Viral, Ribuan Nasi Tumpeng Dibuang Usai Pecahkan Rekor MURI di HUT Ke-391 Karawang

- Penulis

Minggu, 15 September 2024 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

viral ribuan nasi tumpeng di buang usai pecahkan rekor di momen HUT Karawang (foto: tangkapan layar video viral)

i

viral ribuan nasi tumpeng di buang usai pecahkan rekor di momen HUT Karawang (foto: tangkapan layar video viral)

SEKITARKITA.id- Kabupaten Karawang sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dan rekor dunia melalui penyajian 1.600 tumpeng yang ditata membentuk peta Kabupaten Karawang dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-391.

Namun, di balik pencapaian ini, muncul kontroversi terkait pembuangan sejumlah nasi tumpeng setelah acara berakhir, yang dinilai oleh sebagian masyarakat sebagai tindakan mubazir.

Tumpeng yang disumbangkan oleh berbagai pihak, termasuk perusahaan, lembaga, dan perseorangan, telah dibagikan kepada warga secara gratis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, beberapa tumpeng terlihat dibuang ke tempat sampah, yang memicu perdebatan. Kritikus menilai tindakan tersebut sebagai pemborosan makanan yang bertentangan dengan semangat perayaan.

Klarifikasi Juru Bicara Aep Syaefuloh – Maslani

Taufik Ismail, Juru Bicara Aep Syaefuloh-Maslani, memberikan klarifikasi terkait masalah ini. Ia menjelaskan bahwa tumpeng-tumpeng yang disajikan merupakan partisipasi dari masyarakat, bukan sepenuhnya berasal dari pemerintah daerah. Jika ada tumpeng yang sudah basi, maka wajar jika tidak dibagikan.

“Tumpeng tersebut adalah partisipasi murni dari masyarakat Karawang. Kalau ada yang basi, tentu tidak elok untuk dibagikan. Namun, kritik tetap bisa muncul, dan itu hal yang wajar,” kata Taufik Ismail, Minggu (15/09/2024).

Baca Juga:  Resmi Jadi Anggota DPRD KBB, Asep Miftah Dapat Pesan Khusus dari Ketua DPD Golkar Dadan Supardan

Taufik menambahkan bahwa selain pengakuan dari MURI, prestasi ini juga diakui sebagai rekor dunia untuk jumlah tumpeng terbanyak.

“Tim MURI yang hadir telah melakukan analisis dan memutuskan bahwa Karawang berhasil mencetak rekor dunia untuk penyajian tumpeng terbanyak,” tambahnya.

Makna Budaya di Balik Tumpeng

Lebih lanjut, Taufik Ismail menjelaskan bahwa tujuan utama dari penyajian tumpeng ini bukan sekadar memecahkan rekor, tetapi juga untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia.

Tumpeng merupakan salah satu kuliner tradisional yang memiliki makna mendalam dalam berbagai acara, terutama di Pulau Jawa.

“Ini bukan sekadar rekor, tetapi juga upaya kami memperkenalkan tumpeng sebagai warisan budaya kuliner Indonesia di tingkat internasional,” jelasnya.

Menanggapi kritik yang berkembang, Kang Pipik sapaan akrab Taufik Ismail yang juga anggota DPRD Jabar ini mengajak masyarakat untuk tetap berpikir positif dalam merayakan HUT Kabupaten Karawang ke-391.

Menurutnya, kritik adalah hal yang wajar, dan pemerintah berhak memberikan klarifikasi.

“Kritik itu wajar, dan kami juga berhak memberikan klarifikasi. Mari kita doakan agar Karawang semakin maju, bersahabat, dan nyaman di masa depan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Laga persahabatan, Tim PWI KBB FC ditahan imbang Cikalongwetan FC 4-4

Dengan keberhasilan memecahkan rekor MURI dan dunia, Kabupaten Karawang telah membawa warisan budaya tumpeng ke panggung internasional, sekaligus memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT yang ke-391.

 

Source link



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus
Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB
Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB
Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:35 WIB

Gerak Cepat, Polres Cimahi Ungkap Peredaran Sabu di Batujajar, Buruh Harian Lepas Diringkus

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Pesan Menohok Ketua Komisi III DPRD Pither Tjuandys: JAGUR Harus Jadi Garda Kondusivitas di KBB

Rabu, 30 September 2026 - 15:44 WIB

Geledah Kantor Pengembang Kota Baru Parahyangan, KPK Sita Dokumen HGB

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Berita Terbaru