk aparat TNI Polri untuk melakukan operasi yustisi terhadap tempat-tempat kos dan rumah kontrakan yang disinyalir berpotensi terjadinya praktek asusila, dan yang paling penting kita mengintensifkan pengawasan atau monitoring bagi lingkungan,” bebernya.

“Kami juga berkordinasi dengan RT/RW, tokoh masyarakat dan agama serta pemuda untuk lebih mengawasi wilayahnya jika ada aktifitas mencurigakan dari warga pendatang khususnya untuk segera secepatnya melakukan tindakan guna memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat khalayak banyak,” tandasnya.***(Dik-dik).

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2024, Polda Jabar kunjungi gudang logistik KPU Karawang

 

Kontributor Karawang: Dik-dik 



Berita Terkait

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar
Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah
Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 
BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah
Libur Akhir Pekan di Bandung Barat, Dishub Gunakan Teknologi ATCS
Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Jelang TPA Sarimukti Tutup, DLH KBB Andalkan Skema Patungan dengan Pemprov Jabar

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:20 WIB

Bejad! Diduga Ayah Setubuhi Anak Kandung di KBB, Korban Diceraikan Sehari Usai Menikah

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Senin, 8 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Juni 2026 - 15:26 WIB

BPN KBB Bantah Keterlibatan Petugas dalam Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah

Berita Terbaru

Tim INAFIS Polres Cimahi lakukan olah TKP penemuan jenazah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Pria di Ngamprah Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Olah TKP 

Senin, 8 Jun 2026 - 21:52 WIB